Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder

Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder
Amarah Haris


__ADS_3

Clara tengah berjalan dengan santai tanpa di sengaja dia kembali bertemu lagi dengan Dave, pria itu pun tersenyum dan berjalan mendekatinya.


"Selamat malam, Nona Adelia."


"Selamat malam Pak Dave."


"Apa kau ingin jalan-jalan?"


"Tidak, saya akan kembali lagi ke kamar."


"Kembali lagi ke kamar? Bagaimana jika kita jalan-jalan, aku yakin kau belum melihat semua bagian kapal ini. Aku akan memandu mu."


"Tidak usah Pak Dave, saya tidak ingin merepotkan Anda."


"Tentu saja tidak, aku yang menawarkan diri berarti aku tidak merasa direpotkan."


Dave tiba-tiba langsung merangkul pundak Adelia, wanita itu nampak sedikit menjauh karena dia takut jika suaminya akan melihat hal itu dan kembali marah kepadanya.


Kini Adelia di luar kapal, matanya melihat ke arah lautan yang nampak sangat indah di malam hari, "Nona Adelia, lihatlah ke langit."


Adelia langsung melihat ke arah langit malam, betapa indahnya langit malam saat ini karena di hiasi oleh jutaan bintang di langit.


"Sangat indah.." Adelia terpana dengan keindahan malam yang ada di depan matanya.


Dave tersenyum senang, lalu matanya melirik ke arah Adelia yang menggunakan pakaian pendek. Dengan perlahan Dave membuka jaket miliknya dan memasangnya di tubuh Adelia.


"Nanti kau masuk angin."

__ADS_1


Adelia terdiam dengan mata yang melihat ke arah Dave, tatapan hangat pria itu sangatlah tidak asing untuknya. Sesaat kemudian Adelia langsung mengalihkan pandangannya dari mata Dave, "Terimakasih Pak Dave."


Adelia hanya bisa diam dengan mata yang kembali melihat pemandangan lautan dan juga langit malam, hingga tiba-tiba kapal pesiar tersebut berhenti dan membuat guncangan. Dan alhasil Dave langsung memeluk Adelia agar wanita itu tidak jatuh, "Ah, terimakasih Pak Dave."


Adelia langsung menjauhkan dirinya dari pelukan Dave, "Ada apa ini?" Tanya Adelia heran.


"Aku tidak tahu, tapi sepertinya ada kesalahan teknis."


Setelah itu Adelia langsung berpamitan kepada Dave untuk pergi ke kamar, Dave pun langsung buru-buru pergi untuk kembali menjadi Haris.


Adelia langsung masuk ke dalam kamar tapi dia tidak menemukan keberadaan Haris, lalu tak beberapa lama Haris datang. Pria itu langsung membuka masker wajahnya dan melihat dengan tatapan dingin ke arah Adelia.


"Mas, kamu kenapa?" Adelia heran saat melihat suaminya seperti itu.


"Aku kenapa? Aku yakin kamu tahu jawabannya." Haris langsung berjalan melewati Adelia, pria itu pun duduk di atas ranjang.


"Aku tiba-tiba marah? Aku gak akan marah jika istri ku tidak di peluk oleh pria lain, di depan mata ku sendiri."


Adelia langsung membulatkan matanya saat mendengar perkataan Haris, jadi suaminya melihat hal itu. "Mas, kamu salah paham.. Tadi itu.." Tapi sebelum Adelia melanjutkan perkataannya Haris langsung memotong ucapan istrinya.


"Aku udah tahu, lagi pula aku juga sadar diri. Dari awal aku memang tidak pantas untukmu, kau wanita yang cantik sementara aku? Pria buruk rupa dan miskin. Dan Dave, dia pria yang sempurna.."


Mendengar hal itu Adelia langsung terdiam dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi di dalam rumah tangganya.


"Mas, aku sungguh tidak memiliki perasaan pada Pak Dave. Semua yang kau lihat itu hanyalah salah paham saja," Adelia berusaha menjelaskan tapai Haris seakan enggan untuk mendengar penjelasan dari istrinya.


Haris langsung berjalan pergi keluar dari kamar meninggalkan Adelia sendirian, wanita itu hanya bisa menangis di dalam kamar. Dia tidak menyangka jika hal seperti ini akan terjadi di dalam rumah tangganya, karena Adelia sangat mencintai Haris dengan sepenuh hatinya.

__ADS_1


Di saat Adelia tengah menangis, kapal pesiar yang dia tumpangi pun terguncang dan lampu-lampu kamar pun berkedip-kedip.


"Ada apa ini?" Adelia sangat panik saat melihat situasi saat ini.


Terdengar suara gaduh dari luar kamar Adelia, perlahan Adelia bangkit dan berjalan keluar dari dalam kamar.


Dia melihat banyak orang tengah berlari-lari pergi keluar dari kamar mereka masing-masing, "Ada apa ini?" Adelia langsung bertanya pada pelayan yang ada di Kapal pesiar tersebut.


"Kapal mengalami kecelakaan dan akan segera tenggelam." Jawabannya, lalu pria itu langsung pergi meninggalkan Adelia.


Adelia sangat panik, pikirannya kini tertuju pada sosok Haris. Suaminya sekarang telah menghilang entah kemana, Adelia terus mencari keberadaan Haris dengan mata yang berkaca-kaca.


"Mas Haris..." Teriak Adelia yang terus memanggil-manggil namanya.


Tapi kini setiap lorong sangat sepi seakan tidak ada orang sama sekali, "Hallo.."


Adelia terus memanggil-manggil orang-orang, tapi kapal pesiar ini seakan tidak berpenghuni sama sekali. "Kemana mereka semua pergi, apa mereka ke atas?"


Lalu Adelia berjalan pergi ke atas, tapi untuk sekali lagi dia tidak menemukan siapapun di luar kapal.


"Hallo... Apa ada orang." Tapi tidak ada orang sama sekali, semua orang seakan hilang di telan bumi.


"Mas Haris.." Adelia memanggil-manggil nama suaminya tapi tidak terdengar sahutan sama sekali.


"Kemana semua orang pergi..." Adelia mulai menangis panik, pikirannya pun kini masih tertuju pada Haris. Suaminya yang kini pergi entah kemana.


Dan tiba-tiba lampu di seluruh kapal pesiar pun masih, Adelia yang tengah berdiri pun langsung panik. Perlahan wanita itu berpegangan pada sebuah besi dan mulai duduk di atas lantai, dengan mata yang berkaca-kaca Adelia terus memanggil-manggil nama Haris.

__ADS_1


Di tengah kegelapan malam, tiba-tiba terdengar suara kencang yang langsung membuang Adelia melihat ke atas langit. Seketika matanya langsung berkaca-kaca dan mulai menangis.


__ADS_2