Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder

Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder
Apakah kau tidak jijik dengan wajah ku?


__ADS_3

Kini Adelia berada di sebuah mobil, Haris mengatakan jika dia telah memesan sebuah taksi untuk Adelia, dan Adelia bisa melihat jika di depan mobil taksi ada Haris yang tengah mengendarai motor.


Sesampainya di rumah, Haris langsung membantu Adelia untuk membawakan semua barang belanjaan Adelia masuk ke dalam rumah.


"Bagaimana apa kau suka?" Tanya Haris dengan tatapan hangat.


"Aku sangat suka, terimakasih." Adelia tersenyum lalu dia langsung memeluk suaminya dengan sangat lembut.


"Demi dirimu, aku akan memberikan segalanya yang terpenting kau senang dan juga bahagia." Pikir Haris.


"Jadi apa kau tidak akan memberikan ucapan terimakasih dalam bentuk yang lain?"


"Hah? Dalam bentuk yang lain?" Adelia sedikit terdiam lalu dia mengerti apa yang di maksud oleh Haris.


"Aku cape, Mas. Sekarang istirahat aja dulu," Pinta Adelia karena dia lelah seharian terus berjalan-jalan di mall.


"Baiklah."


Adelia pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai dia langsung mengganti pakaian dengan kaos berwarna putih. Tapi di saat Adelia tengah ganti baju, Haris tiba-tiba masuk dan memeluk Adelia dari belakang.


Adelia tertawa saat Haris meraba-raba pinggangnya yang terasa geli, tapi rabaan itu pun mulai ke area sensitif Adelia. Adelia hanya tersenyum, lalu tiba-tiba terdengar suara telpon dari handphone Nokia zaman dulu milik Haris.


Haris langsung mengangkat panggilan itu, wajahnya nampak serius saat mendapatkan panggilan dari seseorang. Setelah Haris menutup panggilan tersebut, pria itu langsung pamit ke Adelia karena bos nya menelpon dan menyuruhnya untuk cepat datang.


Adelia hanya tersenyum, setelah kepergian Haris. Adelia membuka ponselnya dan melihat-lihat fitur yang ada di handphone barunya.


Lalu Adelia menginstal Instagram, tapi setelah membuat akun Instagram Adelia terdiam saat melihat foto seorang wanita cantik dengan sosok pengusaha sukses yang tak lain adalah Dave.


"Jadi pria itu sudah memiliki kekasih?" Gumam Adelia dengan wajah datar, tanpa dia tahu pria yang berfoto bersama dengan wanita lain itu adalah suaminya sendiri.


*


*


Dave berjalan dengan langkah santai tapi tatapan menunjukkan kemarahan yang sangat besar.


"Dave, kau sudah datang?" Seorang wanita cantik langsung berjalan ke arah Dave dan memeluk pria itu.

__ADS_1


Tapi Dave langsung menyingkirkan pelukan wanita di depannya, "Ada apa? Kenapa kau membuat keributan di rumah ku?" Maki Dave dengan tatapan kesal karena waktunya bersama dengan Adelia harus terganggu.


"Katakan kepada ku, bahwa berita itu tidak benar."


"Berita apa?"


"Berita jika kau telah menikah dengan seorang wanita."


Raisa menatap Dave dengan penuh harap, "Itu benar, aku telah menikah dan sebaiknya kau jangan menggangu ku lagi, Raisa."


Raisa menatap tak percaya dengan apa yang telah dia dengar, "Kau tidak bisa menikah dengan wanita lain, aku sudah lama mencintaimu. Atas dasar apa dia bisa memiliki mu, sementara aku bahkan lebih lama mengenal mu."


Raisa merupakan teman masa kecil Dave, dan Dave hanya mengganggap hubungan mereka sebatas adik kakak tidak lebih.


"Kau tidak berhak menanyakan hal itu kepada ku, lagi pula ini hidup ku. Jadi aku berhak menentukan siapa yang pantas untuk menjadi istri ku, dan kau tidak pantas. Bahkan jika di bandingkan dengan kotoran istri ku, kau tidak ada apa-apanya."


Setelah mengatakan hal itu Dave langsung menyuruh anak buahnya untuk mengusir Raisa secara paksa dari rumahnya, awalnya Dave memang memanjakannya karena melihat kondisi ekonomi keluarganya yang sangat tidak baik. Terlebih lagi, ibu Raisa dulu adalah pembantu di rumah Dave yang sudah mengurus keluarganya dengan baik.


Dan kini Raisa merupakan seorang artis, semua itu karena Dave memberikan peluang kepada wanita itu hanya sebagai balas budi atas kebaikan Ibu Raisa tidak lebih.


"Raisa, sebaiknya kau jangan macam-macam dengan Ku. Aku yang telah membesarkan namamu di dunia hiburan dan aku juga bisa membuatmu hancur dalam hitungan detik." Ancam Dave.


Mendengar ancaman Dave, Raisa hanya bisa menahan kesal di hatinya. Lalu wanita itu langsung pergi meninggalkan Dave sendirian.


Setelah kepergian Raisa, Dave langsung kembali pulang ke rumah untuk bertemu dengan Adelia.


Dia sudah sangat merindukanmu goyangan dari istrinya itu, sesampainya di rumah Haris melihat istrinya tengah tertidur lelap.


Tapi Adelia terbangun saat mendengar suara pintu yang terbuka, "Mas, udah pulang?"


"Iya, maaf buat kamu kebangun."


"Gak papa kok, Mas. Aww.."


Adelia nampak kesakitan, Haris yang melihat istri kecilnya kesakitan pun langsung panik. "Kamu kenapa? Apa ada yang sakit? Di bagian mana?"


"Tidak mas, kaki hanya pegal-pegal saja."

__ADS_1


"Ya sudah, sini biar aku pijat."


"Tapi mas.."


"Sudah, kamu tiduran saja."


Adelia pun membaringkan tubuhnya dan Haris langsung memijat kaki Adelia yang sangat mulus, di saat Haris tengah memijat Adelia. Wanita itu hanya memejamkan matanya dengan suara nafas yang sedikit terengah-engah seperti tengah menahan sesuatu.


"Ada apa?"


"Tidak, Mas."


Haris bisa melihat senyuman manis di wajah Adelia, "Sayang, apa kau tidak jijik melihat wajah ku?"


Pertanyaan Haris, sontak membuat Adelia terdiam. "Emm.. Iya, awalnya aku emang takut melihat wajahmu. Tapi setelah beberapa hari, kau memperlakukan ku dengan baik dan sangat lembut, dan sekarang aku tidak masalah meski wajah mu seperti apapun."


Jawaban dari Adelia membuat Haris sangat senang, untuk pertama kalinya dia menemukan wanita yang mencintainya tidak hanya memandang fisik dan juga hartanya.


"Bagaimana jika kita membuat seorang bayi." Ajak Haris.


"Bayi? Em.. Mas bilang saja jika pengen itu, kenapa harus pura-pura ngajak bikin anak." Ucap Adelia dengan tangan yang langsung melingkar di leher suaminya.


Haris yang seakan mendapatkan lampu hijau pun langsung menjalankan kembali kewajibannya sebagai seorang suami, Adelia hanya tersenyum saat suaminya kembali menjamah tubuhnya dengan sangat buas.


Setiap sentuhan dari Haris, membuat gairah di tubuh Adelia semakin menggebu-gebu. Terutama saat Haris mengeluarkan pisang miliknya, Adelia semakin senang dan sangat menikmati hal itu.


Di tambah lagi mereka adalah pengantin baru yang sedang berada di masa-masa menginginkan hal seperti itu, suara-suara indah terus terdengar dari mulut mungil Adelia.


Bukan hanya dari mulut Adelia saja, tapi juga terdengar suara pertemuan antara pisang dan kerang yang saling berhubungan hingga mengeluarkan suara.


Pluk.. Pluk.. Pluk.. Pluk..


Erangan dari Adelia terdengar jelas saat Haris menekan pisangnya sangat kuat dan dalam, wanita itu sangat terlihat menikmati setiap sentuhan dari suaminya. Hingga akhirnya, Haris pun langsung mengeluarkan mayones nya tepat ke dalam tubuh Adelia.


Di saat Adelia tengah berbaring dengan tubuh yang lelah dan banjir keringat, dia mengelus wajah Haris yang tidak berkeringat sama sekali.


"Kok kamu gak berkeringat sih, mas?"

__ADS_1


__ADS_2