
Kania tengah duduk dengan mata yang menatap ke arah layar ponselnya, semua media tengah memberitakan tentang Raisa seorang artis ternama yang sedang mengalami musibah, tapi tatapan Kania juga tertuju pada beberapa berita negatif tentang gadis itu.
"Kamu kenapa sih sayang?" Liona tiba-tiba datang dengan membawa cemilan di tangannya.
"Apa ibu tahu tentang berita yang hari ini sedang viral."
"Maksudnya tentang Raisa?"
"Iya, tapi sebelum ini aku melihat sebuah video yang memperlihatkan Raisa tengah mempermalukan Adelia di depan umum."
"Lalu?"
"Apa Ibu tidak curiga jika semua ini berhubungan?"
"Maksudnya bagaimana?"
"Saat Raisa menghina Adelia, di saat itu pula ku dengar kontrak kerja sama dengan Perusahaan Tyler langsung di putuskan oleh Pak Dave. Lalu sehari setelahnya, langsung ada berita tentang penganiayaan terhadap Raisa dan di waktu bersamaan juga ada orang yang menyebar luaskan berita negatif tentang Raisa. Menurut ku semua ini seperti sudah di rencanakan oleh seseorang."
"Jadi menurutmu siapa yang melakukan itu."
"Menurut ku itu Dave, tapi aku belum tahu pasti apa motif pria itu sampai melakukan hal itu. Karena tidak mungkin jika dia melakukan hal itu hanya karena Adelia."
"Kenapa kau bisa berpikir sejauh itu? Sudah jangan di pikirkan lagi, mungkin ini hanyalah sebuah kebetulan dan tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang kau tebak itu."
"Iya, mungkin aku terlalu banyak berpikir."
*
*
1 bukan kemudian...
Kini kondisi Haris sudah sangat membaik, dan sesuai dengan apa yang di katakan oleh Deni. Mereka berdua pun langsung berlibur selama 1 Minggu di kapal pesiar yang sangat mewah dan juga besar.
Adelia nampak sangat takjub ketika melihat kapal pesiar yang akan mereka naik ki, bahkan mungkin ini adalah pertama kalinya Adelia melihat kapal pesiar secara dekat.
"Pak Deni, apa ini kapal pesiar yang akan jadi tempat liburan saya dan suami saya?"
__ADS_1
"Iya Nona Adelia, bagaimana apa kau suka?"
"Iya tentu, saya sangat suka."
"Baguslah jika kalian suka, saya akan mengantarkan anda ke kamar."
Lalu Deni langsung mengantarkan Adelia dan Haris ke sebuah kamar, setelah itu Adelia dan Haris nampak senang saat melihat kamar yang akan mereka tinggali selama 7 hari.
Haris langsung memeluk Adelia dari belakang, dengan bisikan lembut Haris langsung menggoda istrinya.
"Bagaimana jika kita..." Bisik Haris.
Dan Adelia pun sudah tahu apa yang di maksud oleh Haris, "Tapi ini masih siang, bagaimana jika ada orang."
"Lalu kenapa jika masih siang, lagi pula tidak akan ada orang yang mengintip."
Mendengar hal itu Adelia pun tersenyum malu, "Tapi kunci dulu pintunya, aku tidak mau tiba-tiba ada orang yang masuk."
"Siap Tuan putri."
Haris langsung mengunci pintu, lalu dia langsung berjalan ke arah Adelia. Wanita itu sudah menunggu di atas ranjang dengan ekspresi yang sudah di penuhi oleh gairah. Perlahan Haris langsung membuka satu persatu pakaian milik Adelia hingga wanita itu sudah tidak menggunakan apa-apa.
Perlahan Adelia mulai menjilat sebuah loli yang di sukai oleh setiap wanita, nampak Haris terdiam dengan raut wajah yang tidak bisa di jelaskan.
Lalu perlahan tangan Haris mulai bergerak ke tempat yang becek tapi bukan genangan air, Adelia terlihat sudah sangat lemas dan sudah tidak berdaya.
Dia langsung meminta Haris untuk langsung memulai ritual mereka berdua, terdengar suara indah nan merdu terdengar jelas menggema di seluruh ruangan tempat mereka berdua.
Hawa dingin pun berubah menjadi panas hingga keduanya di banjiri oleh keringat, Adelia hanya bisa memeluk suaminya dengan mata yang memejamkan. Kenikmatan terus di berikan oleh Haris hingga Adelia tidak bisa berkata-kata dan tidak mampu mengungkapkan rasa nikmat yang di berikan oleh suaminya.
Cukup lama bermain bermain akhirnya Haris langsung menyudahi permainan mereka dengan semburat cinta yang langsung masuk ke dalam tubuh Adelia.
Wanita itu kini terbaring lemah tak berdaya, permainan Haris memang pantas di berikan dua jempol.
"Apa kau lelah?"
"Iya, Mas. Aku mengantuk.."
__ADS_1
"Ya sudah, tidurlah sayang. Nanti malam kita jalan-jalan."
"Iya mas, peluk."
Melihat Adelia yang tengah bermanja-manja kepadanya, Haris pun tersenyum dan langsung memeluk tubuh Adelia.
Nampak tangan Adelia memainkan otot-otot yang ada di tubuh Haris.
"Mas, kok kulitmu lembut banget yah bahkan putih dan cerah kayak orang yang suka perawatan."
Adelia melihat kulit tangan Haris yang sangat lembut dan juga putih, "Ini hanya perasaanmu saja, sayang."
"Masa sih? Tapi dari kulit tubuh mu, mas itu kayak bukan pekerja susah deh."
Haris hanya bisa terdiam sesaat, "Sudah ayo tidur, apa kau ingin aku melakukannya lagi?"
"Ih, mas.. Genit."
Setelah itu Adelia pun langsung terlelap dalam tidurnya, Haris yang melihat istrinya tertidur pun langsung melepaskan topeng di wajahnya.
"Gila.. Panas banget." Haris hanya bisa memaki hawa panas di wajahnya karena topeng yang terus melekat di tubuhnya terutama saat dia sedang bercinta dengan Adelia.
Kini tatapan mata Haris tertuju pada Adelia dengan senyuman manis, Haris langsung mencium kening istrinya.
"Aku berjanji akan menjadikanmu wanita yang paling bahagia di dunia ini,"
Setelah mengatakan itu Haris langsung mengambil sebuah pakaian yang sudah di sediakan di dalam lemari, lalu pria itu langsung pergi keluar dari kamarnya dan Adelia.
"Bagaimana? Apa perhiasan yang ku pesan sudah jadi?"
"Sudah Tuan, semuanya sudah jadi sesuai dengan permintaan anda. Dan saya juga membawanya."
"Aku hanya akan memberikan cincin dan kalung kepada Adelia di depan umum, dan untuk sisanya akan ku berikan setelah acaranya selesai."
"Baik Tuan, kalau begitu saya akan menyimpan semua perhiasan ini sampai waktunya tiba."
"Tentu, jaga baik-baik jangan sampai perhiasan milik ku hilang."
__ADS_1
"Baik Tuan."
Setelah itu Dave pun langsung pergi meninggalkan Deni, untuk saat ini dia akan menjalankan rencana yang telah dia siapkan secara matang. Mungkin rencana ini akan membuat Adelia sedikit mengeluarkan air mata tapi yang pasti wanita itu akan bahagia dengan akhir dari rencananya.