Suami Pilihan Mama

Suami Pilihan Mama
```part 103```


__ADS_3

Setelah selesai Melakukan rapat selama dua jam, semua orang baru bisa bernafas dengan lega, karena terbebas dari tuan muda Andi yang begitu profesional dalam pekerjaannya.


Dan tentunya selama rapat itu berlangsung,tidak ada satu pun tawa yang menggema di ruang rapat, karena di Sepanjang dan lebar Rapat itu. tuan Andi terus saja menatap semua orang dengan tajam.


"Huftt...! ini sangat melelahkan..!" lirih Biyan yang menyandarkan tubuhnya di sofa ruang kerja Dani.


"Baru kali ini..! aku melihat seorang Biyan Rothschild serius dalam pekerjaannya..!" seloroh Dani dengan tertawa kecil.


"Diam lah kak..! Aku juga ingin menjadi pengusaha yang sukses..!" gerutu Biyan.


"Daddy..!" teriak gadis kecil dari luar ruang kerja Dani.


Dengan langkah cepat nya Dani dan Biyan langsung Mencari asal suara itu.


"Daddy..!" Teriak Bao saat melihat Daddy Dani dan Seung ho keluar dari ruang kerja mereka masing masing.


"Cup.." Bao mengecup pipi kedua daddy nya.


"Aku sayang Daddy..!" lirih bao dengan memeluk kedua daddy nya Dani dan Seung ho.


"Degg.." Biyan merasa sangat terluka melihat anak nya sendiri tidak mengakui keberadaan nya.


"Sayang..!" panggil Aida pada Biyan.

__ADS_1


"Hem.?" timpal Biyan yang langsung menghampiri aida dengan mencium singkat pipi aida.


"Biarkan anak kita beradaptasi dulu..! dan setelah ia terbiasa tinggal di sini..! aku akan memberitahu kan kebenarannya..!" jelas Aida yang di jawab anggukan oleh Biyan.


"Daddy..! tadi, aku dan Bao..! melihat ikan berukuran besar di sebuah akuarium..!" Ujar Bima pada ayahnya Robby.


"Lalu..? apakah kau juga ingin mempunyai ikan..?" tanya Robby menggendong putra kecilnya.


"Tidak..!! aku tidak mau..!" saut Bima.


"Kenapa..?" tanya Robby dengan mengerucut kan bibir nya.


"Karena..! Bao takut dengan ikan..! jadi Bima tidak ingin membuat sepupunya ketakutan..!" Timpal Atun dengan membelai rambut putra nya.


Mereka pun makan siang bersama di sebuah restoran terdekat dengan perusahaan keluarga Rothschild.


Dan setelah makan siang mereka memutuskan untuk langsung pulang karena anak anak mereka merasa lelah.


"grandma..! Grandpa..!" Teriak Bima dan Bao.


"yeyy..! Bima dan Bao Sudah pulang..!" Ujar Grandma lalu memeluk kedua cucunya.


"Bima..! Bao..! cepat mandi dan ganti pakaian kalian..!" perintah Robby.

__ADS_1


"Tapi Kami pengen bermain main dengan Grandma dan Grandpa..!" timpal Bao.


"Bao sayang..! Om Robby benar.! kalian harus mandi terlebih dahulu..!" Perintah aida yang membuat Bao terdiam.


"Baiklah Bao..! apakah kau suka main dikolam..?" tanya Biyan yang di jawab anggukan oleh Bao.


"Baiklah..! kita akan berenang bersama..!" Seru Biyan yang membuat Bao Tersenyum lebar.


"Ayo..!" ujar Biyan lalu menggendong Bima dan Bao menuju ke kolam renang.


"Dasar..!" lirih Seung ho dan Dani bersamaan.


"Hoekk.. hoekk.." Denia memutahkan isi perut nya.


Dengan cepat Seung ho,aida,Biyan, dan Dani pun langsung menuju ke kamar Denia.


"Ada apa sayang..? kau kenapa..?" tanya Seung ho panik.


"Ini..!" Lirih Denia dengan memberikan sebuah kertas yang bertuliskan nama sebuah Rumah sakit.


"Apaaa ini..?"Ucap Seung ho dengan membaca tulisan kertas yang di berikan Oleh Denia.


"Sayang..? apakah ini benar..?" tanya Seung ho dengan wajah yang terkejut dan meneteskan air di ujung mata nya.

__ADS_1


Dengan cepat Seung ho langsung memeluk istrinya dan mengelus punggung Denia dengan perasaan yang bercampur aduk, dan tidak percaya.


__ADS_2