
"dasar...! orang kampung..!" ejek Biyan dengan membanting pintu kamar mandi.
"cih...!! dasar kampret...!! awas aja nanti...!" pekik aida dengan mengepal kan kedua tangan nya.
...*Ni**ght*...
Aida dan Biyan di sibuk kan dengan aktifitas nya masing masing.. Biyan yang sedari tadi duduk dan mengahdap laptop dengan menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal dan sedang kan Aida sibuk membaca novel dengan beraneka macam cemilan yang ia makan.
"kau kenapa..??" tanya aida yang melihat Biyan kebingungan.
"ternyata keputusan ku untuk memulai hidup di Seoul sangat salah besar...!" jawab Biyan.
"kenapa..??"
"Di banding kan dengan perusahan Daddy yang ada di negara negara lain..!! ternyata kinerja yang paling lambat ada di seoul..!! seperti ada yang aneh dalam pengurusan keuangan...!" jelas Biyan.
"lihat lah...!! penghasilan nya semakin lama semakin menurun..!! jika ini terus terjadi dalam waktu 1 bulan yang akan datang..! maka perusahaan ini akan terancam bangkrut...!" Gunam Biyan dengan memperlihatkan berkas yang di pegang nya pada aida.
"hemm..!! aku rasa kesalahan ini terletak pada menajer keuangan..! karena di bagian-bagian lain nya berjalan dengan normal..!"timpal aida dengan mendekat pada Biyan lalu menatap berkas yang di tunjukkan Biyan dengan intens.
__ADS_1
Melihat aida yang sedang menatap berkas itu dengan serius membuat Biyan tersenyum manis dan salah tingkah.
"Lihat lah--ujar aida yang terpotong ketika ia melihat Biyan menatap nya dengan tatapan kagum.
"hey..!! kenapa kau melamun..!!" pekik aida yang membuat Biyan terkejut.
"mata mu itu sangat lah indah sampai sampai aku tidak bisa fokus...!" Timpal Biyan yang tidak sadar dengan perkataan nya.
Biyan pun berdiri dari duduk nya dan menarik tangan aida hingga membuat aida memeluk Biyan.
Kini tidak ada jarak lagi di antara mereka... degupan jantung dan nafas yang Ter sendal sendal terdengar jelas di telinga mereka masing masing.
"kenapa..?? apa kau takut jatuh hati ...?" goda aida.
"kau..!!--
Bentak Biyan yang terhenti.
Biyan berfikir dengan keras kenapa dia merasa sangat senang dan nyaman ketika ia memeluk tubuh mungil aida.
__ADS_1
Dengan perasaan yang tulus Aida memeluk Biyan dari belakang dan berkata.
"aku tau..!! kau masih belum bisa menerima ku karena aku adalah mantan kekasih kakak mu...!! tapi... bisa kah kita mulai semua nya dari awal..?" tanya aida dengan suara pelan.
Biyan pun membalikkan tubuh nya dan menatap Aida dengan intens.
"kau Yakin akan bermalam dengan ku di saat kondisi mu seperti ini..?" tanya Biyan dengan melihat keadaan aida yang masih terlihat pucat.
"hem..!" jawab aida dengan mengangguk kan kepala nya.
"baik lah..!" timpal Biyan yang langsung menggendong aida dan membaring kan nya di tempat tidur.
Tatapan aida yang sangat tulus membuat Biyan merasa luluh dan menghilangkan Niat balas dendam nya.
Biyan pun menghempit tubuh mungil aida dan Biyan mulai mencium bibir dan pipi aida.
Dengan perlahan Biyan membelai pipi aida sembari mencium leher.
Aida yang mendapat kan perlakuan manis hanya bisa tersenyum geli dengan menahan tawa nya.
__ADS_1
Biyan langsung menaik i tubuh aida dan membuka piama yang di kenakan aida...Melihat gunung kembar yang membuat nya kemarin kehilangan kendali kini Biyan langsung memain kan sisi kanan dan menghisap p*ting sisi kiri.