Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder

Suami Buruk Rupa Ku Seorang Miliarder
Pria sasimo


__ADS_3

Adelia terdiam dengan mata yang memerah menahan tangis, Haris langsung berjalan ke arahnya dan memberikan air minum untuk Adelia. Wanita itu langsung meminum minuman yang di berikan oleh Haris, "Ada apa, coba ceritakan."


"Tadi kami makan malam di sebuah restoran berkelas dan rupanya makan malam itu bersama dengan Pak Dave."


"Lalu?"


"Ternyata Kania menyukai pria itu, tapi Pak Dave malah menghiraukan Kania. Dan Liona pun langsung menyalahkan ku dan menyebut ku sebagai seorang wanita penggoda, jelas-jelas aku sama sekali tidak menggoda pria itu. Kau percaya kepadaku kan, Mas?" Adelia menatap ke arah Haris dengan tatapan mata yang sedih.


"Tentu saja aku percaya kepadamu, mana mungkin istri cantik ku ini menggoda pria."


"Tentu saja, lagi pula siapa yang mau menggoda pria seperti Pak Dave."


"Hah? Kenapa memangnya dengan pria itu?" Dave tertegun saat Adelia mengatakan hal itu karena secara tidak langsung itu adalah dirinya sendiri.


"Iya, lagi pula dia itu seorang pengusaha yang playboy." Tiba-tiba Adelia langsung bergosip tentang Dave yang sebenernya adalah suaminya sendiri.


"Playboy? dari mana kau tahu?"


"Aku tahu dari media sosial, dan banyak sekali foto-fotonya bersama dengan wanita-wanita jika bukan playboy lalu apa? Sasimo?"


Haris terdiam dengan senyuman di wajahnya. "Sayang, beraninya kau menghina suamimu sendiri. Awas saja, aku akan membuatmu menjerit-jerit di atas ranjang." Pikir Haris.


"Sungguh? Aku tidak menyangka dia orang seperti itu, tapi bagaimana tampangnya? Apa di tampan?"


"Em.. Iya dia tampan, tapi dia terlalu genit. Aku bahkan tidak nyaman saat makan malam bersamanya, harusnya dia sebagai orang yang sudah memiliki kekasih dia harusnya tahu diri. Tapi pria itu malah seakan menggoda ku, dan lagi dia juga tahu aku wanita yang sudah menikah." Omel Adelia.


"Kekasih?"


"Iya, aku lihat di Instagram Raisa. Dan dia sering membagikan momen bersama dengan Pak Dave, mungkin saja dia kekasihnya. Tapi aku kasihan kepada Raisa karena memiliki seorang kekasih yang kurang setia."


Mendengar hal itu Haris hanya bisa tersenyum meski di dalam hati dia sangat kesal karena orang yang terus di hina oleh Adelia adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ya sudah, hari sudah malam dan sebaiknya kau tidur."


"Iya, Mas."


Keesokan harinya...


Seperti biasa Haris pergi ke kantor untuk menyelesaikan banyak pekerjaan, tapi tiba-tiba Raisa datang ke perusahaan Dave.


"Ada apa lagi kau datang ke sini?"


"Aku datang ke sini, tentu saja untuk menemui mu. Memangnya tidak boleh?"


"Aku sedang bekerja, sebaiknya kau pulang. Aku sedang tidak ada waktu untuk meladeni mu," Dave langsung mengalihkan pandangannya dari Raisa dan kembali melihat ke arah laptop.


Nampak Raisa berjalan ke arah Dave, perlahan tangannya memijat- minat pundak Dave. Tapi pria itu langsung menepis tangan Raisa dan menyuruhnya untuk segera pergi.


"Aku tidak mau, dan satu lagi. Ku dengar kau makan malam bersama dengan wanita dari keluarga Anggara?" Raisa langsung menatap Dave dengan tatapan kesal karena pria itu malah makan malam dengan wanita lain.


"Jelas itu urusan ku dan lagi apa kau yang telah membuat akun Instagram ku hilang?"


"Iya, aku yang melakukannya." Dave langsung menatap Raisa dengan tatapan dingin.


"Apa maksudmu? Kenapa kau membuat akun Instagram ku menghilang, kau juga tahu aku adalah artis terkenal. Apa kata media dan penggemar ku jika akun Instagram ku tiba-tiba menghilang begitu saja." Raisa protes dengan apa yang telah di lakukan oleh Dave.


"Itu semua salahmu, kenapa kau terus memosting foto bersama ku bahkan kau melakukan hal itu tanpa sepengetahuan dari ku, kau tahu istri ku menjadi salah sangka karena hal itu."


"Istrimu? Memangnya siapa istri mu itu, katakan kepada ku. Biar aku jelaskan kepadanya, bahwa dia harus bersikap profesional."


"Bersikap profesional? Memangnya apa alasan istri ku harus bersikap santai saat melihat wanita lain memposting foto dengan ku? Dan satu lagi, kau harusnya bersikap profesional, aku adalah bos mu. Dan kau harusnya bisa menjaga sikapmu jika kau terus bersikap seperti itu dan memanfaatkan kebaikan ku. Akan ku pastikan kontrak mu dengan perusahaan ku, akan berakhir hari ini juga."


"Tapi Dave.."

__ADS_1


"Sebaiknya kau pergi dari sini, kau telah membuat hari-hari ku menjadi semakin berantakan."


"Tapi aku mencintaimu, lagi pula aku lebih sempurna dari pada istri mu. Aku yakin itu, apa kau lihat bagaimana wajah dan tubuh ku yang sangat indah."


"Apa kau kira aku buta? Apa kau kira aku tidak tahu, jika semua bagian tubuhmu itu palsu. Jika bukan karena melakukan operasi plastik, apa kau akan secantik ini? Tentu saja tidak," Dave langsung menghina Raisa dengan kata-kata yang paling kejam.


Raisa yang kesal dan malu hanya bisa menahan dirinya, lalu pergi dari ruangan Dave. Di saat berjalan pergi keluar dari perusahaan Tyler, Raisa bertemu dengan Kania.


"Hey.. Kau." Panggil Raisa dengan nada jengkel dan tatapan merendahkan.


Tapi Kania tidak merespon perkataan Raisa, dia melangkah pergi melewati wanita itu. Raisa yang kesal langsung menarik pundak Kania.


"Ada apa?" Kania langsung menatap kesal ke arah wanita yang tidak tahu sopan santun itu.


"Jadi kau orang dari perusahaan Anggara? Aku peringatkan yah, jauhi Dave karena pria itu adalah milikku."


"Jauhi Pak Dave? Atas dasar apa kau langsung mengklaim jika Pak Dave adalah milik mu."


"Tentu saja dia milik ku, kamu sudah bersama sejak dulu. Dan jangan mimpi kau bisa mendapatkannya."


"Bersama sejak lama? Tentu saja kau bisa bersama dengannya sejak lama karena kau hanyalah anak dari pembantu Pak Dave."


Raisa langsung terkejut setengah mati saat Kania mengatakan hal itu, "Kenapa kau kaget? Aku hanya ingin membuat mu sadar diri, Pak Dave yang seorang konglomerat tidak mungkin mau bersama dengan anak seorang pembantu. Yah.. Meski sekarang kau adalah seorang artis, tapi darah rakyat jelata mengalir di tubuhmu. Harusnya kau jangan bermimpi dan tahu diri, dimana posisimu." Kania tersenyum mengejek ke arah Raisa.


Setelah mengatakan hal itu Kania langsung pergi meninggalkan Raisa yang tengah menatapnya dengan tatapan yang marah.


Kini Kania berada di ruang rapat karena tiba-tiba pihak perusahaan Tyler menelponnya untuk membicarakan persoalan kerja sama.


Tapi rupanya yang datang menghampiri Kania bukanlah Dave, melainkan manager yang ada di perusahaan itu. Dan dia mengatakan jika kerja sama antara perusahaan Anggara dan Tyler telah di batalkan oleh Dave.


Kania yang mendengar hal itu langsung marah dan tidak terima, "Kerja sama ini tidak bisa di batalkan begitu saja."

__ADS_1


"Tentu saja bisa karena Pak Dave juga belum menandatangani perjanjian kerja sama, jadi masih bisa di batalkan dan hal itu tidak melanggar aturan."


__ADS_2