
Setelah mereka selesai makan malam... semua orang berbincang bincang dan sedang kan Biyan pergi entah kemana... begitu pula Cici.
"aida kau sedang mencari siapa..?" selidik Denia yang melihat aida sedari tadi mondar mandir.
"tidak..!! aku hanya merasa canggung...!!" jawab aida.
"apa kau sedang mencari Biyan..?" tanya Dani dengan menghampiri aida.
"tidak..!"
"baik lah.. kalau begitu kita gabung sama yang lain..!" ajak Denia.
Dengan terpaksa aida ikut bergabung dengan semua orang tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
.........
Sementara itu di tempat lain Biyan dan Cici sedang membicarakan sesuatu.
"apa kau sudah mulai mencintai aida..." ujar Cici.
"Cih...jangan kan mencintai nya.. melupakan tamparan yang ia berikan saja aku tidak bisa..!!" timpal Biyan dengan datar.
"apa kau benar benar tidak mencintai nya... dan apa kah kau benar benar tidak pernah menyentuh nya..." pertanyaan demi pertanyaan di ujar kan Cici yang membuat Biyan pusing.
"Aku tidak mencintai nya..." bentak Biyan yang langsung pergi meninggalkan Cici.
.........
__ADS_1
Aida yang sudah berada di kamar terus saja mondar mandir dengan menggigit kuku nya.
20 menit kemudian.
"tok tok tok..."
"dari mana saja kau..?" tanya aida.
"aku hanya ingin sendirian..! karena berkumpul dengan banyak orang membuat ku pusing..!" jawab Biyan dengan melepas jas dan melipat lengan kemeja nya.
"Ohh lalu kau anggap Cici itu siapa..?? setan...!!"
"Aku tidak bersama Cici...!"
"Halah ga usah bo'ong deh...!" timpal aida.
Dengan perasaan yang berkecamuk aida membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Besok nya.
Semua orang sudah berada di ruang makan dengan suasana yang terlihat bahagia begitu pula Robby.
"Kak..!! aku kira setelah kau tau putri berselingkuh... kau akan menjadi pria lemah seperti ku..!" ujar Dani.
"emm..kau salah.. menurut kakak...!! Masalalu adalah pembelajaran... apapun yang Terjadi tetap lah berusaha untuk menjadi yang terbaik.. dengan menangisi masalalu tidak akan memperbaiki masa depan kan..!" tutur Robby yang membuat semua orang tersenyum bahagia.
"Nak..!! apa kau akan mencerai kan putri..??" tanya dad.
__ADS_1
"entah lah dad..!! biar kan waktu yang menjawab...!!" jawab Robby.
"Dad..!! mom..!! aku pamit kembali ke Korea..!" saut Biyan yang baru turun dari tangga.
"Nak..!! bukan kah ini terlalu cepat...!" timpal mom.
"tidak Mom..jika kami berada di sini terlalu lama... itu tidak akan baik..." saut Biyan yang membuat Dani menghentikan makan nya.
"Emm... jaga lah istri mu... jangan sampai dia merasa tidak nyaman.." tutur Robby yang di jawab anggukan oleh Biyan.
Aida yang melihat Dani sedari tadi terdiam dan terlihat seperti tersinggung dengan perkataan Biyan langsung berusaha untuk membuat Dani tidak tersinggung.
"Kak Dan..kami pamit" ujar aida.
"I-iya"timpal Dani dengan gugup karena ia tidak menyangka bahwa orang yang selama ini ia panggil sayang akan memanggil nya kakak sebagai adik ipar nya.
Biyan dan aida pun langsung berangkat ke bandara.
Dan setelah perjalanan beberapa jam mereka pun sampai dan langsung pulang ke mansion.
.........
"Aida... menurut mu nama apa yang bagus untuk perusahaan ku...?" tanya Biyan.
"memang nya apa dad memberi kan perusahaan nya pada mu..!" tanya balik aida yang di jawab anggukan oleh Biyan.
"emm..bagai mana dengan Rbyn.Drc cocok tuh kayak nya..!" saran aida.
__ADS_1