Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder

Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder
Identitas Haris


__ADS_3

Adelia terbangun dari tidurnya dan rupanya hari sudah mulai menjelang pagi, Adelia mulai bangkit. Dia menatap pantulan dirinya, mata bengkak dan tampilan yang acak-acakan membuat Adelia hanya bisa menghela nafas.


Dia ingat jika semalam dirinya menangis di pelukan Haris tentang kejadian di rumah keluarga Anggara, Adelia bingung bagaimana harus bertemu dengan Haris. Dia sangat malu karena tubuhnya telah di lihat oleh pria lain.


Haris tiba-tiba masuk ke dalam kamar, "Kau sudah bangun?"


"Iya."


"Kalau begitu ayo kita makan, atau kau mau mandi dulu."


"Aku ingin mandi dulu."


Adelia langsung mengambil handuk dan segera membersihkan tubuhnya, setelah mandi dia langsung berjalan ke meja makan. Betapa terkejutnya Adelia saat melihat meja makan yang penuh dengan makanan enak.


"Jangan bilang ini semua dari bos mu."


"Iya, ini semua darinya."


"Bagaimana bisa dia memberikan mu setiap hari makanan yang enak." Adelia tidak habis pikir, kenapa Haris bisa mendapatkan makanan yang enak setiap hari dari Bosnya.


Haris hanya tersenyum tipis. "Karena aku karyawan kesayangannya."


Adelia sedikit mengerutkan keningnya, "Mas.." Tiba-tiba Adelia memanggil.


"Ada apa?"


Dengan tatapan serius Adelia langsung berbisik kepada Haris. "Jangan-jangan kita akan di tumbal kan."


"Apa? Apa maksudmu?"


"Begini dulu aku pernah dengar dari simbok yang bekerja di rumah keluarga Anggara. Jika di kampung nya ada seorang pria kaya raya yang melakukan pemujaan, terus dia suka nyari korban dengan memberikan makanan enak ke korbannya."


"Jadi maksudmu bos ku akan menumbalkan ku?"


"Iya bisa saja, kita harus berhati-hati."


"Sudah jangan ngomong yang gak jelas, sekarang makan saja. Aku jamin gak akan ada hal-hal seperti itu."


Adelia pun langsung memakan makanannya, dia sangat mengakui jika makanan yang selalu Haris dapatkan dari bosnya sangatlah enak. Setelah makan, Adelia mengajak Haris untuk masuk ke dalam kamar karena ingin membicarakan suatu hal penting.


"Apa mas jijik kepada ku?" Tanya Adelia dengan tatapan serius.


"Jijik kenapa?"

__ADS_1


"Iya karena masalah semalam."


"Tentu saja tidak, aku tidak pernah merasa jijik kepada mu."


Mendengar hal itu Adelia terdiam, Haris sangatlah baik kepadanya meski dia memiliki kekurangan baik secara ekonomi dan juga fisiknya.


"Apa mas akan berangkat bekerja hari ini?"


"Iya, hari ini harus bekerja seperti biasa."


"Pulangnya jam berapa?"


"Mungkin sore."


"Pulangnya jangan lama-lama yah, aku ada sesuatu."


"Ada apa?"


Tapi Adelia hanya diam, perlahan tangan Adelia membuka satu kancing bajunya untuk memberikan kode kepada Haris.


Haris yang melihat hal itu hanya bisa diam dengan wajah yang terkejut, "Maksudnya kita akan?"


Adelia langsung menganggukkan kepalanya, "Tapi sekarang mas pergi bekerja dulu." Usir Adelia.


Melihat hal itu Haris tersenyum senang, lalu dia segera pergi bekerja dengan raut wajah bahagia.


"Selamat datang Tuan Dave." Seorang supir menyapa Haris dan memanggilnya dengan sebutan Dave.


Haris tersenyum lalu segera masuk ke dalam mobil, di sepanjang jalan dia menunjukkan rasa bahagia di dalam hatinya.


"Bagaimana dengan pria itu? Apa kalian sudah membereskannya?"


"Sudah Tuan, kami sudah membersihkan pria itu sesuai dengan keinginan anda."


"Baguslah."


Tak beberapa lama mobil yang di tumpangi oleh Haris pun sampai di sebuah mansion mewah dan juga megah. Lalu Haris melepaskan topeng kulit yang melekat di wajahnya, kini terlihat wajah tampan yang selama ini dia sembunyikan dari Adelia.


"Tuan Dave, kita memiliki beberapa rapat dengan beberapa perusahaan. Dan hari ini jadwal anda sangat padat." Ucap sekertaris Dave yang datang dengan memberikan beberapa berkas kepada Dave.


"Batalkan semua pertemuan."


Perkataan Dave sontak membuat semua orang terdiam, Dave adalah sosok pria penggila kerja dia tidak akan pernah membatalkan pertemuan meski dirinya sedang dalam kondisi sakit sekali pun.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Bisik Yulita kepada Deni yang merupakan asisten Dave.


"Aku juga tidak tahu."


Deni berjalan mendekati Dave yang tengah duduk dengan wajah yang senang. "Tuan Dave, apa anda yakin ingin membatalkan semua pertemuan hari ini?" Deni memastikan jika apa yang di katakan oleh Dave salah.


"Tentu saja yakin, ada apa? Apa aku tidak boleh membatalkan pertemuan?" Maki Dave dengan tatapan yang serius.


"Tentu saja boleh, baiklah saya akan menghubungi rekan bisnis kita untuk membatalkan semua pertemuan."


Dave tersenyum dengan wajah yang bahagia, dia sudah tidak sabar ingin segera pulang dan menikmati saat yang paling di nantikan bersama dengan Adelia.


"Tuan Dave, apa anda memanggil saya?" Tanya seorang pria yang datang.


"Elfin, panggil seorang perancang perhiasan untuk datang ke sini."


"Baik,"


"Aku tunggu selama 15 menit."


Mendengar hal itu Elfin langsung buru-buru menghubungi perancangan perhiasan ternama di kota ini.


Semua orang yang ada di mansion Dave bertanya-tanya apa yang sebenernya sedang di alami oleh majikan mereka karena hari ini Dave sangat berbeda.


15 menit kemudian.


Seorang perancang perhiasan telah datang sesuai dengan permintaan Dave.


"Jadi apa kau bisa membuat satu set perhiasan?" Tanya Dave dengan tatapan yang serius.


"Tentu saja saya bisa, memangnya rancangan perhiasan seperti apa yang anda inginkan?"


"Saya ingin satu set perhiasan cincin, kalung, anting dan gelang. Saya ingin cincin di hiasi oleh berlian yang paling mahal yang ada, dan begitu juga dengan kalungnya. Dan juga yang lainnya dan satu lagi, saya ingin semua perhiasan itu terbuat dari emas putih. Dan yang harus kau ingat, model perhiasan itu hanya boleh 1 dan tidak ada yang boleh memiliki bentuk atau model perhiasan yang sama dengan yang aku pesan."


"Baik Pak."


Setelah mengutarakan keinginannya, perancang itu pun langsung pergi meninggalkan mansion milik Dave.


"Jadi anda ingin memberikan hadiah untuk Nyonya Adelia?" Tanya kepala pelayan yang sudah melayani Dave selama bertahun-tahun.


"Iya, aku akan memberikannya hadiah yang paling mewah sampai membuat semua wanita iri kepadanya."


"Itu berarti anda akan mengungkapkan identitas anda yang sebenernya?"

__ADS_1


"Untuk saat ini aku tidak akan mengatakan siapa aku, tapi nanti aku pasti akan mengungkapkan identitas ku di depannya. Di tempat yang mewah dan berkelas, dan di tonton oleh ribuan orang. Agar mereka tahu, siapa istri ku dan wanita yang telah mengisi hati ku."


Mendengar hal itu kepala pelayan tersenyum senang, setidaknya majikannya sekarang sudah menemukan pujaan hatinya.


__ADS_2