
Seorang pria tengah berjalan masuk ke dalam penjara, lalu matanya langsung melihat ke arah wanita yang tengah duduk di dalam sel.
Ariana langsung menatap senang sosok pria yang datang menghampirinya.
"Sayang, kamu datang."
"Sudah ku katakan, jangan pernah lagi menemui anak itu."
"Baiklah, maafkan ibu. Jadi sekarang kau ingin membebaskan ku?"
"Tentu, tapi aku harus mengeluarkan banyak uang untuk membebaskannya mu."
Lalu seorang polisi langsung membuka sel penjara dan membebaskan Ariana, "Kau memang anak baik, tidak sia-sia dulu aku mengadopsi mu."
"Sudahlah, aku mau pulang."
"Kevin tunggu, kau harus mengantarkan ku pulang."
"Ibu sebaiknya kau panggil anak buah mu untuk menjemput mu."
"Baiklah.. Baiklah.. Tapi untuk kali ini saja."
Kevin pun langsung mengajak Ariana untuk masuk ke dalam mobilnya, wanita itu nampak senang saat melihat mobil putranya.
"Sekarang kau kaya raya?"
"Tidak, aku miskin."
"Pembohong, kau sangat pelit sekali."
__ADS_1
"Iya, aku pelit."
Kini Ariana dan Kevin sudah berada di sebuah restoran, Ariana dengan kesal langsung mengatakan kemarahannya kepala Adelia.
"Gadis itu malah memenjarakan ku hanya karena hal kecil."
"Sudahlah itu sudah berlalu."
"Tidak bisa, kau harus membantu ibumu ini."
"Aku sudah sering membantu mu, kenapa sekarang aku harus membantu mu lagi."
"Ayolah, meski aku hanya ibu angkat mu tapi aku tetap ibumu."
"Baiklah, apa yang bisa ku bantu?"
Ariana pun tersenyum saat mendengar hal itu, kini Ariana berada di tempat tinggalnya. Banyak wanita-wanita cantik yang sedang menunggu Ariana.
"Iya, bagaimana perkembangan bisnis kita selama aku tidak ada?"
"Bagus kok, Mami. Bahkan banyak pelanggan-pelanggan baru yang datang ke tempat kita."
"Baguslah, kau memang wanita kesayangan Mami." Ariana langsung memuji wanita di depannya, seorang wanita penghibur kelas atas yang Ariana latih untuk menjadi wanita malam nomor satu di rumah bordil nya.
Stella tersenyum saat mendengar hal itu, "Semua ini berkat Mami yang mengajariku banyak hal."
"Tentu, aku akan menjadikanmu sebagai wanita penghuni nomor 1 di Jakarta."
"Baik Mami, tapi ku dengar jika kau bertemu dengan putrimu? Lalu dimana dia sekarang?"
__ADS_1
Semua anak buah Ariana belum mengetahui kabar jika dirinya di penjara oleh Adelia. "Kau ikut ke ruangan ku, kita bicara di dalam."
Kini Ariana dan Stella berada di ruang pribadi milik Ariana. "Anak ku itu orang yang harus di beri pelajaran."
"Emangnya ada apa? Kau terlihat sangat marah?"
"Dia memenjarakan ku."
"Apa? Tega sekali anakmu itu, Mami. Dia bahkan memenjarakan ibu kandungnya sendiri."
"Iya, aku sangat marah kepada gadis itu. Tapi untungnya Kevin datang dan mengeluarkan ku dari penjara."
"Sungguh? Wah, Tuan Kevin sangat baik sekali." Stella langsung memuji Kevin yang merupakan anak angkat dari Ariana.
"Iya, tapi kau tahu. Pria itu sangat dingin dan acuh kepada ku, aku bahkan sulit untuk membuatnya tunduk."
"Tapi meski begitu, Tuan Kevin bisa membantu anda di keadaan yang sedang sulit."
"Kau benar, dan nanti sore dia akan datang ke sini."
"Sungguh? Wah.. Aku sangat menantikan kedatangan Tuan Kevin."
Ariana hanya tersenyum tipis saat mendengar perkataan dari anak buahnya, pikirannya masih melayang pada sosok Adelia yang berani memenjarakannya.
Kini Kevin sudah berada di tempat Ariana, dia langsung di layani oleh beberapa wanita cantik tapi Kevin menolak hal itu.
"Ada apa?"
"Aku ke sini hanya ingin meminta bantuan mu saja, aku yakin kau pasti bisa memberikan sedikit hukuman kepada Adelia."
__ADS_1
"Baiklah, tapi hanya sekali ini saja. Selebihnya aku tidak ingin lagi membantu mu."
"Baiklah, terimakasih nak. Kau memang yang terbaik."