Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku

Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku
Episode 6


__ADS_3

matahari mulai menyembunyikan tubuhnya, maka mulai terdengarnya suara hiruk burung yang mulai berterbangan menuju sarang mereka begitu dengan suara kendaraan yang sangat berisik mengisi jalan raya


“Kak udah pulang aja Kak” ucap gadis kecil dengan bola mata besar hitam pipi cubi bulu mata panjang dan lentik berkulit putih itu yang sedang berdiri di pintu masuk menunggu Sofia untuk pulang


“ ya Kakak sudah pulang Haura, mana Fatur” Sofia yang membuka sepatunya yang lantas masuk ke dalam rumah


“Fatur sedang tidur Kak” Haura yang berbicara dengan nada seperti menginginkan sesuatu dari Kakak yang baru pulang sekolah


“nih Kakak belikan makanan nih, bagi sama Fatur ya, Kakak ke atas dulu mau ganti baju” Sofia tersenyum melihat mata adiknya dengan pipi cubi itu berbinar dengan senyum di pipir kecilnya


“terima kasih Kak” ucap Haura dengan girangnya menerima pemberian Kakaknya itu yang langsung melompat-lompat sambil menuju kamar tidur Fatur adik kecilnya


***


“Hahhhh laparnya” Sofia dengan suara lesu menuju meja makan mengambil piring bersiap untuk makan


“Sofia kamu sudah pulang” ucap wanita dengan kulit kuning langsat rambut pirang dan tubuh ramping itu datang dari belakang melihat Sofia yang sedang makan di meja makan


“iya Ma, Sofia baru datang nih baru makan” Sofia yang sedang memegang sendok makannya dengan mulut yang berisi


“ya baiklah, tolong nanti buatkan sayur putih ya buat Ayah mu pulang kerja nanti dan urusan lainnya” wanita yang di panggil Mama itu berumur sekitar 30 tahunan


“baik Ma” Sofia yang menganggukkan kepalanya mengerti akan pekerjaan yang harus dia lakukan


“baiklah, Mama ke supermarket dulu nggak ada yang jadi kasir” Mama yang berjalan memakai sendalnya ke arah belakang rumah dengan melihat kepala Sofia yang mengangguk isyarat dari jawaban perkataan Mamanya


Sofia terlahir dengan keluarga yang bisa di bilang lumayan berkecukupan, Sofia adalah anak pertama dari keluarga dengan 6 saudara termasuk dirinya terdiri dari lima perempuan dan satu laki-laki dan mereka memilih sebuah toko supermarket untuk memenuhi kebutuhan keluarganya


***


“ buset apaan nih banyak amat chatan mereka” sahut Sofia yang langsung mengambil posisi nyamannya lalu membuka isi chatting dalam grup WA nya


Chat grup


“eh mana Sofia, Sofia lo mana sih” sahut Nadia yang sangat berisik dengan ketikan chat nya


“Iya iya ini Gw sorry baru siap kerja sama mandi nih Gw baru memegang HP” sahutnya yang mengetik membalas sahutan Nadia dalam chatting an

__ADS_1


“ya elah sejak kapan Lo mandi saat sore kayak gini” ejek karina yang mengetahui sikap Sofia yang sangat malas mandi apa lagi pada sore hari


“maaf ya sayang Gw udah insyaf sedikit kok, ini lagi rajin aja wkwkwkwk” sahut Sofia yang tertawa akan perkataannya


“buset deh, cantik-cantik tapi pemalas mandi loh” ocehnya dalam grup chat


“ya jangan sembarang ngomong Lo, ntar benar kata orang-orang, udah cukup bahas Gw mandi atau kagak nya, Lo Kira mau ngomong apa sampe-sampe lo buat ponsel gw tegang akibat chat Lo” oceh Sofia yang mendengarkan apa yang akan di katakan Nadia sampai membuatnya kesel


“oh iya Gw udah ambil kertas pendaftaran, kalian nggak ada yang mau masuk nih” sahut Nadia yang menunggu jawaban dari sahabatnya


“ ehh Lo gila ya, Lo hanya mau nanya itu doang chat Lo sampe kayak gini penuhnya, gilak ya lo” cerutu Sofia yang pusing dengan sikap sahabatnya satu ini


“pttsss wkwkwkwk, Gw kirain apaan njir, Lo hebat banget buat orang kepo setengah mati ya Nadia” tawa Karina yang melihat pembicaraan Nadia yang membuat Sofia kesel


“besok Gw pikirin sekarang udah, Gw mau tiduran dan jangan berisik” sahut Sofia yang lantas meletakkan ponselnya tanpa menunggu balasan dari sahabatnya


“Kak, kata Mama Kakak di suruh ke toko buat bantu Mama tutup toko” sahut Rina gadis dengan kulit sayo matang dengan rambut panjang poni berjalan ke arah kamar Sofia


“emang nggak bisa sama Fira saja” sahut Sofia dari balik kamar


“Aku ada kerjaan sekolah Kak” sahutnya dari kamar gadis dengan kulit putih dengan rambut ikal itu sedikit berteriak dari kamarnya dia alah anak ke dua dari keluarganya


***


Dengan matahari yang senantiasa akan menghilang cahaya orange yang mulai di selimuti setengah gelap terdengar suara burung terbang dengan suara kendaraan sore yang sibuk berkeliaran menuju rumah menambah kebisingan sore hari itu dan terdapat sebuah toko yang sedang asyik menerima dan melayani pelanggan yang datang mau pun pergi dan di sana terdapat wanita dengan senyum ramahnya melayani setiap pelanggan benar dia adalah orang tua Sofia


“Mama kami datang” sahut Rina yang berjalan ke dalam toko setelah memarkirkan motornya di ikuti oleh Sofia dari belakang


“bagus lah kalau gitu, tolong antarkan Mama ke rumah dulu ya Rina” sahut Mama yang lantas tersenyum kembali ke para pelanggan sebelum mengembalikan uang nya


“baiklah Ma” sahutnya yang kemudian berjalan ke arah motor di parkir


“Rina antar Mama pulang dulu habis itu dia ke sini lagi” Mama yang menutup uang kasir lalu berjalan menuju motor yang sudah di hidupkan oleh Rina lalu bergerak menuju rumah


“Aahhhhh sangat bagus” ucap Sofia yang berjalan menuju meja kasih lalu duduk dia mulai memasukan benda kecil yang mengeluarkan musik ke telinganya dan mulai menikmati irama yang keluar dari benda kecil itu sambil menunggu pelanggan yang akan datang ke tokonya


“selamat sore menuju malam Kak” sahut laki-laki dengan baju kaos celana Levis dengan rambut tipis setelah di potong berkulit sao matang menghampiri toko Sofia lalu tersenyum

__ADS_1


“jangan pake Kakak segalak ya, nih rokoknya” ocek Sofia yang lantas memberikan sebungkus rokok tersebut ke pelanggan


“buset lo asem banget” ocehnya yang tak senang di perlakukan jutek oleh Sofia


“aduh yaa Rizal, jangan banyak bacot Gw lagi pusing nih” ocehnya sambil memegang kepalanya, cowok yang Sofia panggil itu bernama Rizal dia adalah karyawan rumah makan yang tepat berada di seelah toko keluarga Sofia


“ya elah, gimana rame nggak yang belanja” sahutnya yang kemudian duduk di luar dekat dengan pintu toko dan tepat di sampingnya kasir


“ya kalau rumah makan rame, tentu di sini rame, Lo kan tahu gimana nya” oceh Sofia yang memandang ponselnya


“ gimana hari pertama sekolah Lo, lancar nggak” sahutnya yang membuka bungkus rokok meletakkan satu batang rokok ke mulutnya sambil memetik korek api lalu seketika menghisap rokok itu maka mulailah asap keluar dari mulutnya


“ya seperti biasa aja sih” sahut Sofia dengan nada datar lalu menuju keluar toko membuka lemari es mengambil salah satu minuman di sana


“oo gitu” sahutnya dengan tangan memegang batang rokok memainkan asap yang di hasil rokoknya


“Kak kata Mama kalau rumah makan tutup, kita tutup juga” ucap Rina yang datang lalu turun dari motornya menuju kasir


“baiklah” sahut Sofia yang membuka botol minuman lalu meminumnya satu teguk dua teguk dan tiga teguk kan


“Gw balik kerja dulu ya, soalnya nasih sudah mau habis, palingan sebentar lagi tutup” sahutnya yang kemudian memberikan uang rokok lalu berjalan pergi menuju rumah makan


“Rina nih uang masukin ke kotak kasir” ucap Sofia yang lantas duduk di depan toko sambil melihat kendaraan mondar mandir dan langit yang berwarna orange sudah sepenuhnya berwarna hitam dan mulai tampak bintang-bintang yang satu persatu muncul dan di temani bulan dengan suara jangkrik yang mulai terdengar


“Kak ayo kita tutup toko” sahut Rina yang lantas berdiri membawa masuk makan-makanan yang berada di luar, mulai menutup kaca dengan tirai lalu mengunci pintu lemari es dan terakhir mengunci pintu toko mematikan lampu lalu berjalan menuju motor


“Kak besok Kakak sudah bisa bawa motor ke sekolah” sahut Rina yang lantas duduk di motor menghidupkan nya


“bagus deh kalau gitu” Sofia yang lantas menaiki motor lalu motor pun mulai bergerak menuju rumah dengan ke adaan jalanan yang cukup ramai dengan suara kendaraan yang berlalu lalang


***


“Mama, nih uang tokonya” sahut Sofia yang sedikit berteriak berjalan masuk rumah


“baiklah sini” sahut Mama yang berjalan menghampiri Sofia sedangkan Rina memasukan motor ke salam rumah


“kalau gitu Sofia ke kamar mau tidur besok mau sekolah” sahut Sofia yang berjalan menuju tangga kamarnya

__ADS_1


“hah selamat tidur” sahutnya yang kemudian menyelimuti tubuh rampingnya dengan selimut


__ADS_2