
Saat matahari mulai menampakkan wajahnya maka disanalah makhluk bumi mulai beraktifitas, jalan raya yang sangat hiruk dan pikuk dipenuhi bunyi kendaraan dan asap yang keluar dari kendaraan itu, itulah awal pagi yang menyenangkan
“Karina Lo udah dimana?” Sofia
“ Gw udah sampai disimpang nih, lo ntar sekalian nebengin gw” Karina
“okay okay, gw udah jalan nih, ntar lo tunggu aja di kantor pos, gw berhenti disana” Sofia
“ohhh baiklah” Karina
“okay, gw tutup telfonnya” Sofia
“Mama, Sofia berangkat dulu ya, mau pergi belajar sama yang lain persiapan UTS semester genap” Sofia yang lantas menjalankan kendaraanya menuju rumah Putri
“iya hati-hati nakkk” Mama yang hanya bisa melihat Sofia sampai hilang dari pandangannya
***
“Sofia sini sini, gw sini” Karina yang lambaikan tangan saat melihat Sofia yang sudah mendekatinya agar mengetahui keberadaan
“Nah Ayo naik, kita berangkat” Sofia
“gimana lo udah siap jiwa dan batin lo?” Karina
“udah lumayan 50:50 batin gw siapnya, 50 nak mau lanjut tidur, 50 siap bati buat belajar” Sofia
“hahahah jangan gitu ini hal yang terbaik untuk masa depan kita” Karina
“wahhh tumben mulut lo keluar nya bagus, awas aja ntar lo ngeluk belajar kelompok ntar” sahut Sofia dengan apa yang di katakan Karina
Saat di rumah Putri
“hahhhhh gw nggak kuat” helaan nafas Karina tak sesuai dengan ucapan yang dia lontarkan saat bersama Sofia
“nahkan kan, mulut lo aja yang besar, setelah lo hadapi lemes lo lemes” Sofia yang sudah menebak akan begini
“kriingg kringgg” suara ponsel
“jangan banyak omong lo, tambah bikin Gw pusing, noh angkat tuh telfon” Karina yang nggak nyaman dengan suara ponsel Sofia
“ehhh ponsel gw yang berbunyi ternyata, Put Gw angkat telfon dulu ya” Sofia yang mengambil ponselnya seraya menjauh dari meja belajar
“hallo” ucap Sofia
“Hallo, Assalamualaikum”
__ADS_1
“ohhh Waalaikumussalam, Maaf siapa ya?” tanya Sofia dengan siapa dia tefonan karena nomor yang masuk tadi tidak dia kenali
“ohh maaf, ini Andre”
“ohh Kakak Andre, senior di sekolah, ada apa Kak?”
“ohh nggak cuman mau telfonan aja, oh ya jangan lupa save no kak ya”
“ohh ya kak, pasti di simpen”
Karina yang melihat Sofia yang menerima telfon dari nomor yang dikenal malah senyum senyum nggak jelas membuatnya penasaran dengan siapa Sofia telfonan sampai membuat sahabatnya senyum-senyum gitu
“Put, tuh anak sama siapa telfonan sampe cengar cengir gitu” Karina
“udah, ntar kalau udah siap tuh anak telfonan kita tanya ntar” Putri
“iya juga ya, heheh” Karina yang hanya bisa menahan rasa penasarannya dengan cengar cengir sendiri
“ohh ya kak, Sofia ada kegiatan belajar bersama sama temen, Sofia tutup dulu ya Kak”
“ohh ya maaf ya, jadinya ganggu deh”
“nggak kok kak, kalau gitu Sofia tutup ya, Assalamualaikum” Sofia yang menutup ponselnya sambil memegang erat ponselnya sambil membalikkan badannya
“ehhh copot copot copot, akhhh apa apa sih kalian, buat jantung gw copot aja” Sofia yang kaget melihat sahabatnya menunggu didepan pintu masuk sambil melihat dengan sorot mata penasaran dan penuh tanya, siapa yang menelfon Sofia
“baiklah, jadi siapa yang menelfon lo tadi” Karina yang lantas menanyakan terlebih dahulu dia kalah dengan rasa penasarannya
“Kak Andre” ucap Sofia
“apaa, yang nelfon lo Kak Andre” sahut Karina yang teriak sampai kaget mendengar orang yang telfonan dengan Sofia tadi adalah senior Andre
“tapi kenapa dia nelfon lo, lo tau kan dia udah punya pacar dan pacarnya itu Adella lo juga cukup deket dengannya” sahut Putri yang merasa aneh dengan sikap Andre yang mendekati Sofia
“lah emang kenapa?, yang gw denger Kak Andre sama Adella udah kayak nggak peduli satu sama lain kayak gitu” Ucap Karina
“tapi kan nggak baik buat Sofia, Karina” balas Putri dengan ucapan Karina yang tidak sependapat dengannya
“udah udah udah, ngapain kalian berdebat hal nggak penting, mungkin dia cuman iseng doang, udah kita lanjutin belajarnya” Sofia yang mencoba mencairkan suasana yang tegang itu
“baiklah” balas Karina yang lantas kembali fokus ke buku pelajaran nya dan tidak menghiraukan lagi kenapa Andre menghubungi Sofia
***
“terima kasih buat hari ini Putri” ucap Sofia sambil memasang sepatunya
__ADS_1
“gw juga makasih, terlebih makanannya, gw kenyang hehehe” Karina
“ itu sih hal yang lo suka banget” ledek Sofia
“iya iya, sama sama ntar kita bahas lagi belajar bersama buat mata pelajaran selanjutnya” ucap Putri mengingatkan Sahabatnya akan mata pelajaran yang akan dibahas untuk pertemuan berikutnya
“Hahhh lo benar- benar ya put, bisa nggak lo buat gw bernfas dengan tenang dulu bentar, baru lo bahas gitu” Sofia yang menghela nafas berat karena sikap sahabatnya yang tergesa gesa
“santai santuy santuy Put, besok kita bahas, gw mau pulang istirahat dulu ,capek dan untuk pertemuan selanjutnya nanti kita bahas setelah yang satu ini kelar”
“iya iya, dah hati-hati pulangnya Guys, kalau sudah sampai rumah kabari digrup chat okay” sahut Putri sambil melambaikan tangan ke sahabatnya yang mau pulang
“iya Putri tersayang” ucap Sofia yang kemudian mengendarai motornya, sedangkan Putri melihat Sofia dan Karina yang pergi hingga tak lagi bisa dilihat oleh matanya lalu masuk kerumah membereskan tempat yang dipakai saat belajar bersama tadi
***
“udah sampai sini aja lo aterin gw, udah mau malam ntar orang tua lo khawatir lagi” Putri yang turun dari motornya Sofia
“ohh okay, kalau begitu gw pulang dulu ya, hati hati ya” Sofia yang memberhentikan motornya
“iya hati-hati, makasih udah anterin, dahhh samapi besok” sahut Karina sambil melambaikan tangan dan dibalas dengan anggukan kepala sabil melabaikan tangan oleh Sofia
***
“Sofia pulang Ma”
“udah pulang, baguslah”
“Sofia mau mandi dan langsung istirahat capek banget Ma”
“iya iya selamat istirahat sayang”
“gw mandi dulu lah baru tiduran” Sofia yang meletakkan tasnya lalu mengambil handuk lalu berjalan menuju kamar mandi
Selesai mandi
“nggak makan dulu nak” tanya Mama
“nggak Ma, Sofia udah makan di rumah Putri tadi sekalian buat makan malam, Sofia nak ke kamar dulu”
“baiklah” sahut Mama
Kamar
“hahhh capek bet ya”
__ADS_1
“jadi ingat yang dibilang Putri tadi, kenapa Kak Andre hubungi gw padahal dia udah punya cewek, akhhh masa bodoh lebih baik gw tidur capek” Sofia yang hanya bisa membaringkan tubuhnya menutup mata sambil memeluk bantal guling tanpa memikirkan hal bodoh itu