Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku

Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku
Episode 3


__ADS_3

Apa yang kau rasakan, saat suatu kebaikan datang menemui mu tanpa sepengetahuan mu, cinta yang datang tanpa adanya keinginan atau tanpa sepengetahuan dan itu seharusnya membuat kau bahagia.


“ahhh capek banget..”ucap Sofia yang membaringkan tubuhnya di kasur, lelah akan hari terasa sangat panjang


“tok..tokk..”suara ketokan pintu dari luar kamar Sofia


“Sofia boleh Mama masuk?” ucap Mama Sofia yang berdiri diluar kamar seraya menunggu sahutan Sofia dari dalam kamar


“ya masuk Ma, pintunya nggak Sofia kunci kok”ucap Sofia yang bangun dari tidurnya seraya melihat Mamanya masuk ke kamar


“ kamu belum mandi dan shalat Sofia?”ucap Mama Sofia seraya duduk di sebelah anaknya


“nih mau mandi Ma, tadi rebahan dulu sebentar” ucap Sofia memandangi Mamanya


“jadi, kenapa kamu kabur saat keluarga Ardyan datang?”ucap Mama Sofia menanyakan kejadian tadi


“ya.. Sofia hanya kaget saja Ma, dan Mama tahu kan apa alasan Sofia bereaksi seperti itu” ucap Sofia memalingkan wajahnya


“ ya Mama tahu, dan kabarnya sahabat mu itu akan menikah minggu besok” ucap Mama Sofia yang mulai berdiri


“sudahlah, Mama percayakan padamu, Ayah dan Mama akan mengikuti keinginan dan keputusanmu, sekarang mandilah lalu shalat, Mama turun dulu” ucap Mama Sofia yang lantas keluar kamar Sofia


“baiklah Ma” ucap Sofia yang lantas kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur


“Kakak…”terdengar suara teriakan dari luar kamar menuju kamar Sofia


“astagfirullahal’azim, Fira, Rina bisa nggak masuk kamarnya biasa aja” ucap Sofia kaget dengan kedatangan adik perempuannya


“hahahha… ah lebay deh Kak”ucap Fira puas dengan ekspresi kakaknya yang kaget olehnya


“sudahlah, awas Kakak mau mandi dan shalat” ucap Sofia yang kemudian berdiri mengambil handuk untuk mandi


“Kak.., kenapa Kakak menerima lamaran Kak Ardyan?”ucap Rina sedikit takut menanyakan hal itu kepada Kakaknya


“ya… karena dia menyukai Kakak dan begitu sebaliknya” ucap Sofia melihat kearah Rina yang sedikit takut


“tapi bagaimana dengannya?” ucap Rina membuat langkah kakaknya terhenti

__ADS_1


“dia sudah bahagia dan juga Kak Ardyan juga harus bahagia” ucap Sofia yang membuat adiknya itu terdiam dan Sofia hanya tersenyum akan sikap adiknya yang masih berekspresi khawatir


“apa Kakak akan bahagia?”ucap Rina yang lantas membuat Sofia dia membatu


“tentu saja, Kakak akan bahagia”ucap Sofia yang kemudian berjalan mendekati adiknya mengelus lembut kepala Rina


“tenanglah Rina, dia menyayangi Kakak mu kok, apa kamu tidak menyukai Kak Ardyan?” ucap Sofia yang membuat Rina reflek melihat kearah Sofia


“ya tentu saja kak, kan dia yang mengantarkan Kak Ardyan ke tempat kakak” ucap Fira yang lantas mendapatkan tatapan sinis dari Rina


“ah sudah, kalian sebaiknya mandi, pasti belum mandikan”ucap Sofia yang berjalan


“ya sih kak tapi kami sudah shalat kok”ucap Fira berdiri menuju kamar yang tepat berada di sebelah kamar Sofia, sedangkan kamar Rina berada tepat didepan kamar Fira


jadi posisi kamar mereka saat itu, rumah sofia memiliki 2 lantai, lantai 1 terdiri dari ruang tamu di sampingnya perpustakaan Ayah lalu sesudah ruang tamu ada ruang keluarga dan di samping ruang keluarga ada kamar Ayah dan Mama lalu ada kamar Haura adik perempuan ke empat Sofia lalu ada kamar Fatur adik laki-laki bungsu Sofia yang berada di depan kamar Haura dan paling belakang ada dapur dan WC, sedangkan lantai 2 ada kamar Sofia berhadapan dengan kamar Fitri adik ke tiga Sofia dan kamar Fira dan Rina yang saling berhadapan, jadi Sofia memiliki 5 saudara, 4 perempuan dan yang bungsu laki-laki


Setelah mandi


“assalamu’alaikum Wr.Wb” ucap Sofia membaca salam setelah selesai melaksanakan shalat membuka mukenanya melipat dan menaruh pada tempatnya


“Sofia turun dulu, kamu belum makan kan” ucap Mama Sofia yang memanggil dari tangga


“breett…breett” suara getaran ponsel Sofia yang berbunyi terdengar sampai kebawah yang ternyata terdapat panggilan dari Kak Ardyan


Di bawah


“makanlah dulu, Mama mau keluar sebentar, mau jemput sapi dulu” ucap Mama Sofia berjalan menuju kamar


“emang sudah jam berapa Ma?” ucap Sofia yang mulai mengambil makanannya


“ya masih jam 4 : 15 sih, tapi biar sekalian ikut liatin sapi makan, nanti Nenek marah, karena nggak ditolong bantu urusin sapi” ucap Mama Sofia yang lantas mengganti baju lalu pergi


“ Kak Haura sudah makan, asyik banget nonton” ucap Sofia yang melihat adek perempuannya berumur 10 tahun itu yang asyik melihat acara tv.


“sudah kok kak, kakak sudah makan kok”ucap Haura yang memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Kakak


“ kalau begitu mana Fatur” ucap Sofia menanyakan adik laki-laki nya yang berumur 6 tahun berbeda 18 tahun dengannya

__ADS_1


“dia main keluar Kak, didepan rumah kok” ucap Haura menunjuk kearah luar yang berdiri Fatur yang asyik bermain sepeda


“ ya baguslah” ucap Sofia yang kembali ke dapur memulai memakan sarapannya


“ kak.. apa kakak akan pergi ke tempat Kak Putri, kan 2 hari lagi sudah masuk minggu baru” ucap Fira yang datang ingin makan juga


“asstagfirullahal’azimm, emang sekarang hari apa?” ucap Sofia yang langsung reflek melihat ke arah Fira yang langsung kaget dengan sikap kakak nya


“ ya allah kak, bisa nggak tuh nasi ditelan dulu” ucap Fira


“ apa benar kakak mau menikah sikapnya aja masih kayak anak-anak gini.. aduh.. kasihan Kak Ardyan “ batin Fira menggelengkan kepalanya melihat sikap kakaknya yang masih kekanakan


“ hari ini, hari sabtu kakak, malam minggu” ucap Fira


“apa ini pengaruh kelamaan jomblo ya” batin Fira menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal


“huff.. cepat amat ya waktu berlalu” ucap Sofia yang kemudian menyelesaikan makannya, Sofia memilih untuk pergi ke perpustakaan mini ayahnya untuk mengabiskan waktu sore sebelum magrib..


“kak Sofia, Fitri ganggu nggak?” ucap Fitri yang tiba-tiba datang menghampiri Sofia yang duduk di kursi ruangan perpustakaan


“nggak kok, nggak ganggu, emang ada apa Fitri?” ucap Sofia yang menutup buku yang dia baca karena kedatangan Fitri


“ sini duduk” ucap Sofia yang menepuk sofa yang berada di ruang tersebut, Fitri hanya mengikuti apa yang dikatakan kakaknya


“kak apa kakak akan menikah?” ucap Fitri sedikit menundukkan kepalanya takut akan pertanyaan yang salah


“ hahahaha…, tentu kakak akan menikah di waktu yang tepat, bukan kakak saja kakak Fira, kakak Rina dan juga yang lainnya juga akan menikah termasuk Fitri sendiri” ucap Sofia melihat kearah Fitri


“ tapi… kak, Fitri nggak mau di tinggal dan meninggalkan keluarga Fitri” ucap Fitri dengan raut wajah sedih


“ kata siapa kalau menikah itu meninggalkan keluarga?” ucap Sofia


“ kata teman Fitri kan saat menikah nanti kakak pasti akan mengikuti suami kakak nanti” ucap Fitri yang kemudian memandang kakaknya


“ menikah itu, bukan untuk meniggalkan keluarga, namun kita mendapatkan keluarga baru, seperti mendapatkan kakak baru dan juga adik baru, nah tak ada kata untuk meninggalkan keluarga, apa Fitri mengerti?” ucap Sofia yang lantas memegang wajah Fitri yang sudah mulai tersenyum


“ ya Kak Fitri mengerti “ ucap Fitri yang tersenyum kearah kakaknya di balas dengan senyum oleh Sofia..

__ADS_1


“ allahu akbarrullahu akbar” terdengar suara azan magrib yang membuat Sofia dan fitri terdiam


“sudah magrib yuk kita shalat, pasti yang lain nunggu” ucap Sofia yang kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan mulai shalat berjamaah dengan keluarga.


__ADS_2