
"Denia.. aku mau membicarakan tentang perasaan ku pada mu...!" ujar Seung ho dengan menggenggam kedua tangan Denia
"Sebenar nya aku-- ini kali keduanya Seung ho merasa gugup saat akan menyatakan cintanya kepada Denia.
"aku apa..??"
"aku...!!!"
"apa..??"
"Aku menn...nyukai gaya rambut mu...!!" ujar Seung ho.
"ohh..!! hanya itu..??" tanya Denia.
"ya udah pulang yuk..!!" ajak Denia yang langsung melangkahkan kakinya.
Dengan cepat Seung ho langsung menarik tangan Denia dan memeluknya.
"I LOVE U" lirih Seung ho dengan memeluk Denia dan memejamkan matanya.
Denia yang mendengar perkataan Seung ho tiba tiba merasakan Degupan kencang dari jantung nya.... dalam waktu yang lama Denia dan Seung ho terdiam dan menikmati pelukan mereka.
__ADS_1
"Denia..?? apa jawaban mu..??" tanya Seung ho.
"aku tidak" ujar Denia yang membuat Seung ho melepaskan pelukannya.
Seung ho yang merasa cinta nya di tolak langsung mengundurkan langkahnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku tidak menolak mu oppa..!" teriak Denia dengan berlari kearah Seung ho dan langsung memeluknya.
Seung ho pun langsung tersenyum bahagia dan menghujani ciuman pada Denia ketika mendengarkan jawaban Denia..
"terimakasih..!!" Ujar Seung ho dengan mencium bibir Denia.
...
Pagi pagi sekali aida sudah terjaga di pintu rumahnya dengan membawa tongkat yang sangat besar dan tatapan yang begitu mencekam.
Saat aida melihat Seung ho dan Denia baru saja pulang... ia pun langsung melemparkan bogem mentah ke arah pipi Seung ho dan memukul kan tongkat besar ke arah punggung Denia hingga mereka menjerit kesakitan
"Aku mengizin kan kalian untuk keluar bukan berarti kalian bebas pulang sampai pagi..!! apa kau tidak tau di malam hari ada banyak orang jahat yang bisa menyerang kalian..!!" Omelan aida membuat mereka menutup telinga dan menundukkan wajahnya.
"jika saja terjadi sesuatu pada kalian...maka aku akan menjawab apa ketika di tanya ibu kalian masing masing..!!" tegas aida.
__ADS_1
"Ada apa ini aida..??" tanya bibi seung ho.
"Mereka pergi tadi malam Dan baru pulang sekarang bibi.." jawab aida dengan berkacak pinggang.
Bibi Seung ho yang mendengar jawaban aida langsung ikut berkacak pinggang dan menatap kepada 2 orang yang menundukkan kepalanya.
"Yaaa Seung ahhh..!!" teriak bibi Seung ho dengan menjewer telinga Seung ho.
"Akhh.. bibi lepaskan..!!" Ringisan Seung ho terdengar oleh Aisyah dan Dani sehingga mereka keluar dari rumah dan menertawakan Seung ho.
"Kau jangan terbiasa membawa wanita sampai pulang pagi..!!" tegas bibi seung ho dengan melepaskan jewerannya.
"sudah cepat mandi dan berangkat kerja..!!" perintah aida.
Kehidupan mereka semakin berlika-liku namun hal itu tidak membuat mereka patah semangat, meskipun mereka setiap harinya hanya makan dengan lauk seadanya karena para lelaki belum mendapatkan pekerjaan tetap.
*Ketika semua orang yang ada di Jakarta dan di Tiongkok berbahagia hanya Biyan lah yang merasakan kesepian amat mendalam.
Kehidupannya sangat lah tersiksa dengan kepergian aida... Kini dirinya terlihat sangat tidak teratur... penampilannya yang dulu terlihat sangat rapi.. kini berubah,terlihat sangat kusut dan menjadi pemabuk...
Di balik penyesalannya... Biyan masih tidak menyadari akan cintanya kepada aida... dia mengira bahwa rasa aneh yang di rasakan ketika ia bersama aida adalah pertanda bahwa ia membenci aida*.
__ADS_1