
Di tengah perjalanan, Biyan terjebak macet yang sangat panjang.
"Shitt..!!" umpat Biyan dengan menggebrak setir mobil nya.
...
"Dimana Ayahnya..?? cepat lah..!! Kondisi Anak itu semakin memburuk..!!" Seru suster yang semakin membuat Dani,Seung ho, aisyah dan Denia merasa panik.
"Suster..!! tunggu beberapa menit lagi..!!" Timpal Denia.
"kami tidak bisa menjamin keselamatan anak itu, jika kalian terus menunda pendonoran darahnya..!"
"Dani..!! cepat telefon Biyan..!" perintah Seung ho dengan memberikan Ponselnya karena ponsel Dani sudah hancur lebur di banting aida
Dengan berjalan menjauh dari semua orang, Dani memencet nomor telefon adik nya. Dan saat mendengar bahwa Biyan terjebak macet,Dani langsung terdiam dan menetes kan air mata nya,karena memikir kan yang tidak tidak tentang keselamatan Bao.
"Bagai mana..??" tanya aisyah dengan menggenggam tangan Dani.
"Biyan terjebak macet..!!" jawab Dani yang langsung membuat semua orang menetes kan air mata nya.
"Cobaan apalagi ini..".ucap Aisyah dengan menangis lalu memeluk Dani seerat erat nya.
"Kenapa anakku harus menerima hukuman atas keegoisan ibu nya..." Geram Seung ho yang mengusap wajah nya dengan kasar.
__ADS_1
"kita harus percaya..!! Bao akan baik baik saja..!!" bujuk Denia dengan menyenderkan kepalanya di bahu Seung ho dan menggenggam erat tangan Seung ho.
Para suster dan Dokter, hanya bisa pasrah dan menunggu Biyan datang ketika melihat usaha mereka untuk tetap mengsetabilkan keadaan Bao, hanya berujung sia sia.
"Suster..!! bagai Mana..??" tanya dokter.
"Katanya ayah dari anak ini akan segera kemari..!!" jawab suster.
"Ini sudah tidak bisa di tunda..!!" bentak Dokter yang tersulut emosi.
Beberapa menit kemudian.
"ini sudah lewat beberapa menit dan ayah anak ini masih saja belum datang..!! Aku sudah pasrah..!!" seru dokter dengan wajah pasrah nya.
"ada apa tuan..?" tanya suster.
"ini orang yang akan mendonorkan darahnya..!!" jawab Dani dengan mempersilahkan Biyan.
"ayo cepat tuan...!! Pinta suster pada Biyan agar Biyan mengikuti nya.
Setelah mendapatkan darah dari Biyan, dengan segera,dokter mengerah kan semua Kamampuan nya agar Bao bisa bertahan hidup.
Dani, Seungho,Biyan, Asiyah,dan juga Denia,terus mondar mandir di depan pintu dan sesekali menatap dari bundaran kaca yang ada di pintu untuk mengechek keadaan Bao.
__ADS_1
"Brukk.." Biyan tidak sengaja menabrak aisyah hingga Asiyah terjatuh.
"Biyan...!!" teriak Dani yang lalu membantu Aisyah untuk berdiri.
Sementara itu biyan hanya menatap heran, ketika melihat kakak nya begitu agresif saat Biyan tidak sengaja menabrak aisyah.
"ma-maaf kan aku..!!"lirih Biyan yang masih menatap aisyah dengan intens.
"kau jangan terlalu sering menatap nya..!!" tegas Dani dengan memeluk tubuh Aisyah kalau menutup wajah aisyah agar Biyan tidak dapat melihat nya.
Dengan perlakuan Dani, semakin membuat Biyan curiga tentang hubungan Aisyah dan Dani.
"ohh iya kak..! aku lupa bertanya..! kenapa kau memintaku untuk mendonorkan darah ku..?? padahal kan, kau ayah nya..!" selidik Biyan.
"a-aku..!---
"Dani terkena penyakit..!! jadi dia tidak bisa mendonorkan darah nya..!" potong aida yang baru saja datang.
"Aida...!" lirih Biyan yang hendak mendekati aida.. namun langkah nya terhenti ketika melihat aida menjauhinya.
"Jangan berani mendekati ku..!!", tegas aida.
"aida..!!" timpal Dani yang lalu mendapat kan tatapan tajam dari aida.
__ADS_1
"Jangan ikut campur..!!" Ucap aida dengan suara berat nya