SUAMI SELINGKUH DENGAN SAHABATKU

SUAMI SELINGKUH DENGAN SAHABATKU
BAB 27. KEPANIKAN


__ADS_3

"Aduuuh... kenapa sakit sekali perutku ini??? ibu... tolong bantu aku, bu!" teriak Heni yang berjalan pelan-pelan keluar dari kamar mandi. Kebetulan bu Halimah sedang berada di dapur, yang ruangannya berdekatan dengan kamar mandi.


"Ada apa, Hen? Apa kamu mau melahirkan???" tanya bu Halimah sembari melangkah cepat mendekati menantunya yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya di depan kamar mandi.


"Iya bu, aku sudah nggak tahan. Sakit sekali perutku" keluh Heni sambil berpegangan pintu kamar mandi. Wajahnya tegang, matanya nanar menahan sakit yang luar biasa. Tangannya pun bergetar mencengkeram kuat gagang pintu itu.


"Tahan ya, Hen! Sini ibu papah! Pelan-pelan jalannya, Hen!! Kamu duduk dulu di sofa. Ibu akan hubungi Anton, biar dia cepet pulang." Ucap bu Halimah menuntun Heni sekaligus menenangkannya. Agar tak panik dan memberikan solusi yang bisa ia lakukan.


(Halo... Anton. Cepat pulang ya! Istrimu mau melahirkan. Jangan lama-lama ya, Ton!! Kasihan istrimu sudah nggak kuatkuat nahan sakit), suara bu Halimah dalam sambungan telpon.


(I... iya, Bu. Secepatnya aku akan pulang), jawab Anton gugup. Ia cepat-cepat menutup sambungan telpon, dan berdiri dari duduknya.


"Ada apa, Ton? Kok kamu panik?? Apa ada kabar buruk?" tanya Bondan yang duduk bersebelahan dengannya.


'I... iya, aku mau ijin ke pak Ruben." Jawab Anton tanpa memberi penjelasan yang lengkap. Ia melangkah dengan cepat menuju ruangan pak Ruben.


Tok... tok..


"Ya, masuk!" Jawab pak Ruben dari dalam ruangan.


"Maaf, Pak. Saya ijin pulang secepatnya, karena is... tri saya mau melahirkan." Ucap Anton menjelaskan pada kepala divisi operasional.


"O... begitu. Sebelum kamu pulang, tolong serahkan pekerjaanmu yang belum kelar ke temanmu satu divisi, agar bisa selesai hari ini!" Perintah pak Ruben pada Anton.


"Iya, Pak. Saya permisi dulu." Pamit Anton dan melangkah menuju pintu keluar dengan tergesa-gesa.


Brukkk


Anton menabrak laki-laki tampan di depannya. Karena ia sangat panik setelah mendapat kabar dari ibunya tadi, pikirannya jadi nggak bisa fokus.


"Eee... Maaf, saya nggak sengaja," ucap Anton.


"Ya... nggak apa-apa. Hati-hati kalo jalan, Ton. Kenapa kamu kelihatan panik dan tergesa-gesa seperti itu?" Jawab Yunan.


"Ohh... Maaf Pak Yunan, saya... saya ada urusan penting di rumah. Dan saya baru ijin sama pak Ruben. Maaf... saya pamit dulu, permisi." Ucap Anton makin gugup.

__ADS_1


'Aduhhh... Sial banget aku hari ini. Kenapa harus nabrak Yunan lagi. Untung aku nggak keceplosan ngomong tadi. Kalo sampek aku ngomong istriku mau melahirkan, pasti Yunan akan cerita ke Alma. Dan Alma pasti menghitung jarak antara perceraian denganku dulu dan pernikahanku dengan Heni. Untung aku bisa ngerem omonganku tadi.' Gerutu Anton sambil berjalan keluar kantor bergegas menuju parkiran, langsung menstater kuda besinya, di gober cepat melintasi jalan raya menuju rumahnya.


Anton dan Heni menikah setelah perempuan perebut laki orang itu hamil sebulan. Makanya Anton buru-buru menikah siri sebagai pertanda kalau dia laki-laki yang bertanggung jawab.


"Aduuuh... Kenapa Mas Anton lama sekali sih. Gimana kalo anak ini keburu keluar sendiri bu??" Heni meringis menahan sakit yang makin menjadi.


Keringat dingin sudah membasahi tubuhnya, kandungannya mengalami kontraksi hebat, hingga wanita yang sudah sejam menunggu Anton ini menjerit kesakitan.


Bu Halimah panik melihat menantunya yang tak henti-hentinya menjerit sambil memegang perutnya. Wanita tua ini berlari ke depan, berharap anak laki-lakinya segera datang. Tapi harapannya sirna, karena tak ada tanda-tanda Anton telah sampai di tempat itu.


"Mas Antooon!!! Kemana kamu maaas??!!" teriak Heni memanggil sang suami yang sudah satu jam lebih tak kunjung datang.


Tiba-tiba ada suara sepeda motor berhenti di depan rumah. Bu Halimah berjalan cepat menghampirinya, ia mengira Anton yang datang, ternyata Adel baru pulang dari kerjanya.


"Del... tolong bantu kakakmu Heni! Sepertinya mau melahirkan! Mas mu Anton nggak datang-datang dari tadi. Gimana ini, Del???" Ucap bu Halimah sambil pontang-panting terlalu gelisah.


Sambil melepas helm yang masih menutup kepalanya, Adel segera masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan kakak iparnya.


"Kita ke bidan terdekat aja ya, Hen?! Biar cepat ditangani. Ayo aku bantu jalan!" Adel menuntun wanita yang sudah tak berdaya di hadapannya. Heni berjalan tertatih-tatih sambil mengikuti arahan Adel.


"Kamu naik ke sepeda pelan-pelan, aku akan membonceng mu. Pegangan ke pinggang ku ya!" Ucap Adel yang tak tega melihat wanita yang kesakitan di ambang proses persalinan.


"I... ya, Del" Heni menuruti apapun saran Adel. Ia pasrah atas keadaan yang sangat darurat ini. Sambil meringis dan muka tegang menahan sakit yang makin tak terkendali, Heni berpegangan erat di pinggang Adel yang memboncengnya menuju rumah bidan Santi.


***


Anton mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan maksimal. Walaupun laki-laki ini tak begitu perhatian pada istrinya, tapi ketika mendengar Heni akan melahirkan, ia nampak panik dan ingin cepat-cepat sampai ke rumah.


Saking paniknya, sampai ia tak sengaja menabrak truk yang lagi parkir di jalan raya.


Brakkk


"Aaaah" Suara Anton setelah sadar ia menabrak sesuatu di depannya. Karena laju sepeda yang sangat kencang, benturan antara dua benda yang terbuat dari besi itu membuat Anton terpental hingga beberapa meter.


Darah mengucur deras dari kepalanya. Saking kerasnya ia terpental, hingga helm yang melindungi kepalanya retak. Tubuh Anton terjerembab di tepi jalan 10 meter jaraknya dari sepeda motor yang ia kendarai.

__ADS_1


"Ada kecelakaan!!! Lihat di depan itu!!!" Teriak pengendara sepeda motor yang ada di belakang Anton sedang memberitahu temannya yang dibonceng.


"Orangnya terpental jauh sekali, kita berhenti dulu! Ayo kita tolong!!!" Jawab temannya yang tak tega melihat Anton terkapar di tepi jalan.


Sebagian lagi ada yang asyik membuat video peristiwa itu. Jiwa kemanusiaannya kalah dengan egonya untuk membuat konten. Begitulah fenomena yang terjadi saat ini. Demi mencari keuntungan pribadi, sampai membiarkan seorang manusia yang sangat membutuhkan pertolongan secepatnya.


"Segera hubungi polisi, biar tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya!!! Teriak salah satu pengguna jalan yang lewat di area kecelakaan.


Sepanjang jalan menjadi macet, karena sepeda motor Anton berada di tengah-tengah jalan, sehingga menghalangi pengguna jalan yang akan melintas.


"Ada apa ini!!! Kemana jalan dialihkan? Banyak polisi juga???" Tanya seorang wanita yang masih berseragam guru yang sedang mengendarai sepeda motor.


"Iya bu, barusan ada kecelakaan. Ibu bisa lewat di samping itu, Bu!" Seorang pejalan kaki sedang menunjukkan pada wanita itu, jalan alternatif.


"Ooo... iya, makasih" Jawab wanita berseragam itu dengan sopan. Lalu ia melanjutkan perjalanan melewati jalan kecil sambil menengok samping kirinya.


Deg


"Lho... itu kan plat nomer sepeda motor Mas Anton?!?! Apakah yang mengalami kecelakaan itu Mas Anton???" Wanita itu kaget bukan kepalang, setelah melihat sepeda motor yang tergeletak di tengah jalan yang dilaluinya. Tak sengaja ia menatap nomer yang tertera di sepeda motor itu dengan sekilas.


Dengan rasa penasaran dan panik, wanita itu menghentikan sepeda motor yang dikendarai. Lalu gegas memarkir scoopy putihnya di pinggir jalan, kepalanya menatap kerumunan beberapa polisi dan mendekatinya.


"Maaf Pak, bolehkah saya melihat wajah orang yang mengalami kecelakaan ini? Karena saya mengenal plat nomer sepeda motornya." Pinta wanita itu.


"Silahkan  bu, kebetulan kami juga masih mencari identitasnya." Jawab salah satu polisi.


Wanita itu dengan jantung berdebar, ia tak berharap Anton yang mengalami kecelakaan itu. Tapi...


"Ya Tuhan... Mas Anton!!! teriak wanita itu sambil menutup mulutnya saking kagetnya. Apa yang dilihatnya membuat jantungnya berdetak cepat. Darah merah segar mengucur di sebagian kepala Anton. Tapi wajah Anton masih bisa dikenali dengan baik.


"Apakah ibu mengenalnya?" tanya polisi.


"I... iya, saya mengenalnya, Pak" Jawab wanita itu dengan terbata-bata.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG... 


__ADS_2