
Kania berjalan dengan perlahan, matanya melihat taman kota yang tengah sepi. Hari pun mulai menjelang sore, tapi wanita itu masih tetap duduk diam dan tidak berniat untuk pergi.
Hingga seorang pria datang menghampirinya, pria dengan tampilan sederhana.
"Kau membuat ku menunggu." Kania tersenyum saat mengatakan itu.
"Maaf, tadi aku tidak menemukan angkot jadi harus jalan kaki."
"Bagaimana kabarmu sekarang, Yuda?"
"Kabar ku baik dan aku sudah bekerja, meski tidak sepertimu, lalu bagaimana denganmu ku dengar kau akan menikah."
"Tidak, aku tidak jadi menikah. Pria itu selingkuh."
"Sungguh? Pria bodoh mana yang menyia-nyiakan wanita seperti mu?"
Kania hanya tertawa ringan, hingga kebisuan menyelimuti mereka berdua.
"Kania." Tiba-tiba Yuda memanggil Kania.
"Iya?"
"Hari sudah malam, apa ibumu tidak akan marah? Dan mencari mu."
"Tidak, Yuda. Apa kau tidak ingin kembali memperjuangkan ku?"
Kania tiba-tiba mengatakan itu, Yuda hanya diam dan enggan untuk menjawab.
"Perbedaan kita sangat jelas, kau dan aku seperti langit dan bumi."
Kania terdiam dengan raut wajah yang sayu, Yuda pun begitu. Lalu Kania menyandarkan kepalanya di pundak Yuda dan pria itu memegang tangan Kania yang lembut.
__ADS_1
"Kau pria yang paling baik yang pernah ku temui,"
"Kau terlalu memuji, Kania.."
Kania langsung melihat ke arah Yuda, matanya nampak berkaca-kaca saat melihat wajah tampan pria di depannya.
Dengan lembut Yuda langsung memeluk Kania, wanita itu hanya bisa menangis di dalam pelukan pria yang dia cintai selama ini.
Terdengar Isak tangis dari mulut kecil Kania dan Yuda hanya bisa diam dengan tangan yang memeluk erat tubuh Kania.
"Tapi ayah ku sekarang sudah meninggal, mungkin sekarang kita bisa bersama." Bisik Kania.
Tapi Yuda hanya diam, "Aku yakin kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari pada aku, pria yang kaya, tampan dan memiliki status sosial yang sama dengan mu."
Tapi Kania kembali menangis, selama ini orang yang dia cintai bukanlah Samuel ataupun Dave.
Tapi Yuda, pria miskin yang hanya bekerja di sebuah pabrik. Mereka sudah lama kenal tapi saat itu ayah Kania tidak setuju dengan hubungan mereka, bahkan sang ayah langsung membuat hidup Yuda berantakan.
Dan begitu juga dengan Yuda, pria itu masih mencintai Kania. Wanita yang terlihat jahat di luar tapi saat bersamanya wanita itu langsung berubah menjadi sangat lembut.
Yuda mencium kening Kania, wanita itu pun langsung melihat ke arah Yuda. Dengan senyuman lembut Kania mencium bibir pria di depannya.
"Aku mencintaimu, Kania."
"Aku juga mencintaimu, Yuda."
*
Ariana tengah menahan amarahnya, untuk pertama kalinya dia di jebloskan ke penjara karena hal seperti ini.
Hingga penjaga penjara memanggilnya karena ada seseorang yang ingin bertemu dan rupanya itu Adelia.
__ADS_1
"Sayang, kamu datang untuk membebaskan ku?" Ariana sangat senang melihat putrinya datang berkunjung.
"Tidak, aku tidak datang untuk membebaskannya mu."
"Apa? Apa kau ingin menjadi anak yang durhaka? Kau tidak ingin membebaskan ku dari neraka ini, apa kau sudah tidak waras." Ariana langsung memaki Adelia tanpa henti.
"Harusnya aku yang mengatakan itu, kau ibu ku tapi kau malah menjual ku ke pria hidung belang, dimana hari nurani mu sebagai seorang ibu, kau tega menjual ku darah daging mu sendiri." Adelia langsung mengatakan rasa kecewa di hatinya.
"Hah? Hanya gara-gara masalah ini kau ingin melihat ibumu mendekam di penjara? Lagi pula apa salahnya melayani pria lain? Anggap saja seperti kau melayani suami mu,"
Adelia hanya bisa diam dengan tatapan marah, "Rupanya aku salah telah menilai mu, ku kira yang benar-benar menyayangi ku tapi rupanya kau hanya datang untuk mendapatkan keuntungan dari ku."
"Keuntungan? Kamu jangan sombong yah, lagi pula itu semua kekayaan Dave dan jika bukan karena dia kau tidak akan pernah merasakan hidup mewah seperti itu."
"Iya jika bukan karena aku menikah dengan Dave aku tidak akan menjadi wanita kaya raya, tapi ibu juga harus mengingat. Jika bukan karena status mu sebagai ibu ku, kau tidak akan pernah bisa menikmati harta suami ku."
"Baiklah, ibu minta maaf. Ibu janji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi, ibu sangat menyayangi mu."
"Aku sudah tidak ingin lagi mendengar ocehan mu yang berpura-pura menyayangi ku, lagi pula selama ini aku sudah terbiasa hidup tanpa mu."
Setelah mengatakan hal itu Adelia langsung pergi begitu saja meninggalkan Ariana, nampak Ariana langsung marah dan hendak menyerang Adelia.
Tapi para penjaga langsung menghentikan aksi Ariana dan membawanya kembali ke dalam sel penjara.
Di luar penjara sudah ada Dave yang tengah menunggu istrinya, "Bagaimana?"
"Aku sangat menyesal telah mempercayainya, bahkan tanpa rasa bersalah..."
Sebelum Adelia melanjutkan perkataannya, Dave langsung menghentikannya karena dia tahu hal itu akan semakin membuat Adelia terluka.
"Sebaiknya kita pulang dan jangan pikirkan lagi tentang ibumu, biarkan dia menerima hubungan atas kejahatannya."
__ADS_1