Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder

Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder
Ranjang yang bergoyang


__ADS_3

Adelia duduk di atas ranjang, jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sore, dia mulai membersihkan tubuhnya karena sebentar lagi Haris akan pulang ke rumah.


Adelia mulai mengeluarkan satu set pakaian tidur dewasa yang sangat seksi, lalu Adelia menggunakan pakaian itu.


Dia melihat tubuhnya yang indah dan semakin seksi saat menggunakan pakaian itu, dada dan bokong nya yang sangat besar, padat dan berisi.


"Apa tidak masalah aku menggunakan pakaian ini."


Adelia terus melihat dirinya di pantulan cermin, ada rasa ragu di hati Adelia dengan tampilannya saat ini.


Tapi dia terdiam saat mendengar suara pintu terbuka, dengan langkah pelan Adelia mengintip dari pintu kamarnya. Rupanya Haris sudah pulang tapi penampilan pria itu sangat berbeda, dia terlihat lebih rapi.


"Mas.."


Mendengar panggilan dari Adelia, Haris dengan malu-malu berjalan mendekat ke arah Adelia. Dia melihat istrinya sudah siap dengan pakaian dinasnya, Haris hanya bisa diam dan menelan air liurnya sendiri saat melihat bentuk tubuh istrinya yang sangat seksi.


"Mas, sebaiknya mandi dulu."


"Tadi mas udah mandi kok, pas di tempat kerja."


Mendengar hal itu Adelia berjalan mendekat, dia memang mencium wangi harum dari tubuh Haris.


Dengan wajah malu-malu, Adelia berjalan ke arah ranjang dan duduk di sana. Dengan tubuh yang membelakangi Haris, Adelia menggelung rambutnya sehingga menampilkan punggung putih dan juga mulus.


"Aku sudah siap Mas." Ucap Adelia dengan wajah yang malu-malu.


Mendengar hal itu Haris berjalan ke arah Adelia, dia mengelus punggung dan juga pundak mulus dan putih milik istrinya.


"Apa kau yakin?" Haris kembali bertanya kepada Adelia, dia takut Adelia menyesal setelah melakukan hal itu.


"Aku yakin," Adelia menjawab dengan nada lembut tapi tersirat sebuah ketegasan di dalamnya.


Perlahan tangan Haris melepaskan pakaian Adelia, wanita itu mulai menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya hingga kini Haris bisa melihat dengan jelas bentuk dada Adelia yang begitu sangat besar dan juga kenyal.

__ADS_1


"Uh.."


Adelia mulai menikmatinya sentuhan yang di berikan Haris, pria itu meremas bagian atas tubuhnya dengan sangat lembut dan sesekali kuat. Lalu Haris membaringkan tubuh Adelia, wajah Adelia sudah sangat memerah.


Dengan perlahan Haris mendekatkan bibirnya pada dada Adelia, Adelia mulai mengeluarkan suara-suara indah saat bibir mengaktifkan mode bayi dan sesekali memainkan bagian sensitif di area buah persik nya.


"Mas.." Adelia memanggil Haris dengan suara yang merdu dan juga halus.


Tangan Adelia mulai meremas rambut suaminya secara lembut, remasan itu seakan menandakan betapa terangsangnya Adelia dengan setiap sentuhan suaminya.


Kini Adelia sudah tidak menggunakan apa-apa, Haris hanya bisa terdiam saat melihat tubuh indah Adelia yang berada tepat di depan matanya.


"Mas jangan liatin kayak gitu, aku malu.."


Haris pun hanya bisa tersenyum, Adelia dengan lembut membelai wajah suaminya dan mencium bibir Haris. Kemudian Adelia melepaskan ciuman di bibir suaminya, nampak Adelia sedikit malu dengan apa yang telah dia lakukan.


Perlahan Haris mengangkat paha Adelia, kini terlihat jelas area yang selama ini Adelia jaga. Haris terkesima dengan kerang milik Adelia yang sangat di jaga oleh wanita itu, tangan Haris membelai paha Adelia dan mulai mengelus area sensitif istrinya yang sangat lembut dan juga putih.


"Kau merawatnya dengan baik." Puji Haris yang masih melihat dengan tatapan yang penuh gairah, tangan Haris membelai bulu-bulu tipis di arena sensitif Adelia.


Wanita itu mengerang saat tangan Haris menyentuh bagian bawah tubuhnya, tangan Haris mulai mengelus-elus bagian sensitif Adelia yang sudah mulai basah oleh cairan yang keluar dari tubuh istrinya.


"Mas.." Rengek Adelia yang sudah di puncak gairahnya.


"Mas akan lakukan sekarang, tahan yah."


Adelia menganggukkan kepalanya, lalu Haris mulai melepaskan semua pakaiannya. Adelia terdiam saat melihat pisang milik Haris yang sangat besar dan juga panjang, Adelia berpikir apakah pisang sebesar itu bisa masuk ke dalam miliknya.


Haris mulai menggesek-gesekkan pisang miliknya hingga Adelia merengek dan sesekali mendesah, hingga Haris menekan pisang miliknya. Adelia sontak menjerit dan menangis dengan rasa sakit yang dia alami saat ini.


"Mas sakit.." Rengek Adelia dengan mata yang berkaca-kaca.


Tapi Haris tidak menjawab dan langsung menekan secara kuat hingga darah mengalir dari ************ Adelia, Haris pun mulai memaju mundurkan pinggulnya hingga Adelia bisa merasakan kenikmatan.

__ADS_1


Terdengar suara ******* yang keluar dari mulut Adelia, Haris terus menggoyang tubuh Adelia dengan cepat. Ranjang kayu menjadi saksi keberutalan Haris saat meniduri Adelia, ranjang tua yang tidak bersalah pun harus ikut bergoyang dan bersuara.


Goyangan rajang pun semakin cepat sesuai dengan goyangan Haris hingga di saat Haris dan Adelia tengah menikmati surga dunia.


Ranjang yang mereka pakai pun langsung patah membuat keduanya jatuh, Adelia yang berada di bawah langsung menjerit kesakitan karena tubuhnya terjatuh ke lantai. Meski ada kasur tapi tetap saja Adelia merasakan sakit.


"Aduh sakit.."


Haris pun langsung bangkit dan menunda dulu kegiatannya karena sekarang kondisi ranjang yang sudah patah, di tambah Adelia kesakitan.


Haris mulai bangkit dan mengambil handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya, ada rasa kesal di hati Haris. Dia sebentar lagi akan sampai pada puncaknya tapi tiba-tiba semua gagal akibat ranjang yang harus patah.


Haris langsung membereskan ranjang di kamar Adelia yang patah, sementara Adelia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selain membereskan ranjang Haris pun langsung mengganti seprei yang kotor oleh darah keperawanan Adelia.


"Apa sudah selesai, Mas?" Adelia datang dengan hanya menggunakan handuk.


"Iya sudah."


Mata Adelia melihat ke arah kasur yang kini ada di atas lantai, "Jadi kita mau lanjutkan yang tadi?"


"Apa kau ingin melanjutkannya?"


"Ayo, Mas karena aku tahu pasti mas masih menginginkan hal itu."


Seakan tahu apa yang di pikirkan oleh Haris, Adelia langsung menarik suaminya ke atas kasur, kini mereka kembali melakukan hal itu lagi.


Dan sekarang tidak ada lagi adegan ranjang bergoyang, meski Haris menggoyang Adelia dengan sangat cepat. Dia tidak perlu khawatir dengan adegan ranjang patah, nampak Adelia sangat menikmati setiap hentakan dan tusukan yang Haris lakukan.


Berbagai gaya mereka lakukan, hingga keringat membanjiri keduanya. Tapi Haris sangatlah gagah dan perkasa, meski dirinya sudah 3 kali keluar tapi Haris tetap bersemangat dan kembali melanjutkan kegiatannya.


Adelia hanya bisa tersenyum senang dan juga pasrah, setiap goyangan yang di lakukan Haris kepadanya. Membuat tubuhnya seakan terbang melayang ke angkasa, kenikmatan yang Haris berikan membuat Adelia sangat ketagihan dengan benda besar dan panjang milik Haris.

__ADS_1


"Ah.. Mas, kau sangat kuat.."


__ADS_2