SUAMI SELINGKUH DENGAN SAHABATKU

SUAMI SELINGKUH DENGAN SAHABATKU
BAB 25. MALAM PERTAMA


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Anton merogoh saku celananya, ia mencari kunci serep pintu rumahnya. Ia sengaja membawanya, karena tak mau membangunkan isi rumah dengan ketukan pintu darinya.


Ceklek


Laki-laki yang masih memakai jaket kulit itu melangkah masuk ke dalam rumah. Lalu pintu ia kunci kembali dengan pelan, agar tak menimbulkan suara berisik.


Rumah tampak sepi. Ketiga kamar sudah tertutup rapat. Jam menunjukkan pukul 01.30. Padahal acara syukuran tadi selesai pukul 21.00. Entah apa saja yang dilakukan setelahnya, hingga ia baru sampai rumah hampir pagi.


"Aman... semua sudah tidur. Besok pasti Heni marah, karena aku pulang jam segini. Tenang aja, itu soal mudah. Aku bisa jinakkan singa betina. Hmm..." gumam Anton sambil berjalan mendekati pintu kamar tidurnya.


"Heni... bukain pintu! Hen... aku pulang!!" Anton mengetuk pintu kamar hingga beberapa kali, tapi wanita yang ada di dalam kamar sepertinya tak menghiraukannya.


'Heni tuh tidur apa mati, sih??? Pintu di gedor-gedor nggak denger juga???' gerutu Anton yang sudah capek berusaha dibukakan pintu kamar oleh istrinya.


Akhirnya ia merogoh saku celana, mengambil ponsel untuk menelpon Heni yang ada di dalam kamar.


Tut... tut... tut...


Sambungan telpon tak diangkat. Ia mencobanya lagi hingga beberapa kali. Tapi panggilan telponnya tak dijawab juga.


'Dasar wanita nyebelin!!! Aku udah capek pengen tidur, malah nggak dibukain pintu! Maunya apa sih?' Anton kembali menggerutu atas perlakuan Heni. Ia membalikkan badan, lalu melangkah menuju sofa ruang tengah. Tubuhnya sangat lelah, ia berbaring untuk melepaskan penat seharian.


Kedua matanya mulai tertutup, tapi ia tak bisa tidur hingga beberapa saat. Dalam ingatannya hanya ada wajah Alma, mantan istrinya.



Gimana readers... apa sudah sesuai dengan karakter Alma??? Kayaknya sesuai dehπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


POV ANTON


Alma... kamu cantik sekali sayang. Aku menyesal dulu menyia-nyiakan kamu. Sebenarnya aku nggak rela, kamu dimiliki laki-laki lain. Apalagi Yunan, lelaki yang selalu saja jadi idola di kampus dulu. Sok pinter. Tapi... emang pinter sih.

__ADS_1


Kenapa harus Yunan yang jadi suami mu sekarang, Alma??? Rasanya aku tak punya harga diri, bekerja di tempat yang sama dengan dia. Yunan menjadi direktur. Di.. rek.. tur?!?! Dan Aku cuma sebagai karyawan rendahan. Oh Tuhan... mau ditaruh dimana muka ku ini???


Ku akui aku memang salah besar mengkhianatimu Alma. Kamu cantik, baik, sabar, bukan sabar lagi, tapi sangat sabar menghadapi aku. Tapi kebaikanmu dan kesabaranmu telah ku sia-siakan. Maafkan aku Alma.


Kini aku malah pilih Heni sahabatmu. Sukanya nuntut tapi nggak ada usaha sama sekali. Cerewet, judes, nggak bisa menghargai ibuku. Pokoknya wanita paling nyebelin yang pernah ku temui.



Nah... ini wajah si pelakor, Heni. Sahabat bagai kepompong dengan Alma, nyatanya Heni musang berbulu domba. Apa foto sudah terwakili sama sepak terjangnya???πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Tiba-tiba Adel terbangun dari tidurnya, ia keluar dari kamar, melangkah menuju kamar mandi. Langkahnya terhenti ketika Adel melihat di keremangan ada seseorang yang sedang tiduran di sofa. Ia tak bisa melihat dengan jelas, karena lampu ruang tengah itu sengaja dipadamkan Anton.


Sambil mengucek kedua matanya, Adel menatap lebih tajam setajam silet.


"Lho... Mas Anton!?!? Ngapain tidur di sini? Mas, kamu baru pulang ya? Nggak dibukain pintu istri barumu? Ha ha... Kasihan!?!?" Ucap Adel sambil tertawa puas.


"Sssttttt... berisik!!! Aku ngantuk, Del! Udah sana! Ganggu orang lagi tidur aja!!!"


Kedua kakak adik ini memang jarang sekali rukun. Seperti tom and jerry, tiada hari tanda ribut. Ada saja yang bikin keduanya bertengkar kecil, tapi kalo lama tak jumpa, pasti mereka merasa kehilangan satu sama lain.


***


Sementara pasangan pengantin baru sedang menikmati malam pertamanya.Di kamar pribadi milik Yunan, disinari lampu temaram, menambah suasana hangat dan romantis. Yang jomblo nggak boleh iri ya. Kalo nggak kuat, skip aja. πŸ˜ƒπŸ™


"Sayang... kok melamun? Lagi mikir apa sih? Ini sudah malam, aku nunggu saat-saat seperti ini. Ayo sayang... aku sudah nahan dari tadi siang lho!" Yunan mendekati Alma yang sudah tiduran di atas ranjang.


"Mas Yunan... aku nggak melamun. Udah nunggu kamu masuk kamar. Apa udah kelar urusannya?" Tanya Alma dengan suara mendayu. Bikin Anton makin naik level birahinya.


"Nggak ada yang lebih penting, daripada kamu sayang..." Anton makin mendekatkan wajahnya. Pria tampan yang kini sudah menjadi suaminya akan menjalankan kewajibannya, memberi nafkah batin pada istrinya.


Pasangan janda dan duda kini melepas masa singlenya. Malam semakin larut, hawa dingin mulai menusuk permukaan kulit. Namun bagi Alma dan Yunan, malam ini adalah malam yang paling hangat sepanjang hidupnya.

__ADS_1


Setelah keduanya lelah setelah bertarung si ranjang, pasangan ini saling berpelukan hingga tertidur lelap.


Keesokan harinya...


"Mas, ini sudah jam 5 pagi. Bangun sayang!" Alma menggoyang-goyangkan tubuh Yunan yang masih terlelap hingga pagi menyapa.


"Huaaah...aku masih ngantuk sayang. Bisa diskon sedikit dong, sepuluh menit aja." Ucap Yunan sambil menggeliat lalu mencoba tidur kembali.


"Kayak belanja aja ada diskon, ada-ada aja kamu, sayang. Ayo... cepet bangun! Belum nanti mandi trus keramas, lama kan?!" jawab Alma tak mau kalah.


"Keramas? Emang semalam kita habis ngapain, sayang?" tanya Yunan menggoda istrinya yang masih sabar duduk di tepi ranjang.


"Nggak ngapa-ngapain sih. Iiiiih... pura-pura lupa lagi kamu, Mas!?" Jawab Alma sambil mencubit lengan laki-laki yang ada di depannya.


"Aduh... sakit, sayang. Kita ulangi lagi ya... kayak semalam. Biar aku nggak lupa???" Yunan tak henti-hentinya pasang strategi, agar Alma tak menolaknya.


"Udah ah... nanti malam aja, Mas. Aku mau nyiapin sarapan buat kamu, Angga, dan Tiara. Bentar lagi Mas Yunan mau ke kantor juga kan." Tolak Alma dengan mencari alasan yang masuk logika.


"Oke deh, sayangku. Siap, laksanakan!!!" Jawab Yunan sambil mencubit pipi Alma yang menggemaskan.


Maaf readersπŸ™πŸ™πŸ™


Sebenernya tadi saya berusaha mengilustrasikan adegan malam pertama, agar bisa berfantasi dan berimajinasi ke arah sana. Tapi dari pihak editor, tulisan saya ditolak sampai 3x dengan alasan terlalu fulgar. Jadi sebisa mungkin author meminimalisir, agar masih bisa menggambarkan inti dari BAB ini.


Angga dan Tiara sudah siap dengan seragam sekolah masing-masing. Alma telah menyiapkan sarapan dengan menu kesukaan Yunan suaminya. Sederhana saja, nasi goreng Jawa ditemani telur mata sapi setengah matang.


"Wah... semua sudah siap nih. Ayo kita sarapan bersama. Pasti lezat masakan mama Alma." Ucap Yunan sambil duduk di kursi makan berdampingan dengan istri tercinta.


***


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2