
Adelia kini tengah membersihkan bagian rumah yang kotor, tapi tatapannya tertuju pada sebuah kotak berwarna hitam. Lalu Adelia membuka kotak tersebut, tapi tatapan matanya menatap bingung kotak di depannya.
"Ini kan? Kok bisa ada KTP, paspor bahkan buku tabungan atas nama Dave Harrison." Adelia menatap heran barang-barang di depan matanya.
Bagaimana bisa KTP Dave, sampai ada di tempat tinggalnya. "Mungkin aku harus menanyakan hal ini kepada Mas Haris." Adelia pun langsung menyimpan kotak tersebut kembali ke tempatnya.
Tak terasa hari sudah mulai menjelang sore, kini Haris pun sudah pulang. Dia langsung di sambut hangat oleh Adelia dengan memberikan suaminya teh manis.
"Mas."
"Iya, sayang?"
"Tadi aku nemuin kotak hitam dan isinya itu KTP, paspor sama tabungan atas nama Dave Harrison."
Mendengar hal itu Haris langsung terdiam dengan wajah yang sedikit panik, "Hah? Darimana kamu menemukannya."
"Dari sana, tapi kok bisa KTP, paspor dan tabungan atas nama Dave. Bisa ada di rumah ini?"
Haris yang mendengar hal itu langsung memutar otaknya, "Begini, saat aku di jalan pulang aku tidak sengaja menemukan dompet dan isinya itu. Yah KTP, paspor dan tabungan, tapi aku tidak tahu siapa pemiliknya dan di mana rumahnya. Dan lagi aku juga belum sempat untuk mengembalikannya karena aku sibuk kerja beberapa hari ini."
Haris langsung mencari banyak alasan agar Adelia tidak mencurigainya, mendengar hal itu Adelia pun menganggukkan kepalanya. "Jadi bagaimana jika kita mengembalikan dompetnya, aku yakin Pak Dave sekarang tengah kebingungan mencari barang-barang miliknya."
"Tapi kita tidak tahu dimana rumahnya."
"Itu gampang, kita tinggal pergi saja ke kantornya."
"Em.. Mungkin aku tidak bisa, kau tahu kan aku banyak pekerjaan. Bagaimana jika kau yang mengantarkan barang-barang itu ke kantornya."
Haris langsung mengusulkan hal itu, dia ingin sekali menggoda Adelia dengan sosok Dave. Lagi pula tidak akan jadi masalah jika menggoda istri sendiri.
"Baiklah,"
"Terimakasih, sayang." Haris tersenyum di dalam hatinya, dia sudah tidak sabar ingin menggoda Adelia.
*
*
Adelia tengah bersiap untuk pergi ke perusahaan Tyler, meski dia tidak tahu dimana letaknya tapi gojek yang Adelia pesan tahu dimana letak perusahaan Tyler.
__ADS_1
Sesampainya di sana, Adelia menatap takjub bagian luar gedung perusahaan Tyler yang sangat megah dan juga mewah. Bahkan ini jauh lebih bagus dari perusahaan Anggara, lalu Adelia berjalan ke resepsionis.
"Maaf mbak, saya ingin bertemu dengan Pak Dave."
"Apa anda sudah membuat janji?"
"Belum."
"Jika belum membuat janji, anda tidak bisa bertemu dengan Pak Dave."
"Tapi saya ingin mengembalikan barang-barang penting milik Pak Dave."
"Tunggu yah.."
Resepsionis itu langsung menelpon dan setelah itu dia langsung mengatakan jika Pak Dave tengah rapat, dan menyuruh Adelia untuk menunggu.
Kini Adelia hanya duduk dan menunggu Pak Dave selesai rapat, tapi setelah sekian lama pria itu masih belum menyuruhnya untuk datang.
"Maaf mbak, berapa lama lagi yah? Pak Dave selesai rapat?" Adelia nampak sangat kelelahan dan juga kehausan karena sudah hampir 4 jam lebih dia menunggu.
"Mana saya tahu, sebaiknya anda pulang saja. Lagi pula jadwal Pak Dave itu sangat padat dan dia tidak memiliki waktu untuk menemui orang seperti anda, Nona."
Resepsionis itu langsung menyuruh Adelia untuk pergi dari perusahaan Tyler, terlebih lagi dengan tampilan Adelia yang seperti gadis kampung. Mendengar hal itu Adelia langsung tersenyum dan langsung berjalan keluar dari perusahaan, tapi tidak sengaja Adelia berpapasan dengan Deni yang merupakan asisten Dave.
Deni langsung bertanya karena harusnya wanita itu tengah bersama dengan Dave, tapi Adelia nampak lemas dengan bibir yang kering.
"Saya ke sini ingin mengembalikan barang penting milik Pak Dave tapi kata resepsionis jika Pak Dave tengah rapat dan tidak bisa di ganggu."
"Ah, Pak Dave sudah selesai rapat. Bagaimana jika saya antar anda keruangan nya."
"Tidak usah, biar saya titip saja barang ini kepada anda untuk di serahkan ke Pak Dave."
"Maaf Nona, saya tidak bisa melakukan hal itu. Sebaiknya anda yang langsung memberikannya kepada Pak Dave."
"Baiklah."
Dave tengah berada di ruangannya, sudah berjam-jam dia menunggu kedatangan Adelia tapi wanita itu belum juga datang. Bahkan Dave sengaja mengosongkan jadwalnya hanya untuk bisa menyambut kedatangan Adelia.
"Kemana wanita itu, bukankah dia akan datang ke sini?"
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar suara ketukan di pintu, Dave langsung menyuruh orang itu masuk dan rupanya itu adalah Dane dan juga Adelia.
"Maaf Tuan, tadi ada nona ini yang ingin mengantarkan barang milik anda." Deni langsung menyuruh Adelia untuk masuk.
"Nona Adelia, kebetulan sekali. Tapi mengembalikan barang milik saya?"
Lalu Adelia langsung berjalan mendekati Dave dan mengeluarkan barang-barang milik lelaki itu. "Ini Pak Dave, suami saya menemukannya saat dia hendak pulang tapi karena dia sibuk bekerja jadi suami saya belum sempat mengantarnya kepada anda."
Dave langsung melihat ke arah barang yang di letakkan Adelia ke atas meja, "Terimakasih, Nona Adelia."
"Sama-sama Pak Dave, kalau begitu saya pamit dulu."
Tapi di saat Adelia hendak pergi, Dave langsung mencegah wanita itu. "Tunggu dulu, nona Adelia."
"Iya ada apa, Pak Dave."
"Bagaimana jika sebagai tanda terimakasih saya kepada anda, saya ingin mentraktir anda makan."
"Emm.. Boleh." Adelia tersenyum karena dia juga sangat lapar dan haus.
Lalu Dave langsung menyuruh bawahannya untuk menyiapkan makanan tapi tanpa menunggu sampai lima menit, semua makanan sudah langsung siap.
"Silahkan di nikmati, Nona Adelia."
"Terimakasih, Pak Dave."
Adelia langsung mengambil jus mangga yang merupakan kesukaannya dan meneguk habis setengah gelas, dia sangat haus sampai tidak melihat jika pria di sampingnya tengah memperhatikan dirinya.
"Maaf." Adelia pun hanya bisa tersenyum seraya meminta maaf karena dia sangat tidak sopan.
"Tidak apa-apa, tapi sepertinya anda sangat kehausan sekali."
"Iya, itu karena dari tadi saya menunggu anda yang sedang rapat."
"Menunggu saya? Memangnya berapa lama anda menunggu saya?" Dave langsung mengerutkan keningnya, siapa yang telah membuat istrinya harus menunggu hingga kehausan seperti itu.
"Mungkin sekitar 4 jam," Adelia menjawab dengan wajah polos, lalu tangannya langsung mengambil makanan yang sudah di sediakan oleh Dave tanpa rasa malu. Entah kenapa, tidak ada perasaan canggung terhadap Dave. Adelia seakan telah mengenalnya.
__ADS_1
Dave nampak tengah menahan amarah di hatinya, ingin sekali dia langsung menendang keluar orang yang telah membuat istrinya menunggu lama.
"Awas saja kau! Akan ku tendang langsung kau dari perusahaan ku."