Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku

Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku
Episode 1


__ADS_3

Masih seperti biasa di siang hari, matahari menyapa dengan panasnya yang lembut namun tak lama setelahnya terik dengan hembusan angin yang lembut membuat hari tak terlalu sulit untuk dijalani. Dan siang itu dia telah selesai bertugas sebagai seorang pendidik yang membuatnya untuk kembali ke rumah


Sampai rumah


“assalamu’alaikum Wr.Wb.” ucap Sofia memberi salam sebelum memasuki rumahnya sambil melepaskan sepatu lalu memasuki rumah, namun betapa terkejutnya Sofia saat dia memasuki rumahnya sendiri


“wa’alaikumusslamam Wr.Wb.” ucap mereka semua yang berada didalam rumah, banyak orang yang memenuhi sofa tamu rumahnya membuat Sofia kaget akan kondisi yang belum ia sadari


“Sofia, kamu sudah pulang?” ucap seorang laki-laki dengan suara lembut, dan senyum hangatnya, semua orang membuat Sofia menjadi pusat perhatian


“kak, masuklah ada tamu kak, katanya mau membicarakan sesuatu!!” ucap Rina adik kedua Sofia yang tersenyum manis menghampiri Sofia yang tengah terdiam didepan pintu, namun Sofia hanya terdiam, dia bingung akan apa yang terjadi didepan kepalanya


“Sofia, ayo duduk nak!!”ucap Mama Sofia memegang anaknya yang terdiam seribu bahasa


“apa maksud Kak Ardyan dengan semua ini??,tidak ini kesalahpahaman” batin Sofia yang lantas melepaskan pegangan Mama nya yang kemudian berlari keluar rumah memakai sandal menghidupkan motornya lalu pergi dengan segala kebingungannya


“Sofia, kamu mau kemana sayang?”ucap mama yang tak dihiraukan oleh Sofia yang sudah melajukan kendaraannya, yang membuatnya hilang dari pandangan


“tante, biar saya yang mengejar Sofia, dia pasti kaget karena kedatangan saya dengan keluarga”ucap Ardyan yang berdiri lalu keluar dari rumah


“Kak, maaf apa Kakak tau kemana perginya Kak Sofia” tanya Rina sedikit ragu untuk bertanya, namun menghampiri Ardyan yang tengah menghidupkan kendaraannya


“hhmm heheh Kakak nggak tau”ucap Ardyan cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu karena malu


“pttss….,kalau gitu biar Rina yang tunjukan jalannya, bolehkan Ma”ucap Rina melihat kearah Mamanya meminta izin pada Mamanya yang dibalas anggukan kepala oleh Mama


“nah ayo Rina”ucap Ardyan yang mulai menghidupkan motornya lagi, lalu Rina menaiki ke atas motor yang dikendarai Adryan, lalu pergi ketempat Sofia

__ADS_1


“maafkan anak saya ya, pak!buk!”ucap Mama dan Ayah Sofia yang malu dengan akan sikap anaknya itu


“tidak apa-apa buk!pak!, ini salah kami juga karena berkunjung tanpa memberi kabar dulu dan kami hanya sebagai wali dari Ardyan”ucap ibuk yang datang bersama Ardyan tersebut


“maaf sebelumnya jika saya lancang, jadi apakah Ardyan yatim piatu?? “tanya Mama Sofia dengan nada sedikit hati-hati dalam bertanya


“ya tante, Saya dan Kak Ardyan yatim piatu, ibu saya meninggal, saat kak Ardyan mau lulus “ucap Elsa memegang tangannya menundukkan kepalanya, seketika suasana menjadi hening dan canggung


“Elsa perkenalkan, saya Fira adik pertama Kak Sofia” ucap Fira tersenyum kearah Elsa yang berwajah sedih itu


“nama Saya Elsa, salam kenal Kak Fira”ucap Elsa yang berjalan menghampiri Fira untuk menjabat tangan Fira dengan senyumnya yang menghilangkan rasa sedih dan suasana canggung tadi


“Elsa ikut kakak ke atas yuk” ucap Fira memberikan tangannya kearah Elsa menggandengnya menuju kamarnya


“baik kak” ucap Elsa membalas gandengan tangan Fira lalu pergi mengikuti langkah Fira dari belakang, karena melihat itu mereka yang ada di ruangan kembali membaik, Ayah dan Mama Sofia mulai berbincang dengan keluarga Ardyan


“ini salah Kakak sih, seharusnya Kakak memberitahu ke Kak Sofia bahwa Kakak akan datang dengan keluarga kakak” ucap Ardyan yang masih focus mengendarai motornya


“ooo….,jadi gitu, Kakak Ardyan nggak ngomong ke Kak Sofia akan datang hari ini”ucap Rina dengan nada ledekan


“ada apa dengan nada itu??”ucap Ardyan bingung dengan cara bicara Rina sehingga dia menaikkan kedua alisnya


“bener benar kacau dan hancur, aduh kak.., Kakak beneran mau jadi Kakak ipar Rina nih??” ucap Rina memukul jidatnya sendiri atas kelakuan Ardyan yang tak ia mengerti itu, bisa bisa nya Dia main ke rumah tanpa bilang ke Kak Sofia


“ya tentu, Kakak mau lah, kalau nggak ngapain juga Kakak ke rumah dan sampai-sampai mau ngejar Sofia yang kaget Kakak tiba tiba datang ke rumah dan nggak ngasih kabar lagi ”ucap Ardyan sedikit menghadapkan kepalanya ke belakang


“ya juga ya, hehehehe… Kakak tau nggak Kak Sofia itu orangnya kalau ada apa-apa dibicarakan dulu, bukan main ambil keputusan sendiri, jadinya kayak gini deh”ucap Rina memberikan nasehat ke Ardyan dalam mengahadapi Sofia

__ADS_1


“ ya maaf, buset diceramahi ama anak ingusan”ucap Ardyan yang hanya menggelengkan kepalanya yang tak percaya akan situasi yang dia alami


“apa…..”ucap Rina cemberut


“jangan ngambek, ini masih jauh ke tempat Kak Sofia nggak ?”ucap Ardyan menanyakan seberapa jauh tempat Sofia pergi


“nggak kok kak, berhenti disini, tuh Kak Sofia nya duduk di meja tuh, itu..”ucap Rina mengangkat telunjuknya menunjuk kearah Sofia yang sedang duduk disalah satu meja


“wahhh… bagus juga tempatnya” ucap Ardyan yang takjub dengan pemandangan di atas bukit ini


“astagfirullah Kak Ardyan, nanti ajalah terpesona dengan pemandangannya, tapi gimana lagi, ya memang bagus, ini daerah-daerah wisata Kak, namun tempat yang diduduki kak Sofia sekarang adalah tempat duduk keluarga kami yang di buat untuk beristirahat sesudah berladang, dibawah sana ada ladang dan sungai dan ini tempat yang disukai kak sofia”ucap rina sedikit menjelaskan


“oh gitu, tunggu sini kakak mau beli minum dulu di sana”ucap Ardyan yang sedikit berlari kecil membeli 3 minuman dingin lalu kembali ke Rina


“nih untuk kamu yang banyak omong, nah sana pulang bawa nih motor”ucap Ardyan memberikan satu minuman ke Rina


“yaaa.. itu juga hal yang baik untuk kak Ardyan kali, ihhh untung Kakak akan jadi Kakak ipar, kalau nggak sudah ku tendang”ucap Rina sedikit manyun bibirnya kesel


“hahaha maaf ya dan terima kasih”ucap Ardyan mengusap lembut kepala Rina yang mulai tersenyum


“Kak semoga berhasil, oh ya dari mana Kakak tau kalau Rina bisa bawa motor”ucap Rina yang bingung kenapa Ardyan tau padahal ini pertama kalinya mereka bertemu


“ya semoga berhasil,tau lah, kan calon adek ipar” ucap ardyan yang kemudian menyiapkan dirinya lalu berjalan kearah Sofia


“eleh paling dia tahu dari Kak Sofia” ucap Rina yang melihat Ardyan yang tengah berjalan mendekati Kak Sofia lalu pergi mengendarai motor Ardyan


“aaahuuufff” helaan nafas Ardyan mengambil nafas mempersiapkan dirinya akan apa yang akan dia terima dari Sofia, perkataan apa yang akan keluar dari mulut Sofia dan bagaimana tindakan Sofia terhadap dirinya yang datang tanpa ngomong ke Sofia terlebih dahulu lalu berjalan mendekati meja yang dipakai Sofia meletakkan minuman di atas meja lalu duduk menghadap kedepan tanpa mengatakan sepatah katapun dan sesekali melihat kondisi dan situasi apakah bisa untuk mulai menjelaskan masalah yang dia buat.

__ADS_1


__ADS_2