
Saat badai mulai mereda udara mulai membelai dengan lembut sinar matahari mulai menampakkan sinarnya dengan hangat awan kelam mulai hilang erubah menjadi awan putih hal itu di iringi suara burung yang seakan akan bernyanyi bersamaan dengan dedaunan yang seperti menari nari, mungkin itulah yang dirasakan gadis yang sudah melalui badai tersebut dengan bertahan dengan keras saat badai itu datang menghampiri
Gadis itu berjalan ke arah kiri dan kanan mencari seseorang lalu melihat kearah salah satu meja yang tengah diduduki oleh tiga gadis yang sedang asyik bercenda gurau sambil menikmati makanan mereka
“hai” gadis itu mendekati para gadis yang tengah asyik berbicang itu
“eehhh Adella” sahut Sofia yang langsung menjawab sapaan Adella yang memandangi kedua sahabatnya membuat mereka saling pandang
“asyik banget ya, cerita apaan sambil gitu amat” tanya Adella yang yang masih bertahan untuk berdiri
“ohhh nggak kok, cuman cerita waktu kita liburan kemaren” sahut Karina menjawab pertanyaan Adella
“ohh gitu, Gw cuman lewat doang kok, lanjutin aja ceritanya Gw pergi dulu ya” gadis itu pun berjalan sambil terseyum dan mereka hanya membalas senyum gadis tersebut
Sudah lebih dari dua bulan setelah acara liburan akhir semester ganjil kemaren dan sekarang mereka sudah memasuki pertengahan semester genap
“eh gimana persiapan kita buat UTS besok” bahas Putri sambil melirik kedua sahabatnya
“uhukkkk ukhhukkk” suara batuk Sofia yang kaget akan perkataan Putri disaat dia tengah minum
“ya emang segitu buruknya UTS buat Lo ya?” sahut Putri yang kesel dengan reaksi Sofia saat dia menanyakan persiapan UTS
“Haahhh susah ya punya sahabat otaknya encer” sahut Sofia yang menghapus minuman yang tumpah olehnya
“ya inti jangan lupa belajar” gadis itu mejawab sambil memutar pupil matanya
“aiss aisss sialan” sahut Sofia yang memperhatikan Karina yang hanya tersenyum melihat Putri dan Sofia
“ya apaan Lu senyum senyum mau Gw sembur nih pake air” gadis itu kesel dengan senyum seperti mengejeknya
“eh udah bel yuk masuk” ucap Karina yang lantas berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju kelas mengacukan ucapan Sofia yang membuatnya makin kesal sambil berjalan mengikut Karina menuju kelas begitupun Putri yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingka kedua sahabatnya
***
“Guys Gw langsung pulang ya, bantuin nyokap Gw di rumah” sahut Sofia yang kemudian berjalan menuju parkiran lalu segera menjalankan kendaraannya
“Gw cabut juga ya Put, noh Mami Gw nunggu di gerbang” sahut Karina yang berjalan menuju gerbang sekolah
“lah Gw di tinggal sendiri”
Putri hanya bisa melihat kepergian temannya satu persatu melihat tidak ada yang mau ia lakukan ia pun memutuskan untuk pulang berjalan menuju parkiran motor
***
“hahhh capek nya”
“Kakak udah pulang”
Sofia yang terduduk di meja tamu lantas melirik ke tangga kamar melihat adeknya yang sedang menuruni tangga
“iya, Mama mana?”
“Mama di toko”
“hhmm begitu”
__ADS_1
“kakak nggak langsung ke toko kan, nggak makan dulu kak”
“iya iya Gw ganti baju dulu lalu sarapan, baru deh samperin Mama”
Sofia yang lantas berdiri dari tempat duduknya mengambil tas lalu berjalan menuju tangga kamar
“ hahhh laper, yang lain mana?”
“ohh mereka pada tidur yang kecil, kalau ayah biasa kerja” jawabnya
“ooh gitu”
Sofia yang mengambil piring mulai mengambil nasi dan mulai makan
***
“ Assalamu’alaikum Ma”
“Wa’alaikumussalam, udah datang nak, udah sarapankan sebelum kesini”
“udah Ma, sebelum kesini sudah sarapan”
“kalau gitu Mama pulang dulu ya”
“hmm hati-hati dijalan Ma”
Berjalan mengikuti Mama sampai keluar toko, menaiki kendaraan mulai bergerak hingga tak terlihat
“haaahhh sendiri lagi”
***
“selamat pagi Sofia”
Sapaan hangat yang ia terima dipagi hari itu terdengar sangat menyenangkan, suara sapaan yang selalu ia dengarkan saat berkumpul dilapangan sekolah
“pagi Kak Andre”
Sofia yang hanya membalas salam Andre lalu berjalan menuju barisannya
“sejak kapan Lo deket sama tuh senior satu?” Putri
“yaelah masa lo nggak tau sih Put, itu sejak kejadian waktu kita ada acara waktu itu loh” Karina
“iss diam, jangan sembarangan cerotos aja Lu, ntar gw di keroyok orang, udah baris aja yang baik” Sofia
Sofia hanya bisa mengalihkan pembicaraan sahabatnya karena dia tak mau memperpanjang pembicaraan tentag Andre karena membuatnya tak nyaman ditambah sebentar lagi mereka akan UTS dan juga tujuan para siswa berbaris di halaman sekolah karena adanya pengumuman tentang ujian tersebut
“itu si bapak, nggak serek apa tengkorokannya ngerotos mulu sampe 1 jam” Karina
“itu namanya kekuatan 45” Tawa Sofia yang melihat Karina dengan keadaan lelah karena kelamaan berdiri
“udah kita ke kantin dulu buat beli minum lalu ke kelas” Sofia
“hahhh sejuknya” Sofia yang mereguk air minum yang mereka beli di kantin tadi sambil duduk di dalam kelas
__ADS_1
“nih ujian, ada saran nggak untuk belajar bareng, dimana gitu dan kapan” Putri yang duduk sambil melancar pertanyaan itu memandang sahabatnya yang hanya berpura-pura tak denger dengan ucapan nya
“woiiii, dengerin gw nggak nih kalian berdua”
“hahahaha dengerin kok Put, jangan marah kami berdua hanya kelelahan doang tadi gegara berdiri lama-lama” Karina yang lantas memberi alasan agar suasana tidak terlalu aneh
“hehehe bener yang dikatakan Karina” Sofia yang lantas menambah kan agar Putri tak salah paham
“bagus deh kalau gitu pulang sekolah nanti kita diskusikan kapan dan dimana kita laksanakan belajar barengnya” Putri yang lantas memalingkan wajah ke depan kelas
“haahhh” mereka berdua saling menghela nafas dan saling lirik memikirkan betapa menyiksanya hari belajar bersama nantinya
***
“udahan kan, jadi gimana?, dimana kita belajar kelompok” Putri
“di rumah lo aja deh Put, lo kan nggak banyak bet adek lo”
“bener, gw setuju kalau di rumah gw nggak bisa, adek gw yang ada cuman bisa ganggu gw, gimana cara belajarnya ntar” Karina
“baiklah kalau begitu keputusan kalian, besok gw tunggu di rumah pagi jam 8, okay, dah bubar gw harus pulang cepat” Putri yang lantas hanya melambaikan tangan lalu berjalan menuju parkiran untuk pulang, seketika kepala Sofia dan Karina menyentuh meja melihat Putri sudah pergi dari hadapan mereka sambil menghela nafas seketika saling melirik
“akkhhh bisa gila gw kalau ikutin belajar sama dengan Putri” Karina
“jangan liat gw, gw juga tau gimana nyiksanya belajar bersama Putri Lo ingatkan sewaktu kita belajar bersama buat Ujian harian matematika waktu itu” Sofia
“benar Gw nggak mau ikut setelah itu” Karina
“aaaakkkkk gimana nih” teriak Karina yang nggak bisa bayangin saat besok belajar bersama dengan Putri lebih menyiksa dari pada belajar sama Guru Matematika di sekolah
“hahahaha, sabar sabar kita akan hadapi itu besok dan kumpulkan niat, siapakan batin lo Karina, gw mau balik” Sofia yang lantas hanya mengusap kepala Karina dan lantas meninggalkan Kelas
“woi anterin Gw” Karina yang mengangkat kepalanya melihat ke arah Sofia yang hendak keluar kelas untuk pulang
“njir, lo kalau minta tolong bagus dikit napa” Sofia yang kesel dengan sikap Sahabatnya satu itu lantas menatapnya dengan tajam
“heheheheh jangan marah sayang, uluh uluh uluh si cantik jangan marah, anterin gw ya” Karina yang lantas berjalan sambil merangkul Sofia sambil cengengesan
“nah kalau ada maunya, lo ngomong kayak lebih lunak gigi lo dari pada lidah lo sendiri, iya gw anterin kurang apa lagi gw sebagai temen” Sofia yang lantas hanya bisa mengikuti apa yan di katakan Karina untu mengantarkannya pulang
***
“P, P, P ,P,P,P, guys jangan lupa datang jam 8 nanti, jangan ada yang telat ya” Putri yang sudah berisik dalam grup untuk mengingatkan sahabatnya bahwa sekarang waktu untuk belajar sama
“akhhh tuhan, siapa yang berisik pagi pagi buta kaya gini” Sofia yang terganggu dengan nada dering ponselnya hanya bisa menggerakkan tangan untuk mencari letak ponselnya
“hallo”
“wooiii bangun, Putri udah berisik diGrup” Karina yang menelpon sambil berteriak membuat Sofia seketika terduduk dari tidurnya dengan mata yang sudah melek nggak ngantuk lagi
“akhhh berisik bet lu ya, gw pikir ada apa?, ya iya gw mau mandi, gw udah bangun, udah nanti gw kabarin” Sofia yang lantas menutu ponselnya hanya bisa mengusap matanya sambil menguap berusaha tidak ngantuk dan beranjak dari kamarnya menuju kamar mandi
“lah Kak kok udah bangun” Rina yang mendengar suara pintu Kakaknya yang terbuka membuatnya penasaran kenapa Kakaknya bisa bangun pagi
“jangan tanya, udah masuk saja lo, jangan berisik” Sofia yang hanya mengabaikan pertanyaan adiknya lantas berjalan menuju tangga untuk pergi ke kamar mandi bersiap untuk pergi belajar bersama
__ADS_1