Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku

Suamiku, Mantan Kekasih Sahabatku
Episode 14


__ADS_3

Saat manusia mulai beragrumen dengan masalah dunia maka akan ditentukan pemenangnya adalah manusia yang bisa mengendalikan dunia dan yang kalah adalah dunia yang mengendalikan manusia itu sendiri


“akkkhhh gilaakkk Gw nggak tahu sama sekali jawaban soal tadi, mati Gw mati Gw” ocehan Sofia yang di barengi suara rengekkan sambil memegang kepalanya yang mau meledak dan pecah


“lah kenapa anak nih” Bibi yang menaruh piring nasi goreng di meja tempat Sofia dan sahabatnya yang tengah duduk di kantin sekolah setelah melalui ujian


“hahhh jangan di tanya Bik, dia udah gila karena ujian nggak ada yang dapat” Putri yang menarik piring yang berisi nasi goreng ke depannya mengambil air minum dan memulai memakan sarapannya


“sudahlah makan dulu biar terisi perut lalu bisa jawab ujian lagi, nah selamat menikmati” sahut Bibik kantin yang kemudian meninggalkan ketiga sahabat itu


“terima kasih bik” sahut Karina dengan senyum mulai menyantap makanannya


“Hahh makasih Bik” Sofia dengaan nada lesu mulai menarik piring nasi goreng lalu memakannya


“sudah mulai baikkan Lo, gimana otak lo udah mulai dingin kan” Putri yang melihat Sofia mulai menyantap makanannya


“udah nggak usah Lo tanya deh, makan saja dulu habis nih masih ada ujian” Sofia yang kemudian meneguk air minumnya


“wkwkwkwkwk, semangat Sofia” tawa kedua sahabatnya memberikan semangat


***


“gillaakkk, Gw bisa gilakk, gimana ini, gw nggak sanggup lagi, otak gw udah nggak sanggup menerima beban ini” gadis itu saking streess nya mengacak acak kepalanya lalu meletakkan kepalanya di atas meja sambil menutup mata mencoba menenangkan otak yang sudah bekerja dengan keras


“Lo kenapa Sofia” tanya laki-laki dengan kulit putih dengan tubuh tegap namun suaranya sedikit feminimlah ya


“apaan Lo Ji, jangan ganggu Gw, gw lagi menenangkan otak, batin dan jiwa gw yang sudah terkuras habis karena ujian hari ini” sahut jutek Sofia


“siapa yang ganggu Lo, nih Coklat, Lo suka coklatkan nih gw kasih ke lo biar tuh otak ada isinya” Laki-laki itu menyodorkan sebungkus coklat ke wajah Sofia, gadis yang menutup matanya itu lanntas membuka dan melihat satu bungkus coklat tepat di depannya yang membuatnya reflek menganggkat kepalanya menghadap ke arah laki-laki yang menawarkan satu bungkus coklat

__ADS_1


“Ahhhh makasih Fajri, emang Lo doang yang ngerti Gw, hehehehe…” Sofia dengan mata yang berbinar menerima coklat pemberian Fajri, ya laki-laki itu bernama Fajri Fajar, laki-laki itu adalah Pria yang dekat dengan Sofia laki-laki yang selalu ada untuknya dan tempat dia saling berbagi cerita begitupun dengan Fajri


“iya sama sama, iss kalau makanan baru lo ngomongnya manis” ucap Fajri yang hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap Sofia melihat itu Sofia hanya cengengesan melihat Fajri yang kembali ke kursinya


“wahh, dapat obat penenang otak lo ya, bagi gw dikit” sahut Karina yang datang menghampiri kursi Sofia dan meminta coklat yang dikasih Fajri tadii


“jangan harap gw ngasih lo, jangan mimpi” ucap Sofia


“ya elah coklah doang” ucap Karina yang kesel karena Sofia yang tak mau membagi sediki coklat yang diberikan Fajri


“ehh, sudah sudah…, Karina dan lo Sofia ayo kita balik” sahut Putri yang lantas menyandang tas nya lalu menghampiri Sofia dan Karina


“okay sip” balas Sofia yang mengambil tas nya


“makasih ya Fajri, Gw balik duluan ya, dadah” gadis itu lanntas berjalan keluar kelas sambil melambaikan tanganannya sambil tersenyum, laki-laki itu membalas lambaian dan senyumnya sampai gadis itu hilang dari pandangannya


***


“loh Kamu nggak ganti baju dulu sama makan” sahut Mamanya yang bingung dengan anaknya yang datang dengan cepat


“nggak males Ma, makan di sini aja” sahut Sofia yang kemudian duduk


“baiklah, sini kunci motornya, Mama mau pulang nanti Mama suruh Fira atau Rina jemput kamu” sahut Mama yang kemudian berdiri berjalan menuju motor menyalakannya lalu pergi


“hahhh lelahnya” gadis itu berjalan menuju lemari es dan mengambil satu bito; minuman dingin membuka dan meminumnya


“wah wah kayak nya capek benar ya Lo” sahut laki laki itu yang berjalan menuju toko


“hhmmm baru pulang sekolah setelah ujian” sahut Sofia yang kemudian berjalan masuk menuju meja kasir

__ADS_1


“nih rokoknya” sahut Sofia dengan memberikan satu bungkus rokok, sedangkan gadis itu membuka bungkusan coklat dari Fajri tadi


“ehhh coklat dari siapa tuhhhh? Gw belum pernah liat ada coklat itu di toko nih” sahut Rizal


“teman Gw yang ngasih tadi” Sofia yang mulai mematahkan coklat batang dan memasukkan ke dalam mulutnya


“teman atau pacar atau mungkin gebetan” ocehnya


“jangan asal ngomong, sana kerja” oceh Sofia dengan perkataan Rizal yang bikin kesel


“gitu aja marah mbak, sudahlah nih uangnya makasih” sahut nya yang lalu berjalan keluar dan sedikit memperhatikan Sofia yang memakan coklat dengan nikmat


“iya” balas Sofia


“ehh Kak, kayaknya Bang Rizal itu suka sama Kakak deh” sahut gadis yang tiba-tiba datang lalu masuk ke toko


“eehhh gilak Lo yeh bikin kaget Gw aja dan jangan asal ngomong mulut Lo itu Ya Rina” oceh Sofia yang masih asyik dengan coklatnya


“iidih gitu doang marah” ucap Rina yang hanya bisa terdiam melihat kakak yang marah akan pemikirannya


“gimana ujian lo Rina, lancar nggak” tanya Sofia menanyakan bagaiman ujian adiknya apa lancar atau kebingugan


“ya lumayan lah kak” ucap Rina yang tengah duduk dengan tangan kanannya asyik memainkan ponselnya


“eleh bilang aja, lo dapat ujiannya dengan sempurna, lo kan anak unggulan disekolah” ejek Sofia sambil melihat ke adiknya yang bersikap adiknya yang tak meresakan kesulitan sama sekali dalam menjawab lembaran soal ujian, tidak sepertinya yang sangat kacau dalam menjawab lembaran soal ujian


“kalau Kakak gimana, lancarkah” ucap Rina yang malah berbalik bertanya


“jangan banyak tanya, lo masukin tuh barang yang ada diluar, kita akan pulang, udah malam nih” sahut Sofia yang mengganti topic pembicaraan karena dia tidak mau membicarakan karena dia tidak mau membahas masalah yang membuat kepalanya pusing dan mau pecah lagi karena sakit kepalanya baru saja berhenti setelah memakan makanan yang manis dan dia tak mau coklat yang diberikan Fajri jadi sia sia

__ADS_1


“iiss baru jug mau bertanya, sudah diubah aja topic pembicaraannya” ucap Rina yang cemberut oleh sikap Kakaknya, ya bagaimana lagi untuk dia Kakaknya yang seperti itu cuman ada satu kalau ada dua maka salah satunya pasti akan dia bunuh pikir nya


Setelah merapikan dan memasukkan barang-barang took Sofia pun mengakhirinya dengan mengunci pintu took lalu berjalan menaiki motor lalu menjalankannya menuju jalan ke rumah.


__ADS_2