
Saat semua asyik dengan penelusuran tentang misi yang dibuat para penitia berbeda dengan nya, gadis itu hanya bisa duduk termenung dengan masalah yang membuat dirinya terbebani dan hanya bisa melihat anggota lain menikmati liburan sedangkan dia penuh dengan beban pikir
“Adella” sahut laki-laki dengan tanda pengenal di lehernya, sepertinya dia salah satu penitia dalam kegiatan organisasi kali ini, gadis yang tenang duduk itu hanya bisa diam tanpa menjawab panggilan laki-laki tadi
“Gw mau ngomong tentang masalah hubungan kita” sahut laki-laki itu yang kemudian duduk di depan Adella gadis dengan tatapan kosong itu
“apa Lo masih tidak bisa mengikuti ucapan Gw kemarin, Haahhh kalau begini terus kita nggak akan pernah kembali seperti dulu dan akan sulit untuk menjalani kedepannya” sahut nya melihat Adella yang hanya diam sambil menekukkan kepalanya
“kalau memang Kak Andre merasa seperti itu, Adella juga inginnya begitu dan juga sudah nggak kuat dengan keadaan seperti ini” gadis itu tengah berusaha untuk berbicara dengan menahan tangisannya
“maaf Adella, terima kasih untuk selama hal yang kita lalu dan juga Kakak berharap kita tetap bersapaan satu sama lain seperti biasa” sahut Andre
“ya saya juga begitu, mudah-mudahan Kakak mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari saya seperti Sofia” balas Adella
“apaan?,ngapain Lo bawa Sofia segala ke hubungan kita” Andre yang kesel dengan ocehan Adella yang membawa-bawa Sofia di tengah permasalahannya
“emang benarkan, kalau Kakak sekarang mendekati Sofia padahal hubungan kita belum selesai” gadis itu tak bisa lagi menahan air matanya yang mengalir di pipinya
“dia kan yang selalu ada buat Lo, dia yang selalu kasih Lo saran buat nyelesaiin masalah Lo” Andre yang gregetan atas sikap Adella yang menyalahkan Sofia atas berakhirnya hubungan antara mereka
“Kakak membelanya, jadi itu memang benar” Adella menatap lekat laki-laki yang ada di depannya itu
“sudahlah Adella, saya pergi dulu” laki-laki itu sekarang hanya bisa pergi meninggalkan Adella yang menangis tanpa bisa berbuat apa-apa setelah Andre meninggalkannya
“Adella Lo nggak pa pa?” gadis yang segera mendekati Adella membekap kepelukkannya membuat gadis yang sedari tadi menahan tangisnya kini lantas tercurahkan isi hatinya lewat air mata
“hiks..hiks...hiks..., Gw nggak tahu akan jadi seperti ini, dia mutusin Gw hanya karena teman kelas, Gw emang segitu salahnya ya Asyifa” gadis itu tersedu-sedu membuatnya berbicara terputus putus
__ADS_1
“sudahlah, jangan di pikirkan lagi Adella, Lo harus move on dan Lo pasti dapatan yang lebih baik darinya” sahut Asyifa sambil mengelus rambut Adella dengan lembut agar anak itu tenang dan bisa mengontrol dirinya
***
“eh Lo udah selesai ngumpulin barang sama kelompok Lo” tanya Adella yang melihat ke arah Asyifa memulai pembicaraan
“Gw tadi balik dari toilet dan nggak sengaja liat Lo dan Gw mau nemenin Lo disini ya, jadi jangan nangis lagi” sahut Asyifa
“Sofia gadis itu tidak salah, namun rasa Kak Andre terhadapnya lah yang salah” pikir Asyifa yang menyalahkan Sofia secara tidak langsung atas peristiwa putusnya hubungan Adella dan Andre
***
“hallo, ada apa Kak?” sahut suara gadis dari ponsel yang tengah di hubungi Andre
“hhaahh Gw udah selesaikan masalah hubungan Gw sama Adella, Bila, Gw jadi nggak tega melihatnya nangis kayak gitu” sahut Andre dengan nada sedikit khawatir melihat Adella yang dia tinggalkan menangis
‘sudahlah yang penting Kakak sudah memutuskan hubungan secara baik-baik” dari pada Kakak menjalin hubungan yang nggak Kakak mau, emang lebih baiknya begini” ocehan Nabila yang hanya bisa memberikan saran seperti itu untuk Andre
“baiklah, terima kasih ya, Lo selalu dengerin curhatin Gw “ sahut Andre
“nggak masalah Kak lebih baik berbagi dari pada di pendam sendiri, kalau gitu sudah ya, dadah” Nabila yang menutup telfonnya
“ya dadah, makasih” balas Andre yang lantas memasukkan ponselnnya ke dalam saku celana dan mulai berjalan menuju penitia lainnya untuk membantu
***
“semua tolong berkumpul” teriak Zaki laki-laki itu lantas langsung berdiri tegap dengan melipat kedua tangannya di depan dada
__ADS_1
“apa kalian semua sudah berhasil menemukan barang yang ada pada setiap kertas sandi, jika sudah letakkan di depan barisan kalian” sahutnya yang lantas membuat satu perwakiln anggota disetiap kelompok meletakkannya tepat di depan barisan
“kelompok Putri sudah melengkapi barangnya ya, dan begitu juga kelompok yang lain, sepertinya kalian berhasil, karena itu kami akan memberikan hadiah kepada tim yang mengumpulkan barang dengan lengkap dan kelompok itu adalah kelompok, , Putri, Adella dan Nini selamat untuk ketiga kelompok mendapatkan tiket wahana bianglala untuk malam ini” ucap Zaki yang langsung memberikan hadiah kepada kelompok yang berhasil menjalan kan misi
“yaeeeeee kyyaaaaa hahahahahah” suara tawa senang puas tercampur aduk terlihat dari ekspresi wajah gadis gadis yang tersenyum tertawa sambil melompat-lompat kegirangan
“terima kasih Kak” ucap mereka sambil memberikan senyum
“baiklah, jangan kira saya memberikan misi tanpa ada imbalannya, jadi untuk yang lainnya jangan berkecil hati untuk hari ini kita puaskan untuk bermain sampai malam sebelum besok siang kita pulang” sahut Zaki yang berusaha menghibur anggota lainnya
“yahhh, apa lah daya, ayo nanti kita mandi sepuas”
“kita akan memainkan wahana sepuas”
“kyyaa Gw nggak sabar”
Suara tawa teriakan yang tak bisa di tahan karena akhirnya bisa menikmati hiburan ini mereka pun langsung bubar meninggalkan halaman dan bersiap unuk liburan yang menanti mereka
“kyyyaaaa Gw seneng banget, ayo kita ganti baju lalu menuju wahana dan terakhir berenang sepuasnya” Sofia yang melompt-lompat kegirangan dengan senyum merekah di wajahnya membuat sahabatnya ikut senang
“Lo benar banget Sofia, di tambah lagi nanti kita akan naik bianglala pada malam hari pasti sangat cantik” sahut Karina
“ehhh itu bukannya Asyifa dan Adella” batin Sofia yang lantas memandangi kedua gadis itu dan Asyifa menyadari hal itu yang kemudian memandang balik Sofia dengan ekspresi tak suka
“ada apa dengan ekspresi Asyifa, kanapa dia memandangi Gw kayak gitu”gadis itu dibuat bertanya-tanya namun sahabatnya membuat Sofia kembali fokus ke hadapan sahabatnya itu
“sudah ayo kita masuk ganti baju lalu bersenag-senang” sahut Putri yang menarik Sofia menuju villa, namun gadis itu masih dengan mata yang memandangi Adella yang terlihat murung itu membuatnya kepikiran, namun lagi-lagi otaknya mengingatkan agar tak mencampuri urusan mereka dan memilih menikmati hari liburnya bersama sahabatnya
__ADS_1