Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku

Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku
Episode 11


__ADS_3

Dalam suasana hening tanpa adannya bisikan Sofia berjalan di lorong sekolah mengamati suasana setiap kelas yang sepi karena tidak ada satu pun orang di sekolah karena libur, namun di suatu ruangan terdengar suara canda tawa gurauan yang begitu sangat asyik membuat orang yang mendengarnya penasaran dengan apa yang terjadi di ruangan tersebut, begitulah yang di rasakan gadis itu yang perlahan berjalan menelusuri lorong mendekati ruangan tersebut


“woi ngapain Lo bengong di sana, ayo sini” gadis itu muncul dari balik pintu masuk ruangan melambai- lambaikan tangannya pada gadis yang hanya terdiam di luar ruangan


“ya ya Gw ke sana” gadis itu akhirnya berjalan memasuki ruangan tanpa memikirkan apapun


“Lo telat amat sih” Karina yang menarik Sofia ke dalam ruangan agar ikut bergabung dengan yang lainnya


“Gw nggak telat kok, Gw tadi duduk di luar” sahut Sofia dengan apa yang dikatakan Karina karena dia hanya masuk dan melihat di sekelilingnya


“eh nih Sofia, Lo dari mana aja kita di sini cariin Lo, jangan menyendiri gitu” sahut pria yang tak asing itu memang sudah mulai dekat dengan Sofia, dia sudah berinteraksi dengan baik, ternyata dia memang memiliki jiwa yang mudah bergaul dan mudah di terima oleh banyak orang ya itu adalah Andre senior kelas tiga dari jurusan IPS


“siapa juga yang menyendiri, tadi itu Cuma capek jadi istirahat sebentar cari angin” bales Sofia yang kemudian berjalan dan ikut duduk dengan anggota lainnya, gadis itu mulai menyesuaikan dirinya dengan topik pembicaraan anggota lain, Sofia dan sahabatnya sudah hampir setengah semester mengikuti kegiatan organisasi dan mereka sudah terbiasa dengan suasana gelak tawa dan candaan gurau. hal ini sudah seperti hal-hal biasa dalam kehidupan mereka dan di saat itu Sofia menyadari bahwa hubungan Andre dengan Karlina tidak begitu harmonis lagi saat Karlina dekat dengan teman kelasnya yang juga mengikuti organisasi dan entah apa masalahnya


***


Chat Grup


“eh Lo liat nggak sikap Kak Andre ke Adella kayak mengelak seperti tidak mau bicara gitu” sahut Karina


“bener sih” balas Putri


“iya emang mereka agak cekcok debat gitu, gara-gara Adella deket ama teman cowok sekelasnya jadi Kak Andre nggak suka gitu ama cowok sekelas Adella” sahut Sofia


“ehh tunggu dulu Lo tahu dari mana” sahut Karina yang lantas mengubah cara tidurnya ke lebih nyaman setelah melihat balasan what'sapp Sofia


“ehh kan Lo tahu, Adella itu deket ama Gw dan juga dia sering curhat gitu dan di tambah lagi Kak Andre juga dah deket sama Gw” bales Sofia mengetik pesan whatsaap dengan kedua tangannya dan masa bodoh dengan hal yang dia ceritakan ke sahabatnya itu, sedangkan kedua gadis itu tak percaya bahwa Sofia dekat dengan Andre dan Adella yang merupakan sepasang kekasih


“lo jangan terlalu dekat sama Kak Andre Sofia nanti takutnya ada masalah” ucap Putri

__ADS_1


“iya gw juga maunya gitu, tapi nggak tau kenapa tuh anak deke tama gw gitu, mana bisa gw nolakk an apalagi dia senior kita” jawab Sofia yang tak tau harus bagaimana


“ya pokoknya jaga jarak aja” ucap Putri


“udahlah jangan bahas, itu masalah mereka Gw Cuma kasih saran dan dengerin curhatan dia aja, Gw nggak mau ikut campur” sahut Sofia, gadis itu selalu nggak mau ikut campur masalah orang lain apalagi tidak ada untung baginya yang ada hanya nambah masalah nantinya, namun gadis tidak menyadari seberapa dalamnya dia masuk dan tak akan bisa menghindari suatu masalah yang tak tahu kapan dia mulai itu


“nih ya Put, lebih baik Lo tolongin Gw belajar, kita itu sebentar lagi ujian akhir semester ganjil, otak Gw nggak nyambung sama sekali” Sofia yang duduk dari posisi tidurnya menggaruk-garuk kepala yang tak bisa mengerti dengan pembelajaran yang dia pelajari


“makanya di baca bukan di liatin bolot” balas Putri yang pusing dengan sikap sahabatnya satu ini nggak masuk-masuk pelajaran ke dalam kepalanya


“njir, buat apa punya sahabat pinter kalau nggak di gunakan” bales Sofia gadis itu tertawa puas dengan apa yang dikatakannya


“dasar Lo, gini aja besok kita belajar di kafe dekat sekolah, di sana murah, enak dan mengenyangkan” sahut Putri yang memberikan solusi untuk masalah otak sahabatnya yang bolot itu


“kalau itu Gw ikut” balas Karlina yang tertawa cengengesan mendengar kata murah, enak dan mengenyangkan


“Lo kan emang paling setuju banget kalau udah dengar itu” bales Sofia yang menutup ponselnya bangun dari tempat tidur menuruni tangga menuju dapur melihat isi lemari kulkas dan mulai menyiapkan bahan masakan untuk masak buat nanti malam.


***


“belum Kakak taro di sana, nih masih disini” Sofia menunjuk masakan yang baru saja dia masak


“pergi panggil adik mu dulu sana, buat makan sekalian” Sofia yang membawa masakan menuju meja makan kedua tangannya penuh dan sedikit menahan panasnya makanan yang baru dia masak


“nah Fatur duduk di sana, Haura kamu juga duduk di sini, Kakak ambilkan nasi dulu” Sofia yang mengambil dua buah piring kemudian membuka magic mulai mengisi piring dengan nasi yang panas terlihat dari asap yang keluar kemudian meletakkannya ke atas meja mengambilkan lauk pauk lalu meletakkan di hadapan gadis kecil yang sudah menyiapkan sendok di tangan kanannya


“Fatur biar Kakak suapi ya” Sofia yang kemudian duduk di dekat laki-laki imut itu mulai mengaduk nasi dengan lauk pauk lalu mengambilnya sesendok menaruh tangan nya di bawah sendok berharap nasi tidak terjatuh lalu mulai menggerakkan ke mulut Fatur


“ahhhhhkkk, buka mulutnya” Sofia dengan menggerakkan sendok ke arah mulut Fatur dengan membuka mulutnya juga, agar Fatur juga mengikutinya lalu laki-laki kecil itu membuka mulut kecilnya itu

__ADS_1


“Ammm bagus” sahut Sofia yang berhasil memasukkan nasi ke dalam mulut adik kecilnya tersebut begitu juga dengan suapan selanjutnya sampai nasi di dalam piring habis bersih masuk ke dalam mulut adiknya itu


***


“Mama pulang” wanita dengan jilbab merah maron itu memasuki rumah dengan membawa beberapa kantong plastik yang isinya lumayan berat


“apaan tuh Ma?” Sofia yang penasaran dengan apa yang di bawa Mamanya lantas mendekati dan mengambil kantong plastik bawaan Mamanya itu lalu membawanya menuju meja makan meletakkannya lalu membuka kantong plastik tersebut


“apaan tuh Kak?” sahut gadis yang sedikit berlari menuruni tangga sambil melihat Kakaknya membuka kantong Plastik yang di bawa Mama


“Cuma donat sama es alpukat kocok” sahut Laki-laki berkulit sao matang dengan tubuh tegapnya yang masuk ke dalam rumah sambil tersenyum


“iiissss Ayah diam in aja dulu, dia itu dari tadi di kamar aja,sampai makan pun dia lupa” ocehan Sofia yang hanya di tanggapi tawa oleh ayahnya yang kemudian memasuki kamar begitupun dengan Mamanya


“wahhh enak nih” sahut gadis yang turun dari tangga menuju meja makan melihat isi kantong plastik tersebut


“bentar, jangan main sambar” sahut Sofia dengan menampol tangan adiknya yang mau mengambil satu buah donat, gadis itu hanya bisa manyun sambil mengusap punggung tangannya yang kena tapol oleh Kakaknya


“manyun manyun Lo, nggak ada lucu-lucunya, nih ambil” sahut Sofia yang kemudian memberi satu kotak donat berisi 3 buah donat dan satu cap alpokat kocok, gadis itu langsung berbinar menerima pemberian Kakaknya lantas tersenyum lalu menuju ruang televisi duduk dan menikmati makanannya sambil menonton film


“jadi Fira dan Rina yang jaga toko kan Ma” sahut Sofia yang sedang asyik memberikan donat dan alpokat kocok ke Haura dan Fatur menggunakan tangan kecil mereka lalu duduk di depan televisi


“iya adik Mu yang jaga, sudahlah aman kok, awas Ayah mau makan” laki-laki itu berjalan lalu duduk, melihat itu Sofia lantas mengambilkan piring lalu mengisinya dengan nasi dan lauk pauk untuk ayah nya makan lalu meletakkan piring yang berisi di atas meja dan mengambilkan cucian tangan dengan satu gelas air minum lalu berjalan menuju tangga membawa satu kotak donat dan satu cap alpokat kocok


“kalau gitu Sofia ke atas dulu, donat sama alpokat kocok untuk yang belum dapat Sofia taro di lemari es ya Yah” sahutnya yang kemudian berjalan menuju tangga dengan balasan anggukan kepala dari laki-laki yang dia panggil ayah tersebut


Sesampainya di kamar Sofia meletakan makanan dan minumannya itu di samping tempat tidurnya merebahkan tubuhnya yang sudah letih ke atas kasur yang empuk itu lalu menggulingkan tubuhnya ke samping dan mengambil ponselnya melihat apakah ada pesan masuk di whatsappnya dan ternyata ada pesan masuk


“ehh bolot besok jangan lupa ke kafe dekat sekolah Gw tunggu” sahut Putri

__ADS_1


“Gw yang akan nunggu kalian ya, soalnya rumah Gw dekat dari sana” sahut Kirana


“iya iya njir, nyinyir amat Lo kayak nenek nenek” balas Sofia yang lantas telentang kan tubuhnya lalu melihat langit-langit kamarnya dengan mulai menutup kedua matanya


__ADS_2