SUAMI SELINGKUH DENGAN SAHABATKU

SUAMI SELINGKUH DENGAN SAHABATKU
BAB 69. CALON ISTRI


__ADS_3

"Mas... apa benar yang disampaikan Pak Yunan tadi? Gadis yang di sebelahnya adalah anak kandungmu?? Berarti kamu sudah punya istri dong, Mas???" Deretan pertanyaan dilontarkan Yuanita sambil menatap tajam ke arah Anton.


"Dengerin penjelasanku, Sayang. Aku memang pernah menikah. Memang benar gadis itu adalah anak kandung ku dari mantan istri ku. Mantan istri ku itu, sekarang menjadi istrinya pak Yunan." Dengan gamblang, Anton menjelaskan satu-persatu pernyataan wanita muda yang berdiri di depannya.


"Hmm... gitu. Jadi Mas Anton ini sebenarnya sudah duda? Lebih tepatnya duda beranak satu??" Yuanita lanjut ngejar dengar pertanyaan lain.


"Iii....iya, Sayang. Maaf kalo aku belum pernah cerita ke kamu. Aku hanya menunggu waktu yang tepat saja, untuk menjelaskan ini semua." Anton agak gugup mengatur alibi, agar wanita incarannya itu tak curiga dengan kebohongannya. Lebih tepatnya sebagian kecil jujur, tapi kebohongannya lebih besar lagi.


Ia menutup rapat-rapat perihal pernikahannya yang kedua dengan Heni, juga menyimpan rahasia kalau ia punya anak lagi dari istrinya yang sekarang. Anton sudah dibutakan nafsu birahi bersama wanita yang lebih cantik dan menggoda.


"Aku bisa mengerti, Mas. Oh ya... Gimana ini? Aku suka setelan blazer dua-duanya. Tadi aku coba juga pas dan cocok di badan ku. Beliin dua-duanya ya, Mas Anton sayang." Rajuk Yuanita sambil tersenyum manja.


"Kalo kamu suka. Nggak masalah beli dua-duanya, Sayangku. Apa sih yang nggak buat calon istri ku yang cantik ini." Jawab Anton sambil mencubit pipi Yuanita.


"Makasih, Mas Anton Sayang. Bentar... tadi apa yang Mas Anton bilang? Calon istri? Apa udah yakin nih??" Yuanita terkejut mendengar kalimat Anton barusan.


"Iya, Sayang. Aku nggak akan melepaskan mu. Kamu wanita yang cocok buat istriku. Udah cantik, pinter, bisa muasin aku lagi." Bisik Anton di telinga kekasihnya itu.


"Hmm... mulai deh, ngegombalnya." Sahut Yuanita. Kemudian ia mengajak Anton menuju kasir untuk membayar uang belanjaan.


'Jangan sampai uang di rekening ku kurang buat bayarin belanjaan Yuanita.' Bisik Anton  was-was.


"Kenapa, Mas. Apa ada yang salah dengan ku?" Yuanita menanggap gelagat kurang enak pada Anton.


"Ti... tidak, Sayang. Aku pengen cepat-cepat nyampek apartemen. Udah kangen kayak kemarin." Anton cepat-cepat cari alasan.


"Sabar dong, Mas. Mau berapa ronde?" Suara Yuanita berbisik di telinga lelaki yang kini berjalan di sisinya dan saling bergandengan tangan dengan mesra.


Anton membelalakkan mata, mendengar tantangan wanita nan menggoda itu. "Mau sampek kamu lemes, Sayang." Balas Anton tak mau kalah.


Yuanita mencubit pinggang Anton sambil tersenyum manja setelah mendengar ucapan lelaki yang makin berani merayunya itu.


Sesampainya di kasir, Yuanita memberikan nota pembayaran pada lelaki yang nampak sedikit panik.


"Mas... nih notanya." Yuanita menyerahkan nota pada Anton.

__ADS_1


'Untunglah... uang ku cukup untuk membayarnya.' Gumam Anton merasa lega setelah melihat angka yang tercetak di kertas yang ada di telapak tangannya.


"Makasih, Mbak." Ucap Anton setelah melunasi pembayaran dan segera menggandeng tangan Yuanita dengan mesra menuju pintu keluar.


Dua sejoli ini lanjut mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang menuju apartemen Yuanita.


***


Sementara Heni mondar-mandir di kamarnya, ia tampak panik seperti kemarin. Suami yang diharapkannya pulang tepat waktu, ternyata tak kunjung tiba hingga menjelang malam.


'Kemana lagi, Mas Anton ini? Sekarang sudah jam tujuh malam, tapi nggak pulang-pulang? Apa memang benar, Mas Anton punya wanita lain di belakang ku? Apa aku harus menelponnya? Tapi... kalo aku menelponnya, nanti aku di usir dari rumah ini. Aduuuh... apa yang sebaiknya aku lakukan???' Heni menggerutu, pikirannya berkecamuk campur aduk jadi satu antara marah dan cemburu atas apa yang dilakukan oleh Anton akhir-akhir ini.


Sedang bu Halimah dan Adel, seharian tidak mengajaknya bicara. Bu Halimah lebih banyak menghabiskan waktunya beristirahat di kamar, Beda dengan Adel, ia memang malas melihat sosok manusia tak tau diri yang masih serumah dengannya. Karenanya ia tak tertarik menegur apalagi mengajaknya bicara.


"Del... apa Mas mu belum pulang juga sampai malam gini?" tanya bu Halimah pada putrinya yang menemaninya istirahat di kamar.


"Belum, Bu. Aku telpon Mas Anton dulu ya." Adel mengambil ponsel yang ada di sakunya.


"Iya, Del. Mudah-mudahan nggak terjadi apa-apa sama Mas mu." Harap bu Halimah pada putra tercintanya.


"Sudahlah, Bu. Aku capek telpon Mas Anton. Nanti juga pulang-pulang sendiri kayak kemarin malam." Adel kesal dan putus asa.


***


Kita kembali ke Anton dan Yuanita ya readers. Akhirnya sampailah di apartemen, Anton sudah membayangkan akan merasakan  tubuh Yuanita sekali lagi, bahkan berkali-kali seperti janjinya di butik tadi.


Apalagi ia sudah menuruti permintaan kekasihnya itu. Pasti Yuanita tak bisa menolak kemauan Anton untuk melayaninya berhubungan layaknya suami istri sesukanya.


"Mau minum dulu, Mas?" tanya Yuanita.


"Boleh, Sayang. Tapi aku ingin secepatnya mereguk nikmatnya tubuhmu yang sexy. Aku sudah nggak tahan."


"Hmm... apa Mas Anton nggak lapar? Kita makan dulu ya, Mas. Aku akan pesan makanan online biar nggak repot." Usul Yuanita untuk mengulur waktu, karena sebenarnya ia merasa malas dan capek setelah bekerja seharian.


"Oke, Sayang. Asal jangan lama-lama ya!" jawab Anton sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa ruang tamu.

__ADS_1


"Iya, Mas. Nggak sabaran amat sih." Jawab Yuanita dengan senyum manisnya, hingga membuat Anton meleleh dan mendekatinya.


"Eee... Mas Anton, aku mau pesen makanan dulu. Tunggu bentar ya, Sayang." Yuanita mengambil ponselnya di dalam tas kecilnya.


Ia memesan beberapa makanan dan minuman untuk makan malam bersama Anton. Tiba-tiba kecupan hangat mendarat di bibir Yuanita hingga membuat wanita itu gelagapan.


Serangan Anton sudah tak bisa di hindari lagi, lelaki yang mengaku sudah menduda itu mengungkung tubuh Yuanita hingga tak bisa bergerak.


"Mas... bentar lagi makanan datang lho. Sabar dulu ahh." Yuanita masih berusaha menunda.


Tiba-tiba ponsel Anton bergetar yang sengaja ia mode getar dan diletakkan di saku celananya.


'Aduuh... Siapa sih? Ganggu aja!' Gerutunya dalam hati. Ia membiarkan ponselnya begitu saja.


"Ada yang telpon tuh, Mas. Siapa tau penting. Angkat dulu, gih!" Perintah Yuanita.


"Biar aja, Sayang. Aku nggak mau di ganggu kalo berdua sama kamu." Anton malah menggeliat dan menciumi leher jenjang milik wanita yang ada di bawah kungkungannya.


Ting... tung...


Terdengar suara bel depan pintu masuk.


"Bentar ya, Mas. Itu pasti makanan yang aku pesan udah datang." Pamit Yuanita, lalu gegas melangkah membukakan pintu depan.


Benar saja. Akhirnya Yuanita bisa mengisi perutnya yang minta di isi karena kelaparan. Sementara Anton pun menunda niatnya, karena sebenarnya ia juga merasa lapar.


Kini acara makan malam sudah selesai. Mata tajam Anton mulai bergerilya menatap tubuh sintal milik wanita yang sudah berganti pakaian dengan baju tidur lingerie warna merah muda. Sangat cocok dengan kulit putih Yuanita. Semakin menambah gairah lelaki yang sudah mendekati ranjang tempat Yuanita merebahkan diri.


Tak ayal lagi, aksi Anton dan Yuanita menghabiskan waktu berduaan pun terulang lagi. Bahkan tanpa malu-malu sepasang kekasih ini mengulanginya beberapa kali hingga puas.


Untuk kali ini, Anton sengaja tak pulang ke rumah hingga pagi hari. Ia ingin tidur dan menghabiskan sepanjang malamnya dengan wanita muda nan sexy di pelukannya.


***


BERSAMBUNG... 

__ADS_1


Seperti biasa, jangan lupa kasih like, komen & votenya ya readers. Makasih banyak❣️❣️❣️


__ADS_2