
Malam harinya...
Haris terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ketukan di pintu rumah, dia melihat Adelia masih tertidur lelap. Haris buru-buru kembali menggunakan topengnya, lalu dia langsung keluar dari rumahnya.
Rupanya Deni datang untuk mengatakan tentang rencana perusahaan, tapi Haris langsung buru-buru mengusir pria itu karena dia tidak ingin sampai Adelia tahu.
Adelia terbangun dari tidurnya, dia masih mengingat mimpinya yang terus terbayang di dalam benaknya. Ketika dia melihat sosok Dave di sampingnya, "Aduh.. Kenapa aku tiba-tiba memimpikan pria itu,"
Mimpi itu seperti nyata, Adelia mulai mengumpulkan nyawanya. Lalu Haris datang menghampiri istrinya yang terbangun, "Kenapa bangun, hari masih malam."
"Aku tadi bermimpi tapi seperti nyata,"
"Mimpi apa?"
"Bukan apa-apa." Adelia tidak berani mengatakan tentang mimpinya karena tidak mungkin dia mengatakan jika dia bermimpi tidur di samping pria lain yaitu Dave, pasti Haris akan marah dan kesal saat mendengar mimpi Adelia.
"Ya udah, kita tidur lagi." Ajak Haris.
Lalu Adelia pun kembali tertidur dengan tubuh yang memeluk suaminya, tangan Adelia terus bermain-main di dada bidang suaminya. Haris hanya tersenyum kecil saat melihat tingkah Adelia.
Keesokan harinya...
Adelia sudah bersiap dengan pakaian yang menurutnya paling bagus, begitu juga dengan Haris. Pria itu menggunakan jaket, topi dan juga masker di wajahnya.
"Apa beneran kita akan pergi ke mall?" Adelia masih ragu karena mereka berdua orang miskin dan mungkin ke mall hanya akan buang-buang waktu saja.
"Tentu saja."
Lalu Haris langsung mengajak Adelia untuk naik ke atas motor beat, Adelia terdiam dengan wajah heran.
"Motor siapa ini?"
"Oh, ini motor bos ku. Aku sengaja meminjamkannya," Bohong Haris karena ini adalah motor anak buahnya yang dia pinjam.
Kini Adelia langsung naik motor tidak lupa dia menggunakan helm, di sepanjang jalan nampak Adelia dan Haris mengobral sambil sesekali tertawa bersama. Hingga motor Haris berhenti di sebuah mall besar, tapi nampak dari luar sangat sepi.
"Apa mall nya buka? Kok sepi yah?" Tanya Adelia memastikan.
"Buka kok."
__ADS_1
Haris langsung mengajak Adelia untuk masuk ke dalam, semua staf mall sudah di ganti oleh anak buah Haris.
Adelia langsung masuk ke dalam, ada beberapa pengunjung mall yang merupakan anak buah Haris.
"Bagaimana jika kita berkeliling dulu." Ajak Haris.
Lalu Adelia melihat berbagai toko busana yang rupanya tengah diskon 99%, bahkan pakaian bermerk pun sedang diskon besar-besaran. "Apa ini tidak salah? Semuanya diskon 99%?" Adelia menatap tidak percaya, dia melihat banyak pakaian bagus yang di jual dengan harga murah.
"Iya, bagaimana jika kita beli." Ajak Haris.
Dengan semangat Adelia langsung menganggukkan kepalanya, Haris melihat staf toko. Staf itu langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya, karena mereka adalah anak buah Haris.
"Berapa harga yang ini?" Tanya Adelia.
"Harganya hanya Rp.50.000." Jawab Staf toko.
"Hah? Serius, baju sebagus ini cuman 50 ribu." Adelia menatap tidak percaya, apakah hari ini dia sangat beruntung.
"Iya Nona karena sekarang ulang tahun mall yang ke 10 tahun, jadi kami mengadakan diskon besar-besaran."
Mendengar hal itu Adelia hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia langsung membeli banyak pakaian dengan harga murah.
Setelah selesai membeli pakaian, Adelia melihat sebuah perlombaan yang di adakan di mall dan hadiahnya berupa handphone iPhone 14 Pro Max, "Kita ikutan yu." Ajak Haris.
Nampak Haris mengendong Adelia, tapi mata Haris langsung memberikan kode kepada anak buahnya untuk menyerah. Satu persatu pasangan tidak kuat, dan akhirnya Adelia dan Haris pun memenangkan perlombaan.
"Selamat anda mendapatkan handphone iPhone 14 Pro Max." Ucap penyelenggara acara seraya memberikan handphone tersebut kepada Adelia.
"Terimakasih," Adelia sangat senang karena dia bisa mendapatkan handphone secara gratis.
Haris yang melihat itu langsung memberikan kode berupa jempol kepada anak buahnya, kini mereka langsung berjalan ke sebuah salon. Adelia langsung di tarik oleh seorang staf salon dan mengatakan jika Adelia adalah pelanggan yang ke 100 dan dia mendapat hak istimewa berupa perawatan rambut, wajah dan juga tubuh secara gratis.
"Apa kau serius?" Adelia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Iya, apakah nona tertarik?"
"Tentu saja," Adelia merasa hari ini dia sangat beruntung karena seketika banyak sekali hal-hal baik yang menghampirinya.
Haris kini hanya menunggu di luar salon dengan kedua tangan yang penuh oleh paper bag, lalu seorang anak buah menghampirinya. Mereka sudah menyiapkan restoran mahal dan mewah untuk Haris dan juga Adelia.
__ADS_1
"Kerja bagus," Haris memuji pekerjaan bawahannya yang sangat rapi, bahkan Adelia tidak menyadari jika semua ini adalah rencananya.
Cukup lama menunggu, Adelia pun keluar dari salon dengan tampilan yang sangat cantik. Dia juga membawa sebuah paper bag kecil yang berisikan produk kecantikan dengan merek ternama.
"Kau lihat mereka memberikan satu set make up dan juga skincare."
"Baguslah, bagaimana jika kita cari makan." Ajak Haris.
Adelia menganggukkan kepalanya, dia memang merasa cukup lapar terlebih lagi sudah beberapa jam mereka berkeliling di mall.
Kini Haris masuk ke dalam sebuah restoran mewah dan saat masuk keduanya langsung di sambut oleh pelayan restoran.
"Selamat kalian berdua adalah pengunjung yang ke 1.000, jadi kami memberikan diskon 99%." Ucap seorang pelayan dengan wajah yang ceria.
"Sungguh?" Adelia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar hari ini.
"Betul sekali, mari saya antar ke meja anda."
Haris hanya tersenyum, lalu dia mengikuti langkah pelayan dan membawa mereka ke sebuah ruangan VIP.
"Apa tidak salah kita di bawa ke ruangan seperti ini?" Bisik Adelia.
"Sudah, mungkin ini hari keberuntungan kita. Jadi nikmati saja."
Lalu beberapa pelayan datang dan menyediakan banyak makanan enak, Adelia hanya tersenyum. Lalu keduanya langsung menyantap makanan itu dengan lahap, nampak Adelia sangat bahagia karena hari ini dia mendapatkan banyak barang-barang bagus dengan harga yang sangat murah.
"Apa kau bahagia?" Tanya Haris dengan mata yang melihat ke arah Adelia.
"Tentu saja, aku sangat bahagia. Mungkin ini adalah hari keberuntungan ku seumur hidup."
"Baguslah jika kau bahagia,"
"Iya, apa setelah ini kita langsung pulang?"
"Terserah kau saja, atau mungkin kau ingin berbelanja lagi?"
"Emmm. Tapi apa semua toko sedang diskon?"
"Entahlah, tapi sepertinya iya."
__ADS_1
"Emm.. Sebaiknya kita langsung pulang saja, lagi pula kita sudah banyak membeli barang dan pasti akan sulit membawanya."
Haris langsung terdiam sesaat, dia baru saja melupakan satu hal. Bagaimana caranya membawa barang sebanyak ini dengan menggunakan sepeda motor.