Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku

Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku
Episode 10


__ADS_3

Dunia tidak akan lepas dari pertukaran malam dan siang, bangun dan tidur, istirahat dan bekerja, itu sudah seperti kebiasaan yang memang tak asing jika dilihat


Beberapa hari setelahnya Sofia menambah kegiatan sekolahnya dengan masuk ke salah satu organisasi di sekolahnya dimana dalam beberapa hari adanya kegiatan rapat atau latihan yang biasa diadakan setelah pulang sekolah dalam satu hari di antara hari sekolah tersebut


“ Hah.. capeknya, eh mana Mama” gadis itu masuk ke dalam toko dengan tubuh lemas sambil menuju toko melihat sekeliling makanan ringan yang ingin dia makan untuk menghilangkan tubuh lelahnya


“Mama udah balik tadi, gimana Kak asyik nggak masuk organisasinya” gadis itu sudah sangat penasaran dengan kegiatan Kakaknya hari itu dia tak sabar mendengarkan jawaban Kakaknya sambil berdiri meletakkan kedua tangannya di atas meja kasir dan menyodorkan kepalanya melihat Kakak nya memilih makanan ringan


“nggak ada kata asyik tapi ada hal yang menarik” gadis itu melirik adiknya dari rak rak yang terdapat di tokonya seketika membuat gadis yang berdiri penasaran di meja kasir jadi kesel dengan jawaban yang dia dengar dari kakaknya


“apaan yang menarik” tiba-tiba datang laki-laki dengan celana Levis panjang kaos hitam dengan menaikkan kedua alis matanya penasaran dengan kata menarik, membuat gadis yang berada di meja kasih menaiki bahunya sedangkan gadis yang sedang memilih makanan ringan hanya meliriknya dari rak rak toko


“ahh sudahlah lupakan apa yang Gw tanya tadi” laki-laki itu kemudian berjalan menuju meja kasir sambil mengacak acak rambutnya karena kesel di kacangin


“nih biasa kan” gadis itu seperti sudah biasa dengan kehadiran laki-laki itu masuk ke dalam tokonya dengan langsung memberikan satu bungkus rokok


“baguslah, terima kasih” laki-laki itu kemudian mengayunkan bungkusan rokok sambil berjalan keluar toko


“ahhh nggak ada yang berubah dari hidup Gw” gadis yang dari tadi melihat-lihat makanan untuk jadi cemilannya hanya membawa satu bungkus cokelat, Sofia yang mood nya buruk itu mencoba memperbaiki mood nya dengan cara memakan coklat atau pun air dingin di tokonya


“astaga Kak, Kakak mengelilingi rak toko 10 keliling hanya memilih satu bungkus cokelat, aduh nggak benar nih Kakak yang satu nih” gadis itu heran dengan sikap Kakaknya yang aneh itu sambil menggelengkan kepalanya

__ADS_1


“ehhh ini Kakak Lo ya jangan sembarangan ngomong” Sofia yang kemudian berjalan menuju depan toko mengambil satu botol minuman dari lemari es lalu duduk menikmati satu botol minuman dingin dengan satu bungkus cokelat


Malam itu cukup dingin karena membuat gadis yang sedang menikmati cemilannya menggosok-gosok tubuhnya dengan tangan dan sesekali meminum minuman seteguk dua teguk lalu memakan kepingan cokelat dengan memperhatikan kendaraan lalu lalang dengan keadaan malam yang damai terdengar suara jangkrik dan kelap kelip kunang-kunang yang berterbangan memancarkan cahaya yang saling bergantian dengan tempo yang sudah di atur sebelumnya


“apa maksud kata Kakak dari suatu hal yang menarik” gadis yang dari tadi duduk di meja kasir sambil asyik memainkan ponselnya kembali tertarik dengan perkataan Kakaknya tadi


“ya sesuatu yang menarik aja, tapi ceritanya panjang” Sofia yang meminum minumannya seraya melirik Fira yang duduk sambil memperhatikan Sofia dengan seksama


“oh ya kok tumben Lo yang jaga toko, si Rina kemana?” tanya Sofia yang berfikir tumben Fira yang menjaga toko padahal biasanya Rina


“dia ada tugas setinggi gunung numpuk katanya, jadi mau nggak mau ya Fira yang jaga toko” Fira yang menadah ke bawah sambil mengayunkan kedua kakinya melirik langit malam yang di penuhi bintang dan di temani bulan dengan suara hewan malam yang mulai aktif mengeluarkan suaranya


“oohhh gitu” Sofia yang kemudian ikut melihat langit malam yang cerah


***


“wahhhh, sangat bagus juga ya kak, cocok nih kalau dijadiin ide novel, iya kan iya kan” sahut Fira antusias setelah mendengar cerita Kakak yang ternyata memang sangat menarik dan membuatnya ingin tahu kisah selanjutnya


“jadi kata teman Kakak, cowok itu memperhatikan Kakak saat dia memasuki kelas Kakak yang teman Kakak bilang sepertinya dia naksir gitu tapi ternyata dia udah deket dengan gadis lain dan ternyata udah pacaran juga, waw menarik ya” gadis itu berfikir sejenak memegang bagian dagunya dengan tangan mengelus-elus sambil berfikir


“udah jangan banyak mikir Lo, nggak ada gunanya juga dipikirin mungkin teman Gw salah liat, jelas-jelas dia udah punya pacar, dia itu Cuma mau ganti topik biar Gw nggak lanjutin omongan Gw” sahut Sofia yang melihat adiknya berfikir keras dengan peristiwa yang di ceritakannya

__ADS_1


“emang apa yang Kakak omongin ke teman Kakak sampai dia harus mengubah topik pembicaraan” sahut gadis itu yang langsung melihat Kakaknya yang sudah menyenderkan tubuhnya ke tempat duduk


“ohh Kakak ngomong kalau senior yang satunya memperhatikannya dan sepertinya tuh senior naksir sama teman Kakak tuh deh dan dia mengalihkan pembicaraan” sahut Sofia yang lantas menadahkan kepalanya sambil melihat langit-langit teras tokonya


“pasti ada apa-apanya nih, hahahahah sangat sangat menarik ya kak, ada fakta yang menarik lagi nggak kak” sahut Fira yang curiga sambil mengusap rambutnya mencari tahu ke pastian dengan masalah yang di ceritakan Kakaknya tadi


“ada tambahannya Kakak senior yang memperhatikan Kakak itu udah dekat dengan angkatan Kakak dan ditambah tuh cewek dulunya satu gugus sama Kakak saat Acara mos dulu” ucap Sofia menceritakan sedikit tambahan ke Fira


“wkwkwkw, itu bagaimana ceritanya Kak, dia dekat dengan cewek yang dulunya satu gugus dengan Kakak dan malahan Kak Putri melihat cowok itu memperhatikan Kakak yang pernah duduk satu gugus dengan Kakak, wah benar benar aneh” ucap Fira yang sangat berfikir keras dalam membahas teka teki dari cerita yang diceritakan Kakaknya


“ahhh sudah lah, yuk kita tutup toko, lalu pulang” saut Sofia yang mulai mengangkat keranjang toko, menutup pintu lemari es seperti biasa, malam itu mulai sepi kendaraan yang cukup rame tadi perlahan hilang dengan bertambah malamnya hari, mungkin mereka sudah terlelap nyenyak setelah menghadapi hari yang sibuk dan melelahkan itu begitu pun Sofia yang kembali ke rumah setelah melewati hal yang menarik namun melelahkan


“Mama kami pulang” sahut Fira yang membuka pintu rumah lalu masuk sambil menguap menuju kamarnya


“isss pake salam lah Fira” ucap Mama


“assalamu’alaikum Mama” ucap Fira yang suaranya tak terdengar lagi karena dia sudah berada di kamarnya


“waalaikumussalam” jawab Mama sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak gadisnya


“ini Ma, uang took hari ini” ucap Sofia yang memberikan dompet berisi uang setoran took hari itu

__ADS_1


“hhhmm, terima kasih, sana istirahat besok mau sekolah kan” ucap Mama yang meraih dompet yang berisi uang, sedangkan Sofia hanya menganggukkan kepala lalu berjalan menuju tangga kamarnya untuk beristirahat.


__ADS_2