
Adelia perlahan mulai membuka matanya, dia merasakan wajahnya dingin dan basah oleh air. Lalu matanya melihat seseorang yang tengah memeluk dirinya dengan kondisi yang masih menggunakan pakaian.
"Kak Kania.." Gumam Adelia dengan nada yang lemah.
Kania masih tidak memperhatikan Adelia yang mulai sadar, tatapannya masih terpaku pada sosok Liona yang tengah menyeret Ariana.
"Dasar wanita j*lang beraninya kau menjual Adelia untuk kedua kalinya." Maki Liona.
Plak.. Plak.. Plak.. Plak..
Terdengar terus tamparan dari Liona untuk Ariana, wanita itu hanya bisa meminta maaf dan meminta agar Liona tidak terus menyiksanya.
Sementara pria yang hendak meniduri Adelia sudah terkapar di atas lantai dan tidak sadarkan diri karena saat Toni hendak meniduri Adelia, Kania langsung datang dan memukul pria itu dengan kayu hingga pingsan.
"Hentikan.. Hiks.. Hiks.. Hiks.." Ariana hanya bisa menangis saat Liona terus menghajarnya.
"Hentikan kau bilang, wanita p*lacur seperti mu memang harus di hajar seperti ini."
Liona terus menampar dan menendang tubuh Ariana, "Arg.. Aku akan melaporkan hal ini kepada polisi."
"Aku yang akan melaporkan mu atas kejahatan mu, kau telah menjual putri ku."
"Dia putri ku.."
"Aku yang membesarkan nya menjadi wanita berpendidikan dan sekarang kau ingin menjadikannya sama seperti mu, menjadi seorang p*lacur.." Liona terus memaki Ariana, wanita itu tidak bisa melawan semua kekerasan yang di berikan oleh Liona.
Hingga pihak keamanan datang dan langsung mengamankan Ariana, kini Ariana harus mendekam di penjara atas tuduhan prostitusi yang di jalankan nya.
Tak beberapa lama Dave pun datang, dia langsung panik melihat kondisi Adelia yang terkapar lemas di atas ranjang.
Melihat Dave datang, Kania langsung pergi menjauh dari Adelia.
"Kau tenang saja, dia belum di sentuh oleh pria itu." Liona langsung mengatakan hal itu kepada Dave, pria itu hanya tersenyum.
__ADS_1
"Terimakasih telah menyelamatkan Adelia, aku tidak bisa membayangkan jika kalian berdua tidak ada di sini dan membantu Adelia. Mungkin sekarang istri ku sudah.."
Tapi Liona seakan tidak peduli dengan semua ucapan terimakasih dari Dave.
"Ayo sayang, kita pergi." Ajak Liona kepada putrinya.
Kini Adelia sudah berada di rumah, kondisinya pun sudah membaik dan Adelia sudah sadar sepenuhnya.
"Apa benar yang telah menyelamatkan ku adalah Ibu Liona dan Kania?" Adelia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar.
"Iya, mereka berdua yang telah menyelamatkan mu. Aku juga mengetahui hal ini ketika Kania menelpon ku menggunakan handphone mu,"
Adelia langsung terdiam sesaat, dia tidak menyangka jika orang yang dia anggap jahat adalah orang yang telah menolongnya.
"Bagaimana bisa Ibu ku tega menjual ku kepada pria hidung belang." Adelia hanya bisa menangis dengan penuh rasa kecewa.
Dave yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas, "Mungkin kau harus tahu siapa ibumu yang sebenarnya."
"Ibumu seorang mucikari di sebuah rumah bordil, dan aku tidak mengatakan ini karena aku sangat menghargai mu. Jadi aku tidak mengatakan hal itu."
Selama ini Dave sudah tahu latar belakang dari Ariana tapi pria itu hanya diam karena tidak ingin melukai perasaan Adelia.
Adelia terdiam dengan raut wajah kecewa. "Lalu dimana sekarang ibuku?"
"Dia di penjara, Ibu tiri mu yang memenjarakannya."
*
*
*
Liona tengah duduk di sofa ruang tamu, ingatannya terus tertuju pada saat melihat Adelia tengah akan di perkosa oleh pria hidung belang.
__ADS_1
Rasa marah menjalar keseluruhan pori-pori kulitnya, dari dulu sampai sekarang Liona memang sangat membenci Ariana.
"Bu, apa kau baik-baik saja?"
"Ibu baik-baik saja, kau mau kemana?"
"Aku ada urusan sebentar,"
"Ya sudah, hati-hati di jalan sayang." Liona langsung mencium kening putrinya dengan sangat lembut.
Di saat Liona hendak pergi ke kamar, seorang pelayan menghampirinya dan mengatakan jika Adelia datang untuk berkunjung.
Kini Adelia dan Dave tengah duduk di sofa, di depannya sudah ada Liona yang menatap tajam ke arah Adelia.
"Untuk apa kau datang ke sini?" Liona tanpa nada bersahabat langsung bertanya ke Adelia.
Tapi Adelia tersenyum dengan tulus dan penuh rasa bahagia. "Terimakasih Ibu, berkat kau. Aku tidak sampai di lecehkan oleh pria itu."
Liona yang mendengar ucapan terimakasih dari Adelia hanya diam dan tanpa membalas perkataan Adelia, tapi wanita itu malah memaki Adelia.
"Kau itu, aku dulu mengajarkan mu untuk menjadi wanita yang pintar. Tapi kau malah menjadi wanita polos, bego dan tolol. Kau bahkan tidak bisa membedakan mana yang ingin berniat jahat kepadamu." Maki Liona yang kesal jika mengingat apa yang telah terjadi pada Adelia.
"Maaf.. Aku tidak tahu karena aku berpikir jika dia ibu kandung ku dan pasti dia akan memperlakukan ku dan menjaga ku dengan baik."
"Adelia berapa kali aku selalu mengatakan kepada mu, hati manusia itu sangat sulit untuk di tebak. Jangan hanya karena dia memiliki ikatan darah bukan berarti dia juga akan baik kepada kita."
"Iya maaf, tapi kenapa Ibu menolong ku? Bukankah dari dulu kau sangat membenci ku?"
Liona langsung terdiam saat Adelia mengajukan pertanyaan tersebut, rasa bingung mulai menyelimuti pikiran Liona. Entah kenapa dia membenci Adelia, tapi di hati kecilnya dia tidak ingin melihat gadis itu di sakiti oleh orang lain.
"Iya karena kau bagian dari keluarga Anggara dan aku tidak ingin jika kau menodai nama baik keluarga Anggara yang telah ku jaga selama ini."
Mendengar hal itu Adelia tersenyum, meski begitu dia tetap bahagia karena Liona masih memperdulikannya. Bahkan mungkin Liona lebih baik dari pada Ariana.
__ADS_1