
Di pagi buta terdengar suara langkah kaki berjalan menuju kamar mandi setelahnya terdengar suara air terjatuh ke lantai, Sofia terbangun dari tidurnya mempersiapkan diri untuk ke sekolah dan membangunkan adiknya, setelah dirinya siap dia membuka rumah untuk mengeluarkan motor untuk ke sekolah
“guys sudah siap ayo kita berangkat” sahut Sofia yang sudah berdiri di luar rumah menantikan langkah kaki adiknya yang menghampirinya menuju keluar rumah dengan mencium tangan kedua orang tua berpamitan untuk ke sekolah
“hati-hati di jalan” ucap wanita yang di panggil Mama itu dengan senyum hangat dan doa agar anak-anaknya sampai tujuan dengan selamat dan mendapatkan ilmu yang di pelajari nya
“nah sudah sampai, turunnya hati-hati dan rajin belajar ya” Sofia yang menghentikan kendaraannya sambil menurunkan adiknya di Sekolah Dasar Negeri dengan senyum
“baik Kak” Fitri yang kemudian turun dengan pelan dan mencium tangan Kakaknya itu untuk berpamitan setelah Dia memastikan adiknya sudah tak terlihat di pandangannya Dia pun mulai menggerakkan kembali kendaraanya
“baiklah kalian berdua turun di gerbang kan” Sofia yang lantas melontarkan pertanyaan pada kedua adiknya yang duduk di belakang
“ya Kak, seperti biasa turunkan Kita di depan gerbang saja” Fira yang menjawab pertanyaan Kakaknya sambil melirik ke arah depan apakah sudah sampe karena jarak sekolah Fitri dengan sekolah Fira dan Rina tak terlalu jauh butuh 5 menit ke SMP tersebut
“sudah sampe, turunlah” sahut Sofia yang berhenti tepat di sebelah gerbang masuk SMP Nusa Jaya
“ya baiklah Kak, Kami masuk dulu, hati-hati di jalan Kak” sahut mereka sambil mencium tangan Kakaknya itu satu persatu lalu berjalan masuk ke sekolah
Dinginnya udara masih menyelimuti tubuh kecil Sofia dengan kendaraan yang dia bawa cukup cepat dan merasakan dingin yang begitu menusuk, namun dingin itu perlahan hilang akan kedatangan matahari pagi yang mulai menghangatkan dengan kemunculannya membuat Sofia tak lagi merasakan dingin pagi dan menikmati perjalanan menuju sekolah
Sesampainya Sofia memarkirkan kendaraannya di tempat parkir Siswa berjalan menuju gerbang dan duduk di tempat biasanya anak-anak yang berlawanan arah dengannya menunggu angkutan umum, duduk nyaman melihat kendaraan lalu lalang, siswa siswi yang masuk satu persatu dengan tawanya dengan teman yang dia temui dengan penjaga sekolah yang menyapu dedaunan yang jatuh sedangkan Sekuriti menjaga keamanan siswa yang berlalu lalang dengan kendaraannya untuk masuk ke sekolah dengan hangatnya matahari yang sudah menampakkan dirinya dengan utuh.
“wkwkwkwkw, ngapain Lo duduk manyun kayak monyet nggak terjual, ayo masuk” ejeknya yang langsung menghampiri sahabatnya yang lagi duduk
“bukan manyun Gw duduk di sini nungguin Lo “ sahut Sofia yang lantas berdiri menghampiri Karina lalu memasuki sekolah
__ADS_1
“ehh lo kan nggak terlalu akrab dengan Nadia kan, kita akrab dengannya karena dia satu sekolah dengan kita, namun beda kelas” sahut Karina yang membisikkan pertanyaan ke Sofia
“emang toh dia nggak terlalu dekat dengan kita, noh dia udah ada teman dekat” Sofia yang menyodorkan wajahnya yang melihat Nadia asyik dengan anak kelas lainnya
“benar juga sih” sahutnya yang langsung duduk di kursinya
“Hy” Sofia yang menyapa teman yang duduk di depan kursinya anggap saja mau nambah teman kan, lebih baik nambah teman dari pada lawan
“Hy Sofia” balasnya yang kemudian membalikkan badan melihat ke arah orang yang menyapanya
“Lo orang mana?” tanyanya yang kemudian meletakkan tas dan duduk dengan nyaman
“rumah Gw cukup dekat dengan rumah Nadia” jawabnya sambil mengarahkan tangan ke arah Sofia
“Sofia Dwi Putri panggil Gw Sofia” sahutnya yang membalas salam dengan menjabat tangannya
“kalau Gw Karina Lestari panggil Gw Karina” Karina yang meminta jabatan tangannya dan dibalas oleh gadis yang baru mereka kenal
“Ting Tong Ting Tong” suara bel yang berbunyi menandakan untuk semua Siswa dan Siswi untuk berkumpul di lapangan untuk mendengarkan pengumuman
“ Gw malas banget lah kalau harus baris di sini” oceh Karina yang tak suka berkumpul di halaman sekolah
“ wkwkwk sabar aja, Hy kenalin Gw Nabila hayati panggil gw Nabila” sahut gadis dengan kulit hitam dengan tubuh cukup berisi tinggi di bawah Sofia dengan senyum manis membuat matanya menjadi tak kelihatan memberi salam dengan mengacungkan tangannya
“Hy Gw Sofia, yang di depan lo Karina dan di belakang Gw ini Putri salam kenal” sahut Sofia menyahut salam dari Della yang juga di lakukan Karina dan Putri
__ADS_1
“baik anak-anak bapak sekalian, bapak meminta waktu ananda sekalian sebelum memasuki pelajaran hari ini” sahut bapak dengan Mic menyampaikan pengumuman pada hari ini dengan suasana siswa yang terdiam mendengarkan pengumuman dari sekolah
***
“gila ya tuh bapak, lama amat dia beri pengumuman” oceh Karina yang berjalan menuju kelas dengan kaki yang capek akibat berdiri terlalu lama
“ehh Lo kalau ngomong kayak gitu ntar bapak nya dengar lalu dia bilang kayak gini, Siiittii kemari kamu” oceh Sofia yang berdiri tegak menirukan gaya bapak yang dia maksud dengan membuat perutnya ke depan dan meletakkan kedua tangannya di samping pinggang
“pssttt wkwkwkwk pas banget” tawa Putri yang tak tahan melihat pose yang di buat Sofia
“iya beneran, Gw nggak bercanda bapak itu kalau nggak tahu dengan nama siswanya dia akan memanggil dengan panggilan Siti” sahut Sofia yang kemudian berjalan masuk kelas dan tak lama setelahnya guru mata pelajaran pun masuk dengan di barengi dua Senior yang berjalan di belakang guru
“selamat pagi anak-anak ibuk semuanya” sahut wanita dengan tubuh berisi yang sudah nampak kerutan di wajah cantiknya sedikit keriput di bagian mata dan bibir dengan umur sekitaran tidak jauh beda dengan Mama Sofia
“selamat pagi buk” sahut para siswa yang senantiasa menyambut kedatangan guru yang satu ini kenapa tidak karena guru yang ada di depan kelas ini adalah wali kelas X MIA maka karena itu mereka menyambutnya dengan antusias
“sebelum kita masuk ke mata pelajaran, kita dengar dulu pengumuman dari Senior kalian dulu” sahut ibuk yang kemudian duduk di mejanya
“okay, maaf telah mengganggu waktu Kakak sekalian perkenalkan nama Kakak Ardyan Sanjaya dan di sebelah Saya Andre Wijayanto, Kami ke sini memberitahukan bahwasanya jika ada Kakak sekalian yang ingin masuk ke organisasi kami bisa mengambil formulir diruang khusus organisasi dan untuk Kakak yang sudah mengikuti kegiatan organisasi selama seminggu ini namun belum memberikan kertas formulir pendaftaran tolong serahkan kepada kami kalau sudah ada yang membawa dan menandatangani formulir tersebut, bisa di serahkan pada Kami” sahut Ardyan yang memberikan isyarat kepada Andre berjalan menyelusuri kelas untuk mengambil formulir pendaftaran
“Ehhh Put Put” bisik Sofia yang mencolek Putri yang duduk d depannya
“apaan” sahut Putri yang melirik ke arah Sofia
“ei ei kayaknya tuh Senior Ardyan naksir ama Lo deh, sejak tadi curi pandangan aja” oceh Sofia yang memberitahu apa yang dia lihat
__ADS_1
“eh Lo jangan omongin Gw, Lo juga sama, noh si senior Andre matanya ampe mau copot karena liatin Lo muluk, senyam senyum gitu lagi” oceh Putri yang tak mau kalah dengan Sofia
“ehhh masak iya” hasut Sofia yang bingung dengan perkataan Putri yang membuat dirinya berfikir sejenak lalu bersikap biasa saja dengan apa yang dibicarakan Putri