
"Pak Dave, ada apa?" Adelia terdiam saat melihat raut wajah Dave yang seperti sedang marah.
"Tidak ada, bagaimana apa makannya enak?"
"Enak, sangat enak."
Adelia terkejut saat melihat semua makanan dan minuman yang di sajikan adalah kesukaannya, "Syukurlah jika anda menyukainya,"
Dave melihat Adelia dengan tatapan lembut, sementara wanita itu menatap penuh waspada kepada pria yang ada di sampingnya.
"Ada apa dengan pria itu? Kenapa dia menatap ku seperti itu? Apa jangan-jangan dia akan melakukan perbuatan buruk kepada ku?" Pikir Adelia.
"Nona Adelia, silahkan anda menikmati makanan ini. Saya ada urusan sebentar," Dave langsung keluar dari ruangan untuk menyuruh bawahannya agar orang yang membuat istrinya menunggu langsung di tendang keluar dari perusahaannya.
"Bagaimana?" Dave berjalan ke arah Deni yang sedang menunggunya di luar ruangan.
"Saya sudah memecat orang itu sesuai dengan perintah anda."
"Bagus dan jangan sampai hal seperti ini terulang lagi." Dave langsung memberikan peringatan kepada Deni karena dia tidak ingin jika istrinya di buat sampai kehausan seperti tadi.
"Baik, saya pastikan hal seperti ini tidak akan lagi terulang."
"Bagus."
Setelah itu Dave langsung masuk ke dalam ruangannya, nampak Adelia tengah makan lalu matanya langsung melihat Dave saat pria itu masuk ke dalam ruangan.
"Pak Dave tidak ikut makan?" Adelia merasa tidak enak jika hanya dirinya saja yang makan.
"Tentu, saya juga akan makan."
Lalu Dave langsung makan bersama dengan Adelia, wanita itu hanya diam dan tidak banyak bicarakan selama makan. Tapi Dave terus melihat ke arah Adelia, ingin sekali Dave bercocok tanam dengan Adelia di kantor tempatnya bekerja pasti sensasi nya akan lebih berbeda dan pastinya lebih hot.
"Nona Adelia, apa anda datang sendirian ke sini?"
"Iya,"
"Bukannya anda sudah menikah tapi kenapa suami mu tidak mengantarkan mu ke sini."
"Dia sedang bekerja, jadi tidak bisa mengantarkan ku ke sini."
"Sungguh? Apa dia orang yang sangat tampan sampai membuat anda jatuh cinta seperti ini."
__ADS_1
Mendengar hal itu Adelia terdiam, lalu tak beberapa lama wanita itu tersenyum dengan lembut. "Dia adalah orang yang sangat tampan, bahkan pria yang paling tampan yang pernah ku temui."
Dave yang mendengar hal itu langsung terdiam, seketika wajahnya sangat memerah karena secara tidak langsung Adelia tengah memuji dirinya.
"Apa kau sangat mencintainya?"
"Tentu,"
"Sayang sekali, tapi bagaimana jika ada seorang pria tampan yang mendekati Anda dan menyatakan perasaannya kepada mu. Apa kau akan menerima perasaan cintanya?"
Adelia langsung melihat ke arah Dave, "Tidak karena aku sudah memiliki suami." Jawab Adelia dengan nada halus tapi terdengar intonasi yang sangat tegas
"Beruntung sekali pria yang menjadi suami anda saat ini, saya sebagai pria sangat iri kepada suami anda, Nona Adelia."
"Pak Dave, anda sangat pintar bercanda."
Mendengar hal itu Dave hanya terkekeh senang, hari ini mood nya sedang baik dan dia ingin sekali menggoda istri kecilnya.
"Nona Adelia, anda sangat cantik sekali. Bahkan wangi tubuh anda sangat harum.." Dave tiba-tiba mengatakan hal itu, Adelia yang tengah makan langsung menatap ke arah Dave dengan mata yang membulat sempurna.
"Pak Dave, apa yang anda katakan? Sebaiknya anda jangan bercanda." Adelia menanggapi hal itu dengan sinis dan dingin.
"Aku tidak bercanda, aku serius." Dave tiba-tiba mendekat Adelia dengan senyuman di wajahnya.
"Tentu saja tidak, aku wanita yang sudah memiliki suami. Sebaiknya Pak Dave jangan berpikir yang macam-macam."
"Tidak apa jika kau punya suami, aku masih siap menjadi selingkuhan mu, Nona Adelia."
Dave nampak tersenyum saat mengatakan hal itu karena seakan dia tengah menyelingkuhi dirinya sendiri.
"Tidak mau, aku adalah wanita yang setia."
"Tapi aku adalah pria tampan bahkan aku juga sangat kaya raya, bagaimana?"
"Aku tidak mau, aku wanita yang setia. Sebaiknya Pak Dave, menjauh dari ku."
Tapi entah kenapa tidak ada perasaan benci di hati Adelia saat Dave mendekatinya, perasaannya seperti tidak asing dan bahkan membuat Adelia merasa nyaman.
Lalu Dave langsung menarik kaki Adelia agar wanita itu tertidur di atas sofa, perlahan Dave merangkak ke atas tubuh Adelia. Adelia bisa melihat wajah tampan pria itu, bahkan Adelia bisa melihat mata coklat milik Dave.
"Tatapan mata ini, seperti tidak asing." Pikir Adelia.
__ADS_1
Adelia bisa mencium aroma tubuh Dave yang sangat familiar untuknya, Adelia yang mulai kembali sadar dari pikiran-pikiran nya pun langsung menendang bagian sensitif Dave hingga pria itu terjatuh dan mengerang kesakitan.
"Arg..."
Adelia pun langsung panik saat melihat Dave tengah menahan sakit di bagian bawah tubuhnya. "Pak Dave, aku minta maaf."
Adelia langsung buru-buru kabur dari ruangan Dave, dia tidak ingin di jebloskan ke penjara oleh pria itu.
Tanpa Adelia sadari jika di telah menendang pisang jumbo milik suaminya sendiri
"Arg... Adelia, apa yang kau lakukan..." Maki Dave karena ulah istrinya sendiri, dia harus menahan rasa sakit.
Tak beberapa lama Deni pun datang dan langsung panik saat melihat keadaan Dave yang seperti itu, asisten nya pun langsung membawa Dave ke rumah sakit.
Sementara Adelia...
Hanya bisa berjalan dengan perasaan bingung dan juga bimbang, dia masih takut jika terjadi sesuatu hal yang sangat buruk pada Dave dan dia akan di salahkan. Dan mungkin yang lebih parahnya lagi Adelia akan di penjara.
"Aku tidak mau di penjara, jika aku di penjara aku tidak bisa merasakan pisang jumbo milik Haris lagi.." Rengek Adelia.
Kini Adelia berada di dalam rumah, hari sudah mulai sore tapi Haris belum juga pulang.
"Mas Haris kemana yah?"
Adelia terus melihat keluar tapi dia belum melihat tanda-tanda kedatangan suaminya, untuk malam ini Adelia ingin meminta jatah harian yang sudah lama belum mereka lakukan dan lagi Adelia sudah sangat merindukan pisang jumbo milik Haris.
Hari sudah mulai menjelang malam, tapi Haris masih belum juga pulang. Hingga jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tiba-tiba pintu di ketuk dan rupanya itu adalah Haris.
"Mas, kok kamu pulang malem banget sih?"
"Tadi aku masih ada pekerjaan lemburan."
"Oh, begitu yah. Aku sudah siapkan makan malam,"
"Terimakasih sayang."
Setelah makan malam Haris langsung pergi ke kamar untuk beristirahat dan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya masih terasa.
"Mas.." Panggil Adelia.
"Iya sayang."
__ADS_1
"Aku kangen sama pisang jumbo mu."
Mendengar hal itu Haris langsung terdiam, ingin sekali dia mengatakan jika pisang yang Adelia pukul adalah pisang suaminya sendiri yang selalu membuat Adelia terlena dalam kenikmatan.