SUAMI SELINGKUH DENGAN SAHABATKU

SUAMI SELINGKUH DENGAN SAHABATKU
BAB 21. KASMARAN


__ADS_3

Sebelum sampai di ruangan yang di tuju, Anton di sapa oleh seorang laki-laki yang kebetulan lewat di depannya. Suara itu masih di ingatnya dengan jelas.


"Hei... Anton ya? Apa kabar?" Sapa laki-laki yang berpenampilan cukup rapi, memakai jas coklat dipadukan dengan celana warna senada.


Anton mendongakkan kepalanya. Ia berhenti sejenak dengan langkahnya. Laki-laki yang baru bekerja di perusahaan itu tampak bingung.


'Kenapa ada yang mengenalku? Siapa dia?' bisik Anton dalam hati.


"Ton... Kamu lupa sama aku? Coba di ingat-ingat!!" Lelaki itu menatap Anton sambil tersenyum ramah.


"Ooo... Kamu Yunan, ya??? Maaf, udah lama kita nggak ketemu, aku jadi lupa." Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Anton bisa mengenalnya.


"Kamu kerja di sini, Ton? Mulai kapan?" Tanya Yunan sambil menepuk pundak kiri Anton.


"Iya, aku kerja di sini. Baru hari ini aku diterima kerja. Kalo kamu, udah lama kerja di sini, Yun?" Tanya Anton balik.


"Lumayan lama sih" Jawab Yunan.


Tiba-tiba ponsel dalam saku Yunan bergetar, ada panggilan masuk.


"Sebentar ya, Ton. Aku terima telpon dulu." Ucap Yunan memotong pembicaraan.


"Aku permisi ya... Mau masuk ruangan. Kapan-kapan kita sambung lagi." Pamit Anton untuk melanjutkan tujuannya semula.


Setelah masuk ruangan personalia, Anton bertemu dengan beberapa orang yang sudah duduk tapi di kursi masing-masing.


"Pagi semua! Saya Anton. Karyawan baru di sini. Kalo ada kesulitan, mohon di bantu ya!" Anton memperkenalkan diri di depan rekan kerjanya yang baru saja dikenalnya.


"Pagi Anton, saya Kamila"


"Saya Darwis"


"Dahlia"


"Roni"


"Saya yang paling tampan, Bondan" kelakar laki-laki berbadan paling gendut dan berkulit hitam itu, menyapa Anton sambil tersenyum penuh canda. Hingga suasana ruangan berubah menjadi hangat, ada keakraban.


"Ini meja kerja kamu, Anton." Bondan menunjukkan meja dan kursi kosong di sebelahnya.


"Makasih, Bondan." Sambil tersenyum, Anton melangkah menuju meja yang di tunjuk, lalu segera duduk dengan sopan.


"Semoga kamu betah kerja di sini, Ton. Karena bos kita agak galak." ucap Darwis.


"Kelapa staf personalia, pak Ruben ya namanya?" tanya Anton.

__ADS_1


"Iya, Ton. Jangan pernah bohong sama pak Ruben, karena orangnya pasti tau kebohongan kita. Kalo kamu melanggarnya, tau sendiri deh akibatnya." Jelas Darwis.


"Ooo... gitu, makasih informasinya, Bro." Jawab Anton.


Sementara Dahlia dan Kamila hanya tersenyum sambil melirik Anton, yang memang tampak tampan dan menawan. Dahlia masih bujang, sedang Kamila sudah menjanda tanpa anak.


Sepertinya kedua wanita ini, terkagum-kagum dengan penampilan Anton, kagum pada pandangan pertama.


***


Terdengar ada mobil berhenti di depan rumah Alma. Beberapa orang turun dari mobil, Yunan, Angga, Arman kakak Yunan, Novita kakak ipar Yunan, serta pak Lukita dan bu Norma, ayah dan ibu Yunan.


Mereka berjalan menuju teras. Jantung Alma makin berdetak lebih cepat, ia segan ketemu keluarga Yunan yang masih asing baginya.


"Assalamu'alaikum..." Terdengar suara tamu datang.


"Waalaikum salam" Jawab Alma sambil sedikit berkeringat di kedua pelipisnya.


"Ini pasti Alma. Dan ini Tiara ya? Cantik sekali." Sapa Novita sambil tersenyum manis dan memeluk Alma dan Tiara secara bergantian.


"Iya, Tante. Silahkan masuk." Jawab Alma ramah dengan senyumnya yang menawan, membuat Yunan tak berpaling menatapnya.


Semua sudah duduk di sofa panjang di ruang tamu Alma. Suasana hangat mulai tercipta, anggota keluarga Yunan bercengkrama, sesekali Yunan dan kakaknya Arman berkelakar, sehingga semua jadi tertawa.


'Cantiknya Alma, aku sudah nggak sabar, ingin segera menikahinya.' Yunan memandang wajah cantik Alma dari kejauhan, dengan posisi saling berhadapan.


"Ehhem... Mau nikah cepet nih, Pa? Gimana tante Alma, papa sudah nggak sabar nih?" Angga mencolek tangan papanya, sambil tersenyum menggoda.


Semua tertawa mendengar ucapan Angga. Membuat Yunan dan Alma tertunduk malu. Tiara tersenyum, menatap wajah mamanya yang tampak gembira. Tiara bersyukur, akhirnya mamanya bisa tersenyum riang seperti dulu.


Aneka hidangan di sajikan di meja, ada kue basah dan kering. Minuman segar juga tak lupa menemani acara lamaran Alma dan Yunan.


Tak terasa perkenalan dan acara lamaran pun usai. Setelah satu jam berada di rumah Alma, akhirnya Yunan dan keluarganya berpamitan. Peluk dan cium mengakhiri perjumpaan mereka sore itu.


Mobil alphard warna hitam sudah siap mengantar tamu menuju rumah kembali. Lambaian tangan Alma dan Tiara mengiringi kepergian Yunan dan keluarga. Tatapan mata Yunan tak juga mau lepas pada wanita di balik jendela mobil. Laki-laki tampan itu sungguh gembira, rasa hati kembali balik masa remaja. Karena jatuh cinta tak pandang usia.


***


Malam harinya jam 21.00


(Halo, Alma. Aku kangen) suara Yunan menyapa Alma di sambungan telpon.


(Mas Yunan, baru aja ketemu, masak udah kangen) jawab Alma sambil tersenyum.


(Wajah kamu muncul terus di benakku, sayang. Apa aku nggak boleh kangen nih?) ucap Yunan menggoda Alma.

__ADS_1


(Boleh dong, tapi..kan baru aja ketemu, Mas. Malu tuh, sama Angga) Jawab Alma.


(Angga udah masuk kamar. Ini juga aku lagi di kamar. Hmm... Boleh nggak aku video call bentar aja?)


(Boleh, Mas. Tapi bentar aja ya) ucap Alma.


(Ok deh, sayang) balas Yunan senang.


Hari-harinya dipenuhi dengan bunga-bunga cinta, nggak pagi, nggak siang, nggak malam, Yunan selalu ingin tahu kabar Alma. ABG aja kalah, deh.


***


Jam 08.00 di PT. Sumber Rejeki


"Pagi, pak Yunan"


"Selamat pagi, pak Yunan"


"Pagi, Pak"


Demikian beberapa karyawan menyapa Yunan, saat berpapasan menuju ruang masing-masing.


Tepat jam 09.00 nanti ada meeting semua divisi, tiap divisi diwakili 2 orang. Ada proyek besar yang harus segera ditangani.


"Anton, kamu nanti yang ikut meeting ya, sambil kenalan sama divisi yang lain. Temenin Dahlia ya, Ton!" Ujar Bondan yang paling senior di staf operasional. Karena pak Ruben masih keluar kota menyelesaikan tugas yang lain.


"Ooo... iya, Ndan. Aku siap." Jawab Anton.


"Iya, Ton. Biar nggak kita terus yang ikut meeting gantian yang baru. Biar divisi yang lain nggak bosen liat kita" Sahut Darwis.


"Tapi hati-hati kalo dampingi Dahlia, jangan sampek lecet." Tegur Kamila sambil mengernyitkan alis kirinya.


"Apaan sih kamu, Mila." Jawab Dahlia menimpali.


Kamila sangat bahagia, diberi kesempatan bisa berduaan dengan Anton yang tampan. Diam-diam Kamila sering mencuri pandang padanya saat bekerja dalam satu ruangan.


Semua divisi sudah siap di ruang meeting. Mulai divisi pemasaran, personalia, produksi, pembelanjaan sampai divisi umum.


Terdengar langkah sepatu memasuki ruang meeting.


"Selamat pagi, apa kabar semua?" Sapa laki-laki yang berdiri di depan memimpin meeting.


"Pagi pak, baik." Serentak semua peserta meeting bersuara.


Anton kaget menatap laki-laki yang memimpin meeting itu. Laki-laki yang sangat dikenalnya dan beberapa hari lalu tak sengaja ditemuinya. Ia tampak gagah dan berkharisma. Tersenyum ramah pada semua peserta meeting di ruangan itu.

__ADS_1


'Yunan??? Yunan menjadi direktur di perusahaan ini??? Aku nggak nyangka. Sekarang aku menjadi karyawannya Yunan.' bisik Anton dalam hati.


__ADS_2