Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder

Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder
Ajakan makan malam


__ADS_3

Hari ini Dave harus melakukan pertemuan bisnis dengan beberapa orang, termasuk dengan perusahaan Anggara.


Dan mereka mengajak Dave untuk bertemu siang ini, nampak Dave menggunakan pakaian formal dan sangat aura orang kaya seakan terpancar dari wajahnya.


"Bagaimana dengan kerja sama kita?" Kania langsung menanyakan kerja sama antara perusahaan Anggara dengan Tyler.


"Aku masih bisa mempertimbangkannya meski saya sedikit kecewa dengan insiden waktu itu." Dave nampak mengatakan hal itu dengan mata yang masih tertuju pada dokumen.


"Maafkan kami, tapi bagaimana jika saya mengajak anda makan malam? Sekaligus ini permintaan dari perusahaan Anggara atas kesalahan yang menggangu anda waktu itu."


Kania pun tersenyum ramah, matanya sesekali melihat wajah Dave yang sangat tampan dan juga berwibawa.


"Makan malam, dimana?"


"Di salah satu restoran bintang lima yang ada di Jakarta,"


"Emm.. Baik, tapi aku ingin kau mengajak juga adikmu."


"Maksudnya, Adelia?" Kania sedikit terkejut saat Dave menyuruhnya untuk sekalian membawa Adelia.


"Tapi aku tidak tahu jika adikku akan bisa ikut karena dia pasti sibuk."


"Jika kau tidak bisa membawanya maka aku menolak ajakan makan."


Dave langsung tersenyum tipis dengan tangan yang segera meletakkan dokumen di atas meja, Kania hanya bisa menahan rasa kesal di hatinya.


"Baiklah, aku pasti akan mengajak Adelia bersama ku." Kini Kania hanya bisa pasrah, mungkin Dave ingin mengajak Adelia karena merasa kasihan kepada wanita itu.


Setelah itu Dave langsung segera pergi dan begitu juga dengan Kania, wanita itu langsung pergi ke rumah dengan raut wajah yang kesal.


"Ada apa sayang?" Liona yang berada di ruang tamu langsung heran melihat wajah anaknya yang tengah kesal.


"Arg.. Ibu tahu kan, kalau aku mengajak Dave makan malam."


"Lalu dia menolak ajakan mu?"


"Tidak, tapi dia setuju."


"Baguslah, tapi kenapa kau seperti kesal? Bukannya kau harus senang."


"Aku senang jika hanya aku saja yang pergi tapi pria itu malah menyuruh ku untuk mengajak Adelia, dan jika aku tidak membawanya maka dia tidak mau makan malam bersama ku."


Kania langsung melemparkan tas nya ke atas sofa, begitu mendengar perkataan Kania. Liona hanya bisa menggigit jarinya.

__ADS_1


"Yang terpenting sekarang kau bisa mendekati dulu Pak Dave, lagi pula wanita itu sudah menikah. Pria mana sih yang mau bersama dengan seorang wanita miskin seperti Adelia yang bahkan wajahnya tidak terurus."


"Iya, sebaiknya ibu suruh Pak Narno untuk jemput si anak haram itu. Aku sekarang kau perawatan dulu,"


Kania pun langsung pergi ke kamarnya, lalu Liona langsung menelpon orang-orang dari tempat perawat kecantikan untuk datang ke rumahnya karena mereka harus memberikan perawatan yang terbaik untuk Kania.


"Pak Narno." Panggil Liona.


"Iya Nyonya, ada apa?"


"Kamu ke rumah Adelia dan katakan padanya untuk bersiap nanti malam, karena Kania ingin mengajaknya untuk makan malam."


"Baik Nyonya."


"Dan satu lagi, pastikan jika wanita itu datang."


"Baik Nyonya."


"Ya udah, sana pergi."


Pak Narno pun langsung pergi ke rumah Adelia yang berada di pinggiran kota, nampak Adelia tengah menyapu halaman rumahnya.


"Nona Adel."


"Eh? Pak Narno, apa ada yah?" Adelia sedikit heran karena supir pribadi kepada Anggara tiba-tiba datang ke rumahnya.


"Apa? Makan malam?" Adelia langsung teringat tentang kejadian saat makan malam, ketika dirinya hampir di lecehkan oleh Samuel.


"Tidak mau, aku gak mau ikut." Tolak Adelia secara tegas.


"Tapi Non, saya mohon anda ikut. Jika tidak, saya yang akan di salahkan." Pinta Pak Narno dengan wajah yang memelas.


Melihat Pak Narno yang seperti itu Adelia hanya bisa menghela nafas, dia pun setuju untuk pergi makan malam. Setelah itu Pak Narno langsung pamit pulang dan dia akan kembali menjemput Adelia jam delapan malam.


Setelah kepergian Pak Narno, Haris tiba-tiba datang dengan mengendarai motor Supra bututnya. Pria itu tersenyum saat melihat istrinya tengah berdiam diri di depan pintu.


Haris langsung tersenyum.


"Kenapa kau berdiam diri saja? Apa ada masalah?"


"Tadi Pak Narno datang ke sini."


"Pak Narno? Untuk apa dia datang ke sini?"

__ADS_1


"Dia mengatakan jika Kania mengajakku untuk makan malam, awalnya aku enggan untuk pergi terlebih lagi setelah kejadian saat itu. Tapi Pak Narno memohonkan padaku karena dia takut di marahi oleh Ibu tiri ku, yah jadi akhirnya aku setuju. Tapi apa boleh aku pergi makan malam bersama Kania?"


Mendengar perkataan Adelia, di dalam hatinya Haris hanya tersenyum karena yang mengajak Adelia makan malam adalah dirinya sendiri.


"Ya sudah, hati-hati yah."


"Tentu, Mas."


*


*


Malam harinya...


Adelina kini berada di rumah keluarga Anggara, dia cukup lama menunggu Kania yang sedang bersiap-siap. Adelia awalnya mengira jika mereka akan makan malam di rumah keluarga Anggara, tapi rupanya mereka makan di salah satu restoran yang ada di Jakarta.


Untuk mengisi waktu luangnya, Adelia langsung mengeluarkan handphone miliknya. Liona yang melihat handphone baru milik Adelina langsung mengerutkan keningnya.


"Darimana kau dapatkan handphone itu?"


"Aku mendapatkannya dari perlombaan."


"Apa? Perlombaan? Perlombaan macam apa yang menghadiahkan handphone semahal itu."


Adelia enggan untuk menjelaskan kepada Liona, setelah cukup lama menunggu Kania pun akhirnya keluar dari dalam kamar.


"Bagaimana penampilan ku?"


"Kau sangat cantik sayang, Ibu yakin jika Dave pasti akan langsung tergila-gila saat melihat mu."


"Tentu, Ibu. Kalau begitu aku pergi dulu yah."


Lalu Kania langsung berjalan keluar dari rumah di susul oleh Adelia, tapi saat Adelia hendak masuk ke dalam mobil bersama Kania. Wanita itu langsung menghentikan Adelia, "Apa yang kau lakukan?"


"Aku hanya akan naik."


"Apa kau kira aku akan membiarkanmu masuk ke Limosin ku? Dan satu lagi, aku tidak mau satu mobil dengan orang miskin jadi kau masuk ke mobil yang lain."


Adelia hanya menatap datar Kania dengan perasaan marah, wanita itu langsung menutup pintu Limosin dengan cukup keras. Lalu Adelia langsung masuk ke salah satu mobil.


Kini mereka sudah sampai di sebuah restoran bintang lima, nampak banyak mata yang melihat ke arah mereka berdua. Tapi lebih tepatnya ke arah Adelia karena dia menggunakan sebuah gaun edisi terbatas dengan harga yang mencapai ratusan juta.


Lalu Adelia dan Kania kini berada di sebuah ruangan VIP yang khusus di pesan untuk acara makan malam, Adelia hanya diam dan enggan untuk berbicara.

__ADS_1


"Ingat kau jangan macam-macam dengan Pak Dave, apalagi mencari perhatian pria itu. Dia calon suami ku." Kania memperingatkan Adelia dan Adelia hanya menganggukkan kepalanya.


Lalu Dave pun datang dengan senyuman di wajahnya, penampilannya saat ini sangatlah tampan dan menawan.


__ADS_2