
Saat matahari sedikit memperlihatkan dirinya, seorang gadis yang sedang berdiri menatap lingkungan sekitar dengan jilbab dan baju putih bersih serta rok berwarna abu-abu sambil menyandang tas berwarna biru langitnya terlihat gadis tersebut dengan tinggi badan yang cukup tinggi berkulit sawo matang dengan mata yang sempurna, bulu mata yang lentik dan alis mata yang rapi dengan tubuh ramping dan nama gadis itu adalah Sofia Dwi Putri, seorang gadis yang memiliki sikap blak-blakan apabila dengan orang yang dekatnya, namun akan menjadi seorang gadis anggun jika dengan orang yang baru dikenalnya, namun Sofia memiliki hati yang hangat
“hah.., apa nggak ada yang Gw kenal disini, malas banget lah masuk sendiri” oceh nya dengan wajah cemberut
“eh Sofia ngapain Lo berdiri nggak jelas di sini ayo masuk” ucap seorang gadis sepantaran dengannya memegangi tangan Sofia lalu berdiri tegak di hadapan gadis yang dia panggil itu
“Kyyaaaa, Karina, astaga Gw nggak nyangka ketemu Lo disini” ucapnya yang lantas melompat-lompat dengan girangnya, gadis yang ditemuinya adalah teman satu SMP gadis itu memiliki tinggi yang tak seberapa jauh dari Sofia dengan kulit putih, mata sipit dengan tubuh yang ramping bernama Kirana Lestari
“eh Lo bego ya, Lo kayak orang gila noh diperhatiin orang satu sekolah” ucapnya dengan mata memperhatikan sekeliling akibat sikap Sofia yang menarik perhatian
“Akkhhhh malu banget Gw” Sofia yang reflek menutup wajah dengan kedua tangannya
“hahahaha, Sofia baru awal sekolah Lo udah malu-maluin” ejeknya yang lantas menarik tangan Sofia seraya memasuki arena sekolah
Sofia dan Karina adalah siswa baru yang masuk di sekolah SMA Sriwijaya dan ini adalah hari pertama mereka sekolah setelah menyelesaikan MOS
“ayo kita masuk ke kelas sambil liat suasananya kelas dan teman baru” Karina menghadap ke arah Sofia sambil menaikan alis matanya seperti memberikan isyarat apakah ada hal yang menarik nantinya
“Sofiaaaaa, sini sini” lambaian tangan dan senyum dari seorang gadis yang duduk di antara siswa lainnya
“tunggu, Karin itu bukannya Nadia, ya benar Nadia kan” memandang dan menunjuk ke arah gadis yang melambaikan tangannya
“oh benar, ayo tunggu apa lagi kita samperin tuh anak” memandang arah yang tunjuk memastikan apakah perkataan Sofia benar lalu menuju ke kursi yang mereka tunjuk
“Hahahaha Gw nggak nyangka seorang Nadia bisa masuk ke sekolah ini” ejek Karina yang duduk di atas meja tepat di sebelah Nadia
__ADS_1
“Hahahaha Lo benar Karina, Gw juga nggak percaya nih anak bisa sampe ke sini”
“ehh kalian berdua kalo ngajak ribut jangan sekarang deh, noh kalian nggak denger bel udah bunyi, jadi sana husss pergi ke tempat kalian” menggerakkan tangannya agar mereka pergi dari tempatnya, gadis dengan wajah bulat pipinya yang cabi dengan mulut tipis berkulit putih dan tubuh ramping itu bernama Nadia Cahaya
“pppttss bangkit deh setan dalam dirinya” Sofia yang mencari kursi untuk dirinya
***
“ehh ayo cerita kenapa Lo bisa ada sini” Sofia yang lantas melontarkan pertanyaan yang dari tadi dia tahan
“mau tahu atau mau tahu bangetttt” Nadia dengan candanya sambil melirik Sofia sambil mengedipkan matanya
“jangan pake basa basi, langsung jawab” Karina dengan posisi yang sudah nyaman untuk mendengarkan jawaban Nadia
“Hahahahah nggak ada yang spesial kok, Bunda Gw yang nyuruh di sini kan Bunda Gw guru katanya biar bisa ngawasin Gw gitu” Nadia yang lantas memandang kuku tangannya tanpa adanya ucapan lainnya
“Pttsss hahahah Gw kira apaan, udah yuk ke kantin laper Gw” Karina yang mengelus perutnya yang sudah ngamuk minta untuk di isi
***
“ ehhh, Lo nggak ada naksir sama Senior sewaktu MOS kemaren” Nadia bertanya dengan melirik setiap senior cowok yang lewat
“Akkhhh eh Lo nggak salah nanya, Sofia kan ada cowok” Karina yang berhenti mengangkat sendok makannya sambil melirik ke arah Sofia
“Guys maaf Gw udah putus, eiittss jangan tanya kenapa Gw putus oke” Sofia yang lantas mengangkat kedua tangannya
__ADS_1
“eisss nih ana emang nggak ada niatnya mau cerita, udahlah lanjut makan” keselnya Karina yang tak bisa mengetahui alasan Sofia putus dengan pacarnya
“eehh kalian udah siap makan kan dan kali ini biar Gw yang traktir” ucap Nadia yang berdiri dari tempat duduknya tersenyum dengan sombong akan hal yang dia lakukan namun hal itu hanya candaan di depan sahabatnya
“waahhh putri dermawan terima kasih atas traktirannya” sanjung Karina yang senang akan perkataan Nadia yang lantas menepuk pelan dompetnya yang tak jadi dipakai untuk bayar makanannya
“hek eleh jangan sok pake putri dermawan lo njir, kalau traktiran baru Lo kata putri, kalau nggak pasti Lo bilang set*** Hhmm” Sofia dengan mulut yang di tutup paksa oleh Karina
“ya elah, Lo mulut Lo ya, satu sekolah tahu” menutup rapat mulut Sofia yang makin lama makin menjadi jadi
***
“ ehhh guys, Gw mau masuk organisasi bukan organisasi OSIS kok ya masih samaan lah, kalian mau nggak dalam beberapa dekat ini mereka akan mengadakan kemah di sekolah untuk merayakan penyambutan siswa baru yang sukses” dengan mata berbinar tak sabar untuk segera datang hari itu yang ditunggu tunggu Nadia
“alah, paling-paling lo dua atau nggak tiga minggu Lo akan keluar dari organisasi” ucap Karina sambil memutar matanya yang lantas melihat arah Nadia
“Lo bisa nggak sih njir jadi kawan itu dukung kek, kasih semangat kek” Nadia yang melipat kedua tangannya lalu meletakkan di dada
“ya deh, ya semangat Nadia semoga Gw juga mau gabung sama Lo kalo organisasinya asyik” Karina yang berdiri di samping Syakira yang lantas mengelus tangan sahabatnya
“udah deh kalian berdua, mending sekarang nih ye kalian berjalan menuju tujuan kalian masing-masing jangan berisik di sini, okay jadi bubar” Sofia yang lantas mengambil tas nya lalu berjalan menuju gerbang sekolah
“baiklah Gw mau daftar ke organisasi dulu sampai ketemu besok guys” Nadia yang dengan semangat melambaikan tangannya lalu menuju ruang organisasi sedangkan kedua sahabatnya hanya membalas lambaian lalu tersenyum
“okay kita pisah di sini kan, sampai ketemu di sekolah besok” Karina yang turun dari angkot karena arahnya berlawanan
__ADS_1
“ya baiklah hati-hati” Sofia yang tersenyum melihat Karina yang turun dari angkot dan menuju tempat ojek
“hahh.., kapan ya gw bisa bawa motor sendiri capek kali gw kalau tiap pagi dianter trus ama ayah, bersyukur kalau nyaman nah ini nggak nyaman sama sekali yang ada pantat gw yang sakit” batin Sofia yang menggerutu kesel karena setiap pergi sekolah selalu tak nyaman.