
Dave tengah berjalan cepat, hari ini dia pulang malam karena ada beberapa pekerjaan tambahan di perusahaannya. Sesampainya di rumah, dia melihat rumah sudah sepi tapi tatapan mata Dave tertuju pada sosok yang tengah tertidur di sofa.
"Dave, kau sudah pulang." Sapa Ariana.
"Ibu, sedang apa kau di sofa?" Tanya Dave heran melihat ibu mertuanya tengah berada di sofa.
"Tadi ibu sedang istirahat karena kaki ku sangat sakit." Keluh Ariana dengan wajah yang memelas.
"Sakit? Kenapa?"
"Tadi kaki ibu kepeleset."
"Lalu kenapa tidak panggil para pelayan?"
"Tidak hari sudah malam, kalau begitu ibu ke kamar dulu yah."
Di saat Ariana hendak pergi tiba-tiba wanita itu langsung terjatuh, Dave yang melihat hal itu spontan langsung menahan tubuh ibu mertuanya.
"Aduh, maaf yah.."
"Iya tidak apa-apa, apa ibu masih bisa berjalan?"
"Entahlah, kaki ibu terasa sangat sakit."
"Baiklah, aku akan memangku mu ke kamar."
Dave langsung menyimpan tas kerjanya dan memangku tubuh ibu mertuanya ke dalam kamar. Nampak Ariana mengalungkan tangannya di leher Dave, dia bisa mencium wangi harum dari tubuh menantunya.
Kini Dave langsung mendudukkan tubuh Ariana ke atas ranjang, wanita itu pun tersenyum senang saat melihat wajah Dave yang sangat tampan.
"Dave, apa kau bisa memijat kaki ibu sebentar saja. Agar tidak terlalu sakit.." Pinta Ariana.
"Emm.. Baiklah."
Dave langsung menggulung lengan bajunya, tangannya mulai memijat kaki Ariana dengan sebuah minyak zaitun. Ariana sangat menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Dave, terutama sentuhan oleh tangan kekar pria itu.
Tak beberapa lama Dave langsung selesai memijat kaki Ariana, dia langsung menyuruh ibu mertuanya untuk segera beristirahat.
Kini Dave berada di kamar tidurnya, dia melihat jika Adelia tengah tertidur lelap dengan pakaian tidur yang tipis.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang.." Dave hanya bisa meminta maaf karena dia berjanji untuk pulang lebih awal tapi malah pulang larut malam.
Tapi tiba-tiba Adelia bangun dan langsung tersenyum ke arah Dave dengan kondisi mata yang setengah mengantuk.
"Mas, baru pulang.."
Adelia langsung bangun dan memeluk suaminya. Dave pun membalas pelukan Adelia dan langsung mencium kening istrinya, "Iya, maaf yah. Tadi banyak kerjaan di kantor."
"Iya gak papa kok."
Adelia langsung tertidur di pelukan Dave tapi dia heran saat mencium bau minyak zaitun dari tubuh Dave.
"Mas, kamu abis pake minyak Zaitun?"
"Tadi ibu kamu, kakinya keseleo jadi mas bantu pijitin."
"Ibu keseleo?"
Adelia terdiam dengan raut wajah bingung karena seingatnya ibunya tadi baik-baik saja, lalu kenapa harus minta bantuan Dave untuk memijat. Lagi pula di rumah ini banyak pelayan yang pastinya bersedia 24 jam.
"Kamu kenapa, sayang?"
Setelah itu Dave langsung membersihkan tubuhnya, dia segera tidur dengan tangan yang memeluk tubuh Adelia.
Di pagi harinya...
Adelia hanya duduk santai tapi matanya langsung terfokus pada sosok Ariana.
"Ibu udah sembuh?"
Mendengar pertanyaan dari anaknya, Ariana langsung menoleh ke arah Adelia. "Iya, ini berkat suami mu. Jadi kaki ibu sudah tidak sakit lagi."
Adelia yang mendengar nada bicara ibunya sedikit mengerutkan keningnya, "Sekarang ibu mau kemana?"
"Ibu mau shoping dulu, tapi ibu pinjem lagi yah kartu kredit mu."
"Bentar aku kasih tahu dulu Mas Dave, takutnya dia tidak mengizinkan."
"Apa? Hal seperti ini juga harus kau beritahukan kepada Dave, memangnya kalian berdua anggap aku apa? Orang asing sampai pinjam kartu kredit pun harus pake acara minta izin dulu."
__ADS_1
"Tapi Bu, ini permintaan dari Mas Dave. Lagi pula dia yang mencari uang dan aku tidak bisa mengabaikan perkataannya."
"Iya dia memang yang mencari uang tapi kamu istrinya, kamu itu jangan jadi orang bego. Dan lagi aku ini ibumu yah, Adel. Jika kamu gak ngasih kartu kredit mu ke ibu berarti kamu gak menghargai ibumu yang sudah melahirkan mu dengan susah payah."
"Tapi Bu, bukan itu maksud ku.." Adelia bingung bagaimana harus menjelaskan kepada ibunya.
"Banyak alasan, jika di bandingkan dengan apa yang ku lakukan kepadamu dulu. Uang-uang itu tidak ada artinya, kau tahu berapa rasa sakit yang harus ku alami saat melahirkan mu. Tapi setelah kau sudah besar, ini balasan mu untuk ku?"
"Ibu bukan begitu maksud ku, emm.. Baiklah. Tapi ibu hanya beli kebutuhanmu saja, jangan beli barang-barang yang tidak penting."
Dengan senyuman di wajahnya, Ariana langsung tersenyum dan mengambil kartu kredit milik Adelia. "Terimakasih yah, putri ibu tersayang. Kalau begitu, ibu pergi dulu."
Adelia hanya bisa menghela nafas setelah melihat kepergian ibunya, semakin hari sikap ibunya sangat bertolak belakang saat pertama kali mereka bertemu.
Adelia yang pusing pun langsung memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran, di sepanjang jalan Adelia hanya bisa diam. Dia bingung bagaimana menjelaskan prihal peminjaman kartu kredit oleh ibunya kepada Dave.
"Apa mas Dave akan marah?" Gumam Adelia.
Kini Adelia berada di sebuah restoran, dia hanya mengaduk-aduk minumannya dengan raut wajah yang tengah memikirkan permasalahan ibunya.
Tapi tiba-tiba dia melihat Liona dan Kania duduk tidak jauh darinya, tapi meski begitu Adelia masih bisa mendengar apa yang mereka berdua bicara.
"Bu, apa benar wanita itu sekarang tinggal di rumah Adelia?"
"Iya itu benar, bahkan kemarin aku bertemu dengan wanita ular itu."
"Kenapa ibu tidak memberitahukan kepada Adelia tentang masalah ibunya, dan alasan ibu tidak mengizinkan wanita itu untuk mengunjungi Adelia."
"Sudahlah sayang, lagi pula di mata dia kita adalah orang yang jahat. Dan percuma untuk mengatakan hal itu kepada Adelia, biarkan dia sendiri yang melihat kelakuan Ariana secara langsung."
"Aku dari dulu paling tidak menyukai wanita itu, gara-gara wanita itu adik ku meninggal."
Liona langsung terdiam saat mendengar perkataan Kania.
"Sudah sayang, jangan bahas lagi masalah itu."
"Iya aku tahu Bu, mungkin jika adik ku masih hidup dia pasti sudah tumbuh besar dan usianya pasti sama dengan Adelia. Bahkan dia lahir di hari yang sama dengan wanita itu.."
Liona hanya tersenyum tipis tapi dari tatapannya tersimpan kesedihan yang sangat mendalam.
__ADS_1
Adelia yang mendengar hal itu langsung mengerutkan keningnya, jadi selama ini Liona memiliki dua orang putri tapi salah satunya sudah meninggal!