
Acara pun di mulai. pengantin pria datang lebih dahulu di pelaminan untuk menunggu pengantin wanita yang masih di riasi para sahabat nya.
Karena Atun,Denia,dan aida bersikukuh untuk merias sahabat tercinta mereka di saat hari bahagianya. Aisyah pun diriasi para sahabat nya tanpa bantuan orang luar.
"Aisyah.kenapa kau begitu cemas, apakah kau sangat takut pada Dani..?" selidik Atun menatap intens pada aisyah yang sedari tadi mondar mandir di depan pintu kamarnya.
"Tenang saja aisyah,Kau Jangan takut..!" seru Denia.
"Aku sangat resah, kalian tidak tau posisi ku saat ini sangat rumit..!" Ucap Aisyah dengan nada tertekan.
"Memang nya ada apa.coba cerita..!" timpal aida dengan menuntun Aisyah,untuk menyuruh nya duduk di atas tempat tidur. agar Aisyah merasa lebih tenang.
"Sebelum ini Aku dan Dani kan belum pernah pacaran. aku takut jika kita tidak bisa saling mengerti..!" jelas Aisyah.
"Aisyah,Kau dan Dani kan pernah tinggal satu rumah selama 4 tahun lebih, bahkan aku dan Biyan pun dulu tidak pernah pacaran. tapi ujung² nya hubungan kami langgeng sampai bertahun tahun..!" Bujuk aida mengelus rambut panjang Aisyah.
"Langgeng matamu..!" ejek Denia.
"Sudah sudah, singkirkan rasa ragu mu, mari kita turun udah di tunggu Dani tuh..!" Pinta Atun menarik tangan aisyah.
__ADS_1
"Ta-tapi--
"Tidak ada tapi tapian..!" potong Atun menarik paksa Aisyah.
...
Semua orang yang awal nya sibuk berbincang bincang tentang seputar kehidupan berbisnis,kini menjadi terdiam saat melihat calon pengantin melintas di hadapan mereka dengan sejuta pesona yang membuat para tetamu terpikat.
Gaun berwarna kuning emas, Heels tinggi,dan makeup yang sangat bergaya membuat aisyah menjadi pusat perhatian banyak orang terutama Dani.
"Tep..tepp..tepp" Aisyah berjalan dengan langkah yang gemetar dan air mata yang mengalir. mengingat orang tua nya tidak bisa datang di hari yang sangat penting bagi nya.
Tanpa menunggu waktu yang lama mereka pun memulai pernikahan dengan menandatangani surat nikah, dan di lanjut dengan pertukaran cincin serta pengucapan janji suci pernikahan.
"Cup.." Dani mengecup Kening Aisyah setelah selesai mengucapkan janji sehidup semati,suka dan duka, mereka jalani bersama sama.
"Kau..!" pekik Aisyah dengan menahan malu yang berkecamuk di hati nya.
"Kita sudah sah..! aku bebas melakukan apapun padamu..!" Goda Dani memeluk erat dan membelai pipi Aisyah.
__ADS_1
"Ehem.." Robby,Biyan, Seung ho, Dan daddy berdehem.
"Kalian bisa bermesraan di kamar kan..!" bisik Robby pada Dani.
"Kakak, ini hari bahagia ku, tapi kau masih saja ingin mengganggu kami..!"Gerutu Dani.
"Sudah sudah..! kita mulai saja mengantri untuk memberi selamat..!" Tegas daddy dengan suara berat nya.
"Memang nya kita mengantri sembako..?"Timpal Biyan dengan memeluk istri tercinta nya.
"Bodoh..! otak mu itu hanya berisi hal hal mesum, makanya gabisa berfikir dengan jernih..!" ejek Seung ho.
"Apa kat--
"Sudah sudah, kalian ini sudah jadi bapak bapak masih saja tidak bisa berfikir dewasa..!" mommy memotong perkataan Biyan.
"Bisakah kita mengakhiri acara ini..! aku dan Bima merasa sangat gerah..!" Gerutu Bao membuat semua orang tertawa.
"Ayolah, kami tidak bercanda, kenapa kalian malah tertawa." protes Bima.
__ADS_1
Mendengar para anak anak berdemo membuat para orang tua pun langsung memulai acara pemberian selamat kepada pengantin baru.