
Adelia terbangun dengan tubuh yang sangat letih, kegiatannya kemarin bersama dengan Haris membuat tubuh Adelia seperti remuk dan sekarang tubuhnya sangat pegal-pegal.
Tapi Adelia tidak menemukan keberadaan Haris, lalu Adelia mengambil handuk dan berjalan ke luar dari kamar.
Dia sudah melihat Haris tengah menyiapkan sarapan untuk Adelia, tapi Adelia semakin di buat terkejut dengan sarapan yang di siapkan oleh Haris. Makanan di depan Adelia sangat mewah dan juga terlihat sangat enak, "Apa ini dari bos mu lagi?"
"Sudahlah, sebaik kau makan saja."
Haris langsung menyiapkan piring dan mengambilkan makanan untuk Adelia, wanita itu hanya tersenyum melihat suaminya yang sangat perhatian kepadanya.
"Apa hari ini kau akan bekerja?" Tanya Adelia dengan tatapan hangat.
"Iya, tapi aku akan pulang lebih awal." Haris langsung gugup saat Adelia menatapnya seperti itu.
Nampak Adelia bangkit lalu dia berjalan ke arah Haris, tiba-tiba Adelia langsung duduk di pangkuan suaminya. "Pulangnya jangan terlalu sore yah," Pinta Adelia dengan tangan yang bermain-main di dada bidang suaminya.
"Kenapa?" Haris langsung bertanya dengan sedikit gemetar karena dia merasakan tubuhnya sudah bereaksi.
"Aku masih ingin.." Bisik Adelia yang mulai membuka kancing bajunya.
Haris terdiam saat melihat istrinya yang mulai membuka pakaian, "Apa kau sudah tidak ingin ini?" Adelia bertanya dengan raut wajah sedih.
"Siapa yang bilang tentu saja aku ingin, apa kau ingin melakukannya lagi?"
Adelia menganggukkan kepalanya, perasaan nikmat yang di berikan Haris terus terbayang-bayang di pikirannya. Haris mulai tersenyum lalu dia mengajak Adelia untuk masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar terdengar suara indah nan merdu yang keluar dari mulut mungil Adelia, wanita itu sangat puas dengan pisang jumbo milik suaminya. Bagi Adelia, meski wajah Haris jelek tapi barangnya sangat besar, panjang dan tahan lama. Dan itu menjadi nilai plus untuk Haris.
Setelah puas Haris dan Adelia langsung keluar kamar, Adelia kembali mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket begitu juga dengan Haris. Melihat Adelia yang sangat menyukai hal itu, Haris merasa sangat enggan untuk pergi bekerja.
"Hari ini aku lebih baik tidak bekerja saja."
"Kau harus bekerja, bos mu sudah memberikan banyak makanan enak."
__ADS_1
"Tapi lebih baik tidak, kita bisa melakukan hal itu sepanjang hari."
"Ih mas.. Sekarang mas bekerja, dan setelah pulang kita melakukan itu lagi. Lagi pula kebanyakan seperti itu nanti mas gampang lemes."
"Emm.. Ya sudah, mas janji akan pulang lebih awal."
"Baik, aku tunggu." Sebenarnya pergi bekerja, Adelia mencium bibir Haris dengan seseorang meremas barang milik suaminya.
Haris hanya bisa menghela nafas, istrinya saat ini seperti sangat berbeda sekali dengan yang dulu tapi Haris tetap menyukainya.
"Istri kecil ku sangat nakal." Pikir Haris.
"Oh.. iya, ini aku ada yang 5 juta. Pakailah untuk beli kebutuhanmu, maaf selama ini aku tidak memenuhi kebutuhan mu." Haris memberikan uang kepada Adelia
"Tidak usah, ini pasti uang yang kau kumpulkan selama ini. Jadi simpan saja," Adelia menolak uang dari suaminya.
"Ambillah, belilah pakaian atau apapun yang kau mau. Aku akan mencarinya lagi, jadi kau tenang saja."
Setelah itu Haris langsung pergi dari rumahnya, seperti biasa dia sudah di jemput oleh supir dan langsung pergi ke perusahaan miliknya.
Di perusahaan Haris nampak sangat senang dan juga bahagia, saking bahagianya pria itu langsung membagikan bonus kepada semua karyawannya.
"Aku tidak ingin tahu, jam 12 siang semua pekerja harus beres. Rapat dan juga pertemuan harus di lakukan sesingkat-singkatnya." Ucap Dave kepada asisten dan juga sekretarisnya.
"Tapi.."
"Tidak ada tapi-tapian, aku harus segera pulang." Perintah dari Dave sangatlah mutlak mau tidak mau, mereka langsung menelpon klien untuk bertemu hari ini juga.
Sementara itu..
Adelia terdiam dengan senyuman di wajahnya, dia sangat bahagia bisa menikah dengan Haris.
"Yah.. Meski wajahnya jelek tapi dia baik dan memperlakukan dengan lembut. Dan lagi barangnya sangat besar, panjang dan tahan lama. Aku sangat menyukainya," Adelia terus terbayang-bayang akan kegiatan panasnya dengan Haris.
__ADS_1
Lalu mata Adelia melihat ke arah uang yang tergeletak di sampingnya, setelah memikirkan banyak hal Adelia memutuskan untuk membeli kebutuhan dapur karena selama dia menikah dengan Haris, Adelia sama sekali tidak pernah melihat bahan-bahan untuk memasak.
Kini Adelia mulai bersiap untuk pergi ke supermarket, dia berjalan melewati jalanan yang sepi. Tempat tinggalnya sangatlah jauh dari perkotaan dan juga sangat susah untuk menemukan ojek.
Kini Adelia sampai di sebuah pusat perbelanjaan, banyak orang yang melihat Adelia dengan tatapan heran dan juga cemoohan. Adelia hanya bisa menundukkan kepalanya karena dia sadar jika pakaiannya sangat tidak cocok untuk di pakai ke mall.
Tapi tiba-tiba seorang satpam datang menghampiri Adelia, dia langsung menyuruh Adelia untuk keluar dari mall.
"Tapi saya ke sini untuk belanja." Adelia berusaha menjelaskan tapi satpam itu tidak mendengar penjelasan Adelia dan langsung mengusir Adelia.
Dengan raut wajah sedih Adelia berjalan menuju sebuah pasar, lalu dia membeli kebutuhannya dan juga kebutuhan dapur.
Tanpa Adelia sadari jika Dave tengah memperhatikan istrinya dari dalam mobil, awalnya Dave tengah rapat tapi dia mendapatkan informasi dari anak buahnya jika mereka melihat Adelia sedang berada di mall.
Dave juga melihat bagaimana Adelia di usir dari mall karena pakaiannya, kini Adelia tengah berada di depan sebuah toko handphone. Dia melihat handphone iPhone keluaran terbaru, Dave juga melihat Adelia berdiri di depan toko handphone.
"Apa yang sedang dia lakukan?"
Lalu Adelia pun langsung bergegas pergi meninggalkan toko handphone tersebut.
"Mungkin Nyonya Adelia ingin handphone baru tapi dia tidak punya uang untuk membelinya." Ucap Supir menebak.
Mendengar hal itu Dave langsung terdiam, dia baru ingat jika Adelia tidak memiliki handphone. "Apa yang ku lakukan, bahkan aku tidak membelikan istri ku handphone." Maki Dave pada dirinya sendiri.
"Kita pergi ke toko handphone dan beli handphone paling mahal dan paling bagus untuk istri ku." Ucap Dave dengan nada semangat.
"Tapi Tuan, jika anda langsung memberikannya sekarang kepada Nyonya Adelia. Bagaimana tanggapan Nyonya Adelia karena yang dia tahu anda adalah orang miskin."
Mendengar ucapan supirnya Dave pun langsung bingung, dia memiliki segalanya tapi dia bingung bagaimana caranya memberikan apa yang Adelia inginkan karena yang Adelia tahu jika dirinya adalah orang miskin.
Kini Dave langsung memutar otaknya, setelah berpikir cukup lama kini dia menemukan sebuah ide yang sangat bagus untuk menyenangkan dan membelikan Adelia barang yang dia inginkan, tanpa membuat Adelia curiga kepadanya.
"Tunggulah sayang, aku akan memberikan semua yang kau inginkan."
__ADS_1