Suami Pilihan Mama

Suami Pilihan Mama
```Part 109```


__ADS_3

Pagi pagi sekali Dani langsung mengajak Aisyah untuk pulang kemansion keluarga Rothschild, Karena rencananya tepat hari ini juga mereka akan pindah ke Amerika.


"Pagi mom dad..!" sapa Dani yang langsung duduk diantara orang orang yang terlihat kaku.


"Kalian kenapa..?" tanya Aisyah yang tidak di hirau kan semua orang.


"Annyeong..!" teriak Dani.


"Dani..! jangan keras-keras..!" pekik Aisyah memukul Dani.


"Mianhae"lirih Dani.


"Cara berfikir nya sangat sempit, semuanya berada di bawah kekuasaan uang, seakan akan nyawa ku ini bisa di beli dengan uang." gerutu Aida dengan memotong steak yang di sajikan di piring nya dengan kasar.


"Pria seperti mereka sangat tidak berguna. Selalu mengurung wanita bagaikan bintang" saut Atun dengan mengepalkan tangannya.


"Bajingan,Gila,Bodoh, udah jelek sok ganteng..!" timpal Denia menggebrak meja makan.


"Seharusnya pagi ini mereka dimasakkan daging babi dengan level cabai yang tinggi..!" Geram aida.


"Kumohon ceritakanlah.." bentak Dani.


"Mereka marah karena kemarin para suami mereka melarang untuk berlama-lama menikmati hiburan, maka dari itu para wanita marah..!" Jelas mommy dengan pelan karena takut menyinggung para singa betina yang sedang marah.


"Aishh.. kalian ini" Gunam Aisyah.


"Anak anak Dimana..?" tanya Dani.

__ADS_1


"Mereka Sedang bermain di taman belakang" jawab Robby.


Sarapan pagi itu pun di awali dengan keheningan dan di akhiri dengan keributan yang membuat para kaum wanita kesal dan memilih untuk berdiam diri di ruang tengah dan menyuruh para lelaki mengepak pakaian mereka.


Dan tentu nya proses pengepakan barang barang pun di selingi banyak cibiran dari para kaum laki laki.. sedangkan daddy dan mommy lebih memilih untuk diam dan menyaksikan pertunjukan yang sangat menarik.


...


Kini semua orang pun berkumpul di ruang tengah dengan suasana kaku.


"Daddy dan Mommy memutuskan untuk tetap berada di Indonesia" ucap daddy dengan tegas.


"What, benarkah.." Tanya Robby.


"iya..! kami ingin menghabiskan waktu bersama kedua cucu kami, jadi Kalian pergilah ke Amerika tanpa membawa Bima dan Bao.." jelas mommy.


"mommy, aku tidak bisa meninggalkan bao-" ujar aida yang di potong oleh mommy


"Keputusan Sudah kita buat, dan kalian tidak bisa menggangu gugat" tegas daddy.


"aku tau kalian sangat mencintai cucu kalian, tapi aku tidak yakin bisa hidup tanpa Bao" lirih aida.


"Mommy. percayalah pada Grandma dan Grandpa" Bujuk Bao memeluk mommy nya.


"aku juga tidak yakin untuk melepaskan Bima begitu saja" saut Atun memeluk putra nya.


"kami melakukan hal ini hanya karena kami ingin lebih dekat dengan para cucu kami.." Ujar daddy.

__ADS_1


"Tapi mom aku tidak terbiasa meninggalkan Bao" Ucap aida.


"Kami semua setuju" Lirih Biyan yang membuat para wanita terkejut.


"iya.. Biyan benar, biarkan anak anak merasakan cinta dari Grandma dan Grandpa nya." Timpal Robby.


"Apa kalian sudah gila..?" pekik Atun dengan memeluk erat putra nya karena dalam lubuk hati yang paling dalam ia tidak ingin berpisah dengan Bima.


"Mommy, Aku tau mommy sangat sayang pada Bima, tapi Grandma dan Grandpa juga berhak atas Bima"bujuk Bima.


Bima dan Bao terus berusaha membujuk para ibu nya.


"aku mohon, tinggalkan kami bersama Grandma dan Grandpa, dan setelah beberapa waktu kami akan menyusul" bujuk Bao pada aida.


"Kau janjikan..?" tanya aida dengan meneteskan air mata nya yang sedari tadi ia tahan.


"aku janji.." Bao mengusap air mata ibu nya dengan penuh kasih sayang.


Dengan berat hati, Para ibu melepaskan anak nya agar mereka bisa tinggal bersama dengan grandma dan Grandpa nya.


...


Beberapa hari kemudian.


Selama beberapa hari ini para ibu terus menanyakan kabar para anak nya. bahkan mereka selalu menelefon Anak nya dalam jangka waktu satu jam dua kali.


Mereka sangat khawatir dengan keadaan para anak anak nya. terutama aida. dia tahu bahwa anak nya saat ini tidak di beri pengawasan ketat seperti pada saat ia yang mengurus Bao.

__ADS_1


Dan tentunya selama beberapa hari ini Atun dan aida tidak pernah berbicara pada suami nya, karena mereka sangat marah ketika mendengar bahwa suami mereka menyetujui keputusan Grandma dan Grandpa.


3 Tahun kemudian.


__ADS_2