Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder

Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder
Kenapa aku yang di salahkan?


__ADS_3

Dave langsung duduk di samping Kania karena hanya ada satu tempat duduk tapi Dave tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena dia berhadapan langsung dengan Adelia.


"Kalian berdua sangat cantik." Puji Dave dengan tatapan mata kepada Adelia.


"Terimakasih Pak Dave, anda juga malam ini terlihat sangat tampan." Puji Kania dengan senyuman di wajahnya.


Tapi Dave seakan menghiraukan perkataan Kania, lalu pelayan pun datang dan memberikan buku menu kepada mereka bertiga.


"Nona Adelia, kau ingin pesan apa?"


"Emm.. Entahlah." Adelia cukup bingung mau memesan apa karena dia jarang pergi ke restoran mewah dan mahal seperti ini.


"Bagaimana jika makanan ini, rasanya sangat enak." Saran Dave kepada Adelia.


Adelia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, "Pelayan saya pesan 2 steak, lalu nona Kania. Kau mau memesan apa?"


Kania sedikit tersenyum meski di dalam hatinya kesal karena Dave malah memperhatikan Adelia dari pada dirinya, "Saya juga pesan steak."


Tak beberapa lama makanan yang mereka pesan pun datang, Adelia nampak kesulitan dalam memotong daging steak. Lalu Dave langsung memberikan daging steak miliknya yang sudah di potong-potong, "Terimakasih Pak Dave."


"Sama-sama, makanlah secara perlahan. Dan nikmati setiap gigitan." Dave tersenyum dengan mata yang melihat ke arah Adelia.


Kania yang melihat hal itu semakin emosi, dia berniat mengajak Dave untuk makan malam agar dia bisa berduaan dan bisa mendekati Dave. Tapi kenyataannya, pria itu malah mendekati Adelia.


"Dasar anak haram, kau dan ibumu tidak jauh berbeda sama-sama suka merayu pria orang lain." Pikir Kania dengan perasaan marah di hatinya.


"Bagaimana rasanya, Nona Adelia? Apa enak?" Dave langsung bertanya dengan nada lembut dan senyuman manis di wajahnya.


"Enak, Pak Dave." Adelia hanya bisa menundukkan kepalanya, dia heran kenapa pria itu terus memperhatikannya.


"Adelia, bagaimana keadaan suamimu. Apa dia memenuhi kebutuhan mu?" Kania langsung mengungkit hubungan Adelia agar Dave tahu jika Adelia sudah menikah.

__ADS_1


"Mas Haris keadaannya baik-baik saja dan dia juga memenuhi kebutuhan mu dengan baik."


"Syukurlah, Pak Dave. Adelia ini pengantin baru, tapi Pak Dave sudah tahu yah?" Kania langsung membicarakan status Adelia yang merupakan seorang istri.


"Ah iya, saya sudah tahu. Lalu dimana kalian tinggal?" Tanya Dave dengan mata yang melihat ke arah Adelia.


"Mereka tinggal di sebuah apartemen yang ada di kota," Kania langsung menjawab perawatan yang di tujukan kepada Adelia.


"Sungguh?" Dave tersenyum di dalam hatinya, "Apartemen apa? Dasar wanita licik." Pikir Dave.


"Iya,"


Adelia melihat Kania yang seperti tengah mencari perhatian Dave, tapi pria itu seakan enggan untuk meladeni Kania. Lagi dan lagi Dave malah mengajak ngobrol Adelia, dan hal itu membuat Kania semakin marah.


Di saat Adelia tengah makan, tidak sengaja bibir Adelia sedikit belepotan. Dave langsung mengambil satu tangan di saku jasnya dan langsung mengelap sisa makanan di bibir Adelia.


"Kau makan seperti anak kecil." Dave tersenyum dengan tangan yang menyeka sisa makanan di bibir Adelia.


Di dalam pikiran Adelia saat ini, dia adalah seorang wanita yang sudah memiliki suami dan tidak pantas jika ada pria asing malah melakukan hal seperti itu kepadanya. Di tambah lagi, Adelia pasti akan di amuk oleh Liona dan juga Kania.


Kania hanya bisa tersenyum dengan wajah yang tengah menahan emosi, "Adelia, kamu itu yah. Jangan seperti anak kecil, kan jadi malu." Kania menasehati Adelia dengan nada yang lembut dan juga hangat.


Adelia hanya tersenyum dengan wajah yang menunduk, setelah cukup lama makan malam. Dave terus menunjukkan perhatiannya kepada Adelia, dan hal itu membuat Kania semakin kesal.


Kini acara makan malam pun selesai, Kania langsung buru-buru pulang ke rumah. Adelia hanya bisa terdiam dengan wajah yang bingung karena dia pasti akan di marahi oleh Liona.


Tapi Adelia langsung meminta kepada supir untuk langsung mengantarnya pulang ke rumah dan tidak ke tempat keluarga Anggara dulu, tapi di tengah perjalanan tiba-tiba supir yang membawa Adelia di telpon oleh Liona dan menyuruhnya untuk membawa Adelia ke rumah keluarga Anggara.


Kini Adelia berada di rumah keluarga Anggara, Liona yang melihat kedatangan Adelia langsung berjalan cepat dari dalam rumah dan menghampiri Adelia.


Plak...

__ADS_1


Terdengar suara tamparan yang sangat keras, Adelia terdiam dengan wajah yang terkejut.


"Apa maksudmu, kenapa kau malah menggoda Pak Dave." Maki Liona dengan mata yang marah.


"Aku tidak menggoda pria itu."


"Jadi maksudmu, Pak Dave yang tertarik kepadamu. Apa kau kira aku bodoh, mana mungkin pria kaya seperti Pak Dave tertarik kepadamu jika bukan kau yang menggodanya."


"Terserah kau mau mengatakan apapun tentang ku, tapi aku sama sekali tidak menggodanya."


"Jangan membela diri, sekarang kau lihat Kania menangis di dalam kamar. Ini semua gara-gara kau, kau telah menghancurkan makan malamnya dengan Pak Dave, semua itu gara-gara mu."


"Aku bahkan tidak ingin ikut makan malam tapi kalian memaksa ku, dan kini karena Pak Dave tidak meladeni Kania. Kau malah menyalahkan ku, harusnya kau suruh anakmu itu untuk berkaca..."


Plak...


"Jaga mulutmu itu, kau tidak pantas menghina putri ku dengan mulut kotor mu itu. Kau dan Ibu pelac*r mu itu sama, kalian sama-sama wanita penggoda."


Adelia hanya diam dengan mata yang menatap marah ke arah Liona, untuk kesekian kalinya dia terus di salahkan atas kesalahan yang bukan salahnya.


"Sebaiknya kau pergi dari sini, dan satu lagi jangan harap supir pribadi keluarga Anggara akan mengantarmu."


Mendengar hal itu Adelia langsung bergegas pergi dengan mata yang berkaca-kaca, di sepanjang jalan Adelia hanya bisa menyeka air matanya yang terus mengalir.


Kenapa malah Adelia yang di salahkan, harusnya mereka menyalahkan Dave bukan dirinya karena pria itu yang terus mendekatinya dan memberikan perhatian kepadanya.


Setelah cukup lama berjalan Adelia pun duduk di trotoar jalan, dengan wajah yang memerah seperti tomat. Adelia terus menahan air mata yang hendak mengalir, lalu dia mengeluarkan handphone miliknya dan langsung menelpon Haris untuk menjemputnya.


Tak beberapa lama Haris pun datang dengan sepeda motornya, tanpa mengatakan apapun Adelia langsung naik ke atas motor dengan tangan yang memeluk suaminya.


Haris hanya diam, meski dia mendengar suara tangisan dari mulut mungil Adelia. Karena Haris sudah yakin jika yang membuat Adelia menangis pasti kedua orang itu.

__ADS_1


"Sialan kalian berdua, beraninya kalian membuat istri ku menangis."


__ADS_2