Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku

Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku
Episode 13


__ADS_3

Gadis itu hanya bisa fokus menghadap ke depan dengan mengendalikan kendaraannya sambil sesekali melihat ke belakang gadis yang duduk di belakang sebagai penumpangnya, gadis itu terlihat hanya terdiam dalam renung nya, Sofia hanya bisa diam karena dia tak mau menanyakan sesuatu hal yang seharusnya bukan urusannya


“nah udah sampai nih Della” Sofia menghentikan kendaraannya tepat di depan pagar rumah gadis yang dia antar


“ehhh udah sampai ya, makasih ya Sofia, Lo udah anterin Gw, Lo nggak mau masuk dulu” sahut Della yang turun dari motor Sofia dan sekarang berdiri di depan Sofia


“nggak usah, Gw rasa Lo perlu waktu luang buat sendiri, tapi Gw hanya bisa ngomong lebih baik Lo kalau ada masalah itu cepat di kelarin biar biar nggak jadi beban buat Lo” Sofia yang melihat ke arah Della yang hanya bisa diam mendengar perkataan Sofia


“Gw boleh nggak cerita sama Lo” tanya gadis itu yang secara langsung menatap Sofia yang berada di depannya


***


“jadi karena itu kalian berdua bertengkar, itu tergantung Lo Della, menurut Lo bagaimana apa yang harus Lo lakuin dengan hubungan Lo yang kayak gini” sahut Sofia yang duduk di ruang tamu rumah Della sambil melihat gadis yang di depannya berwajah murung


“udah beberapa bulan ini dia nyuekin Gw dan hubungan Gw sama dia udah nggak seharmonis dulu lagi, tapi Gw nggak mau minta putus duluan, Gw maunya dia yang mengatakan bagaimana status hubungan kita seharusnya, namun hal itu tak pernah keluar dari mulutnya dan hal itu membuat Gw nggak bisa ngomong apa-apa” gadis itu hanya bisa pasrah dengan hubungannya yang rumit itu tanpa bisa berbuat apa-apa


“hahhh karena Lo yang memulainya dulu Della dan harusnya Lo juga yang mengakhiri kalau hubungan ini hanya memperburuk diri Lo” Sofia yang berusaha menguatkan gadis yang berada di depan nya agar melangkah maju duluan dari pada menunggu seseorang untuk maju terlebih dahulu


“Lo kan udah cukup dekat dengan Kak Andre, tolongin Gw bilang ke Kak Andre agar mastiin hubungan Gw ini, Gw mohon sama Lo, Gw udah nggak kuat lagi” gadis itu akhirnya melepaskan kegelihannya yang sedari tadi dia tahan dengan air mata yang mengalir jatuh melewati pipinya, Sofia hanya bisa merangkul gadis itu ke dalam pelukkannya sambil menganggukkan kepala mengelus-elus rambut gadis yang sedang sedih itu


***


“kalau gitu Gw balik dulu ya, Gw mau langsung ke toko Mama Gw” Sofia gadis itu keluar dari rumah menuju motornya menyalakan kendaraannya itu


“iya terima kasih ya, buat semuanya” Della yang berdiri di depan pintu masuk sambil melihat kepergian Sofia dan kembali masuk ke dalam rumah setelah Sofia hilang dari pandangannya

__ADS_1


***


Saat bulan mulai melihatkan dirinya malam itu sudah sangat kelam suasana semakin sepi semakin malam mereka semua sudah terlelap puas setelah melewati hari, namun tidak dengan gadis itu, gadis itu masih asyik dengan posel yang berada ditangannya duduk di depan meja belajar sambil mengotak atik ponselnya itu dan mendapatkan pesan whatsaap


“Guys bagaimana persiapan buat ujian”


“eh Lo mah enak Put santai tampa harus berfikir seperti badai yang buat kepala mau pecah” ucap Karina


“ehhh nggak usah Lo tanya-tanya masalah itu” sahut Sofia


“tapikan setelah itu kita akan pergi ke mifan acara organisasi” sahut Putri mengatakan sesuatu yang bisa membangkitkan semangat sahabatnya


“iya sih dalam setiap kesusahan itu ada saja kebaikkannya” Sofia yang dengan menyenderkan tubuhnya ke kursi belajarnya


“iya iyalah apalagi besok semua nya gratis, kita hanya perlu menambah uang jajan saja wkwkwkwk” sahut Karina yang lantas tertawa bahagia


“sudahlah lebih baik Gw menenangkan pikiran Gw dulu buat ujian besok” sahutnya yang kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut lalu menutup mata perlahan-lahan tertidur


***


Dengan langkah yang pasti gadis itu memasuki kelas duduk dan menaroh tasnya di atas meja duduk dengan rapi sambil menutup matanya, ntah apa yang dia lakukan membuat teman sekelasnya hanya bisa menggelengkan kepala


“brakkkk “ suara meja yang di pukul dengan keras membuat gadis yang tadinya duduk sambil menutup matanya dengan nyamanan itu serontak terkejut dan reflek membuka matanya dan melihat seorang gadis


“kwkkkwkwkwkw” gadis itu tertawa dengan mulut merah muda tipis, mata yang tak telihat karena dia tertawa, kulit putih, alis mata yang bisa di bilang tidak ada itu kelihatan sangat senang sampai sampai ia memegangi perutnya karena sakit kelamaan tertawa, sedangka gadis yang dia ganggu itu hanya menatap gadis yang berada di depannya sambil melipat kedua tangan dan meletakkannya di dada memiringkan mulutnya dengan mata yang menatap tajam gadis itu

__ADS_1


“Ahhhkkhhhhh Naaabbiilllaa, Lo ya nggak bisa liat Gw tenang sedikit ya” teriak Sofia yang membuat gadis itu menghapus air matanya yang keluar karena tertawa


“wkwkwk jangan marah Sofia sayang, ulu ulu ulu cayang” gadis itu lantas menghibur Sofia agar gadis yang ia kerjai itu tidak marah


“sudahlah, jangan sok imut deh Lo yang ada Gw jijik” sahut Sofia yang kembali duduk sambil membuka buku catatan yang akan di ujiankan hari itu


“ehhh Sof, Della sama Kak Andre baik- baik saja kan” tanya Nabila dengan wajah serius sambil menatap Sofia dengan buku catatannya


“mana Gw tahu Bila, Lo kan deket dengan Kak Andre” sahut Sofia yang sedang asyik membolak-balikkan buku catatannya


“ya mana mau Gw nanya ke dia, orangnya sensitif gitu” bales Nabila


“hahhh Lo ya jangan sok sok an nggak tahu, udah Lo urus hubungan Lo noh ama Kak Arya, gimana udah jadiankan” Sofia yang lantas menutup bukunya lalu memandang Nabila membuat gadis itu terdiam lalu berjalan menuju kursinya, gadis itu cukup dekat dengan Sofia karena sewaktu MOS Nabila, Adella dan Sofia duduk di tempat yang sama dan mereka satu kelompok, Nabila saat itu menarik perhatian semua orang bahkan kedua penitia acara Mos sekalipun saat Nabila mengeluarkan suara emasnya dan saat itu hubungan Nabila dengan Kak Arya harmoni dan mengapa Nabila dekat dengan Kak Andre karena Kak Andre dan Kak Arya satu kelas dan mereka teman baik, jadi Arya dan Andre dekat karena satu kelas sedangkan Andre dengan Ardyan dekat kerena mereka dalam organisasi yang sama, sehingga Nabila denga Arya, Andre dengan Karlina dan akhir-akhir ini Della dekat dengan Benny adek kandung dari Andre dan Sofia tahu akan hal itu membuatnya jarang bersama dengan Della yang sibuk dengan kelompoknya


“Haahhhh kenapa Gw terjebak dalam hubungan teman Gw yang rumit ini” pikirnya yang membuatnya tambah pusing


“Sofia ayo semangat, kita akan mulai ujian pertama hari ini” Karina gadis itu masuk dari pintu melompat-lompat bahagia sampai ke meja Sofia


“ya tuhan nih anak kerasukan setan apa lah nih” gadis itu memegang kepalanya yang hampir pecah melihat kelakuan sahabatnya


“dia kesambet setan saat masuk gerbang tadi” sahut Putri yang berjalan menuju kursinya lalu duduk dengannya nyaman


“enak aja, sudahlah Gw mau ke meja Gw, ujian akan segera di mulai, semangat ya” Karina yang mengepalkan kedua tangannya sambil menggerakkan ke depan lalu tersenyum berjalan ke mejanya


“selamat pagi, anak-anak tolong letakkan barang yang tak di perkukan ke dalam tas lalu letakkan tas kalian didepan ini, lalu kita mulai ujian hari ini” sahut Guru yang mulai duduk memperhatikan siswa yang mulai meletakkan tas mereka di depan kelas

__ADS_1


“okay ambil soal dan kertas jawabannya lalu mulailah mengisi” Guru yang memberikan lembar perlembar kertas ke para siswa lalu duduk di meja masing-masing


“haaahhh bismillah, mudah-mudahan usaha Gw nggak mengecewakan” batin Sofia yang mulai membaca dan mengisi lembaran jawabannya


__ADS_2