Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku

Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku
Episode 2


__ADS_3

Dengan angin sebagai pembuka suasananya hening antara mereka yang mulai membisikkan agar segera menyelesaikan masalah tersebut, angina pun mendukung untuk kelanjutan kisah mereka


Suasana hening tanpa adanya pembicaraan yang ada hanyalah suara angin yang menghembus dan membelai jilbab Sofia dan rambut pendek Ardyan, Ardyan yang masih terdiam melihat situasi apakah dia bisa memulai pembicaraan dengan Sofia


“kenapa Kak Ardyan ada disini, ini pasti Rina yang punya kerjaan nih” batin Sofia yang tak mau memandang Ardyan yang datang dan duduk di sebelahnya, dia hanya bisa menundukkan kepalanya menenangkan dirinya yang entah apa, yang dia rasakan saat itu


“astagfirullahhal’azim, suasana macam apa ini??kenapa gw nggak bisa bicara, jangankan bicara menatap Sofia saja gw nggak sanggup???, kenapa begini?? Biasanya nggak ada perasaan canggung sama sekali” batin Ardyan yang mencoba menyesuaikan keadaan yang sedang ia hadapi ini


“Ardyan tenang ambil nafas dan kemudian bicaralah, dengan diam tak bisa menyelesaikan masalah” batin Ardyan mengepal tangannya dan kemudian memandang Sofia untuk mulai berbicara.


“subhanallah…”batin Ardyan melihat Sofia yang terkena hembusan angin yang membuat penutup kepalanya tersapu dengan lembut oleh angin yang membuat mata takjub akan kecantikan yang dimiliki Sofia yang tak disadari oleh Ardyan sedari dulu.


“Sofia, Sofia Kakak minta maaf, ini salah Kakak tidak seharusnya Kakak datang tanpa memberi tahu Sofia” ucap Ardyan memegang tangannya seraya menundukkan kepala mengaku salah


“bukan itu saja” ucap Sofia yang masih belum mau melihat Ardyan dan membuat Ardyan terkejut akan perkataan Sofia yang menyebutkan “bukan itu saja” membuatnya bingung


“Kakak tahukan, kalau Sofia tidak bisa menerima Kakak, kenapa Kakak tak mau mengerti ???”ucap Sofia yang kemudian berani memandang Ardyan


“tapi kenapa??, apa yang membuatmu sekarang tidak mau menerima Kakak” ucap Ardyan sedikit sedih dengan perkataan Sofia yang membuatnya tak mampu memandang Sofia lagi


“Kakak tahukan, Kakak itu orang yang disukai oleh sahabat Sofia sendiri” ucap Sofia yang sedih melihat ekspresi yang dikeluarkan Ardyan dengan perkataan yang dikeluarkannya, namun Sofia tak bermaksud melukai hati Ardyan, namun di satu sisi dia juga tak bisa egois


“Aku tahu itu, tapi apakah alasan itu masih berlaku saat Putri,, sahabatmu itu sudah menikah”ucap Ardyan yang kemudian memandang Sofia


“ maaf Kak, Sofia tak bermaksud untuk melukai Kakak, namun nggak mau lagi di sebut perebut pasangan sahabatnya sendiri” ucap Sofia yang masih mencoba membendung air matanya, mencoba memendam perasaan egonya


“kalau gitu bagaimana dia sudah memberikan mu izin untuk menerima lamaranku”ucap Ardyan yang memegang ponselnya


“apa masud Kakak???” ucap Sofia yang lantas memandang Ardyan yang kemudian memandang balik Sofia


“apa kamu menangis Sofia” ucap Ardyan yang terkejut melihat air mata yang jatuh di pipi Sofia

__ADS_1


“ahh maaf” ucap Sofia yang lantas dengan cepat menghapus air mata yang jatuh dari bendungan yang ia coba tahan, namun tak sanggung sehingga tumpah


“Aku sudah meminta izin ke Putri sebelum Aku kemari dan saat dia mengundangku untuk pernikahannya minggu depan, heh.. tepat sekali dia memang tak bisa bersamaku tapi aku bersyukur karena aku bisa mengenalmu, seseorang yang memang apa adanya didepan semua orang tanpa ada kepalsuan”ucap Ardyan tersenyum


“ dan saat itu aku tak terlalu sedih karena aku memilikimu” ucap Ardyan yang membuat hati Sofia bergetar membuat hatinya luluh lalu air matanya yang dia tahan tumpah sepenuhnya dalam hening


“Sofia, tolong jangan menangis, aku sudah melakukan agar dirimu tidak takut akan masalah lain menyangkut tentang kita”ucap Ardyan memegang pipi Sofia, menghapus air matanya dengan lembut, tersenyum dengan hangat membuat Sofia nyaman akan tangan Ardyan yang lembut dan hangat membelai pipinya


“benarkah kak, apa yang dikatakan Putri itu sama dengan yang Kakak katakan?” ucap Sofia menanyakan


“lebih baik kamu tanyakan sediri, kakak sudah memberitahunya agar menjelaskannya padamu” ucap Ardyan menyerahkan ponsel yang sudah terhubung ke Putri dan menyerahkannya pada Sofia yang mengambilnya, lalu berdiri sambil menghapus air matanya mencoba menenangkan diri untuk menghadapi Putri.


“assalamu’alaikum Sofia” ucap Putri dari seberang sana lewat telfon yang sudah tau akan kondisi ini


“wa’alaikumussalam Put” ucap Sofia yang sudah bisa mengendalikan dirinya, ia seketika melihat kearah Ardyan yang menganggukkan kepalanya sambil tersenyum mengisyaratkan kepada Sofia untuk berbicara senyamannya


“bagaimana keadaan lo Sof??, sehatkan lo!! Hahaha…”ucap Putri yang tertawa


‘maaf ya dan seharusnya gw juga harus meminta maaf ke Kak Ardyan, karena gw kalian jadi kayak gini”ucap Putri dengan nada tak enak


“apaan sih loh Put??,seharusnya gw yang minta maaf karena gw yang deket ama Kak Ardyan saat lo udah putus dengannya” ucap Sofia yang merasa bersalah


“nggak gw malah bersyukur lo deket ama Kak Ardyan, karena saat dia sama lo dia bisa tersenyum, sedangkan gw memberikan dia harapan yang tak tentu, apalagi saat gw mau nikah Sof, gw merasa bersalah banget nggak jujur ke dia kalau gw sudah sama orang lain, namun, gw juga malu banget, sahabat gw lah akan menghilangkan rasa bersalah gw dan yang penting kalian sama sama suka dan hal itulah yang terpenting saat ini”ucap Putri yang menyampaikan segala keluh kesahnya


“hikss..hikss..hiks… apa gw salah Put?? Kalau gw menyukai orang yang pernah di sukai sahabat gw sendiri, apa gw harus membohongi perasaan gw sendiri karena omongan orang lain”ucap Sofia yang tak bisa menahan tangisnya


“ nggak, lo nggak salah Sof, lo nggak harus mengorbankan perasaan lo sendiri, jadi ikuti kata hati lo yang baik untuk lo, juga untuk orang lain, maka lo nggak akan egois, karena lo juga menjaga perasaan orang di sekitar lo, karena itu lo nggak egois Sof, yang ada lo malah mengorbankan perasaan lo” ucap Putri memberikan keyakinan pada diri Sofia


“baiklah, jadi sekarang gw boleh menuruti perasaan gw”ucap Sofia seraya menghentikan tangisannya


“ya Sofia”ucap Putri tegas

__ADS_1


“terima kasih Putri” ucap Sofia yang tersenyum


“nggak gw yang harus berterima kasih, sudah jangan nangis, jangan lupa lo harus ke rumah buat temani gw dalam acara minggu besok” ucap Putri tersenyum, sedangkan Sofia tak lagi bisa menahan air mata yang tumpah dan pecah melihat itu membuat Ardyan mendekatinya, seraya mengambil ponsel yang ada di telinga Sofia, membawa Sofia dalam peluknya


“sudah ya Put, Sofia pasti datang ya, assalamu’alaikum” ucap Kak Ardyan


“wa’alaikumussalam Kak, jaga Sofia ya Kak” ucap Putri yang kemudian menutup telfonnya, sedangkan Ardyan yang berusaha menghentikan tangis Sofia


“maaf ya kak” ucap Sofia yang masih nangis di pelukan Ardyan


“hhmm jangan nangis lagi, ingusmu nempel di baju Kakak nih” ucap Ardyan yang sedikit tertawa membuat Sofia melepaskan pelukannya, namun tak di biarkan oleh Ardyan


“kalau takut kena ingus kenapa nggak dilepaskan” ucap Sofia kesel


“heheh….udahan ya, yuk pulang”ucap Ardyan yang dibalas anggukan oleh Sofia, saat tiba di rumah


Di rumah


“Sofia kamu baik-baik saja?” tanya Mama Sofia melihat keadaanya, sedikit cemas


“ya Ma, Sofia baik-baik saja” ucap Sofia yang kemudian duduk diruang tamu bersama dengan keluarga Ardyan


“maaf kan atas sikap saya buk, pak!!” ucap Sofia menundukkan kepalanya akan sikapnya tadi


“sudah-sudah tidak masalah,ayo kita lanjutkan pembicaraannya”ucap wali dari Ardyan yang kemudian membicarakan keputusannya, kerena keluarga Ardyan yang datang tanpa memberi tahu maka keputusan sekarang adalah mencari waktu untuk membicarakan lagi tentang lamaran dengan keluarga besar Sofia dan Ardyan


“kalau begitu kami permisi dulu ya pak, buk “ucap mereka berjalan keluar rumah Sofia bersalaman untuk pamit


“huff… kalau begitu, Kakak pulang dulu ya Sofia”ucap Ardyan melihat kearah Sofia sambil tersenyum yang hanya bisa dibalas senyuman oleh Sofia dengan malu-malu


“assalamu’alaikum Wr.Wb”ucap mereka seraya menjalankan motornya lalu pergi

__ADS_1


“wa’alaikumussalam Wr.Wb”ucap keluarga Sofia mengantarkan kepergian keluar Ardyan sampai tak Nampak oleh pandangan mata.


__ADS_2