
"Mas, kamu kenapa diam?"
Adelia menatap heran suaminya, biasanya pria itu paling semangat jika menyangkut tentang hal seperti ini.
"Untuk malam ini mas pengen istirahat dulu," Pinta Haris meski sejujurnya dia tidak sanggup untuk melakukan hal itu karena pisangnya akan kesakitan.
"Kok gitu sih? Biasanya mau se lelah gimana pun pasti kamu paling semangat dalam hal seperti itu, tapi sekarang kok kamu gak mau?"
"Sayang, aku beneran lelah. Aku janji, besok malam aku pasti akan memberikan hal itu kepada mu."
Adelia sedikit kesal saat mendengar perkataan Haris, "Jangan marah dong, aku janji.. Jadi sekarang kita istirahat dulu, oke."
"Ya sudah.."
Adelia hanya bisa menatap kesal ke arah Haris, lalu pria itu langsung memeluk Adelia dengan lembut dan membawanya ke atas ranjang untuk tidur bersama.
*
*
Selama satu hari penuh Haris hanya berbaring di atas ranjang, Adelia yang melihat hal itu pun merasa aneh dan juga khawatir.
"Kamu kenapa, Mas?" Adelia berjalan mendekati Haris, lalu dia menempelkan punggung tangannya di kening Haris.
"Tapi tidak panas." Gumam Adelia.
"Aku hanya sedikit pusing, jadi hari ini aku ingin istirahat saja."
"Ya sudah, aku pijitin yah.."
"Gak usah, sayang."
"Gak papa, Mas. Lagi pula pasti mas lelah beberapa hari terus berkerja tanpa henti."
Haris yang mendengar perkataan istrinya hanya bisa tersenyum, meski di dalam hatinya Haris tengah memaki Adelia karena bukan kerjaan yang membuatnya seperti ini tapi Adelia sendirilah yang telah membuatnya menjadi seperti ini.
Setelah selesai memijat Haris, Adelia langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.
Kini makanan pun siap, Adelia langsung mengambil nampak dan membawa piring yang berisikan makanan ke dalam kamar.
"Ayo sayang makan, aku suapin yah."
Adelia dengan telaten merawat Haris, pria itu sangat tersentuh dengan ketulusan cinta yang di berikan oleh Adelia untungnya.
"Aku sudah kenyang."
__ADS_1
"Mas, ini makanannya masih banyak. Jadi mas makan lagi yah, biar cepat sembuh."
Adelia kembali menyuapi Haris, pria itu dengan senang hati memakan makanan yang di berikan oleh Adelia.
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar suara ketukan di pintu rumah Adelia, wanita itu pun langsung keluar dan melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.
Rupanya itu adalah sosok pria dengan jas rapi.
"Apa pak Haris nya ada?" Pria itu rupanya bawahan Dave yang menyamar menjadi bos Haris.
"Ada, tapi suami saya sedang tidak enak badan."
"Begini, kemarin Pak Haris mengalami kecelakaan di tempat kerja. Dan saya sebagai bos, akan membawa Pak Harus ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan."
Adelia langsung terkejut setengah mati, rupanya suaminya mengalami kecelakaan kerja dan dia tidak hal itu. "Apa, tapi bagian mana yang terluka?"
"Sebaiknya saya membawa dulu Pak Haris ke rumah sakit, dan anda bisa tunggu dulu di sini."
Setelah itu Haris langsung di bawa ke rumah sakit, Adelia yang berada di rumah sendirian sangat khawatir tentang kondisi Haris karena pria itu sama sekali tidak mengatakan tentang kecelakaannya.
"Bagaimana sekarang keadaan mas Haris."
Kini hari sudah mulai menjelang malam, Adelia masih setia menunggu kepulangan Haris dari rumah sakit.
"Mas bagaimana keadaanmu?" Adelia langsung panik saat melihat Haris pulang.
"Sekarang aku sudah baik-baik saja."
Haris nampak sudah sangat sehat dan sudah tidak ada rasa sakit di bagian bawah tubuhnya, "Syukurlah, aku sangat khawatir." Adelia sangat sedih lalu wanita itu langsung memeluk suaminya.
"Iya, kau tenang saja sekarang aku baik-baik saja."
"Memangnya bagian mana yang terluka?"
"Hanya bagian kepala." Haris sengaja berbohong, mungkin yang di maksud Haris adalah kepala pisang jumbo miliknya.
Kini Adelia langsung menyediakan makanan dan minuman untuk suaminya, dia melayani Haris dengan sangat baik.
"Mas.."
"Ada apa, sayang?"
"Aku mau cerita." Adelia ingin menceritakan tentang apa yang terjadi saat di perusahaan Dave.
__ADS_1
"Cerita apa?"
"Begini, saat aku di perusahaan Tyler. Pak Dave menggoda ku dan bahkan dia mencoba mendekati ku." Adelia langsung mengadukan apa yang di lakukan oleh Dave kepadanya.
"Sungguh? Beraninya pria itu menggoda istri ku." Haris langsung membela Adelia meski yang telah menggoda Adelia adalah dirinya sendiri.
"Iya, tapi di saat dia hendak mendekati ku. Aku langsung menendang bagian bawah tubuhnya, apa menurutmu dia akan baik-baik saja?"
Mendengar hal itu Haris pun langsung tersenyum, "Dia pasti baik-baik saja."
"Iya, lagi pula wajar kan jika aku menendang miliknya karena dia pria mesum."
"Iya sayang,"
"Aku tidak salah kan, mas."
"Tentu saja, kau sama sekali tidak salah."
"Tapi bagaimana jika pria itu marah dan malah ingin memenjarakan ku,"
"Tentu saja tidak akan, hanya hal seperti itu kenapa harus memenjarakan mu."
Haris hanya bisa tersenyum meski di dalam hati dia ingin sekali mengatakan jika orang yang telah Adelia tendang adalah suaminya sendiri.
"Jika kau bukan istri kesayangan ku, aku pasti sudah memenjarakan mu."
Kini Haris sudah selesai makan, dia langsung mengajak Adelia untuk ke kamar. Haris dengan kasar langsung meniduri Adelia, nampak Adelia menjerit-jerit merasakan nikmat.
Dan di saat Adelia berada di posisi belakang, pria itu sesekali memukul bongkahan pantat Adelia hingga memerah.
"Mas.. Kamu kenapa?"
Adelia heran karena melihat suaminya bermain sangat agresif dan juga lebih kasar dan tidak seperti biasanya, tapi Haris hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Adelia.
"Sayang, sebaiknya kau menikmati malam ini." Bisik Haris.
Adelia nampak menikmati setiap permainan Haris, meski Adelia sudah sangat lelah tapi pria itu sangat bersemangat.
"Mas.. Aku cape.."
Sudah hampir 3 jam lebih Haris dah Adelia bercinta, tapi Haris tetap melakukan hal itu meski istrinya sudah kelelahan.
"Ah.. Mas.."
Adelia kembali menjerit-jerit dan merasakan kenikmatan yang luar biasa, tubuhnya sudah di banjiri oleh keringat. Sudah berkali-kali Adelia keluar dan begitu juga dengan Haris, tapi pria itu tetap bersemangat untuk melakukan hal itu lagi dan lagi.
__ADS_1
"Akan ku hukum kau sampai tidak bisa berjalan, atas kejahatan mu yang telah menendang pisang milik ku, sayang."