
Gadis itu tersenyum dengan suasana orang orang yang secara bergantian lalu lalang di depannya sibuk dengan ponsel di tangannya lalu sesekali melihat ke sekelilingnya seperti menunggu dan mencari sesuatu setelah melihat apa yang dia tunggu gadis itu melambaikan tangannya dengan senyum di wajahnya lalu terlihat seorang laki-laki menghampirinya sepertinya mereka kenal dan cukup dekat
“ehhh tunggu Put, Lo liat noh si Karina sama cowok Put” sahut Sofia yang kaget melihat sahabatnya lagi berduaan dengan cowok lantas Sofia kaget dengan apa yang dilihat oleh matanya yang sampai melotot melihat kejadian yang berada di depan matanya sampai sampai dia membuka mulutnya saking kagetnya
“eh bolot, tutup mulut Lo” Putri yang melihat ekspresi kaget Sofia lantas mengambil tangan Sofia dan mengarahkannya di mulutnya gadis itu pun melihat ke arah yang di maksud Sofia
“Wah OMG, hebat juga ternyata si Karina” sahut Putri yang lantas memandang ke arah Sofia dengan mata melotot lalu ke dua gadis itu tertawa dan melihat ke arah Karina dengan cowok yang tidak mereka ketahui
“eehhh cowoknya mau pergi” Gadis itu menggerakkan tangannya agar Sofia memperhatikan apa yang dia lihat lalu berjalan mendekati Kirana dan saat sampai di sana cowok itu berbalik badan tersenyum lalu pergi begitu saja sedangkan gadis yang dia temui hany bisa tersenyum bodoh karena tidak tahu dengan suasananya berbeda dengan Karina yang tersenyum dengan binar melepas cowok itu pergi memandang sampai laki-laki itu hilang dari pandangannya
Kedua gadis itu pun kemudian memegang tangan sahabatnya itu lalu membawanya ke dalam kafe menyuruhnya duduk lalu berdiri menatap gadis itu sampai mereka mendapatkan jawaban dari kejadian tadi
“haaahh lebih kalian berdua duduk dulu, baru Gw bisa cerita” sahut Karina yang membuat kedua gadis itu duduk dengan cepat dan rapi dengan mata yang masih menatapnya tanpa henti
“aduuh cowok itu, pacar Gw” sahut Karina dengan jawaban yang singkat itu membuat kedua gadis yang berada di depannya saling menatap satu sama lainnya lalu menatap balik gadis yang ingin mereka wawancarai itu
“wahhh hebat Lo ya” kedua gadis itu serentak mengatakan kalimat itu ke Karina yang lantas membuat nya bingung
“ayo ceritakan” gadis itu ingin segera mengetahui ceritanya
“ceritanya panjang”
“pendekkan” sahut Sofia gadis itu siap mendengarkan cerita Karina
“okay baiklah Gw cerita, Gw baru saja beberapa bulan pdkt jadi sekarang Gw udah jadian, dia itu anak SMK dan dia ketemu Gw tadi itu hanya kebetulan. Udah itu cerita pendeknya” sahut Karina membuat kedua gadis itu kembali ke keadaan normal mereka
“bagus deh kalau Lo PDKT dulu sebelum pacaran” sahut Sofia yang menganggukkan kepalanya puas dengan jawaban Karina
“bagus yang baik-baik ya” sahut Putri yang mengacungkan jempol ke arah Kirana membuat gadis itu tersenyum lega
__ADS_1
“nah ayo kita belajar” Putri yang kemudian membuka tas dan mengeluarkan buku dan alat tulis begitu pun dengan kedua gadis yang berada di sampingnya, ketiga gadis itu mulai belajar di iringi dengan musik
“begitu beratnya kau lepas diriku”
“sebut namaku jika kau rindukan aku”
“aku akan datang”
“aduh lagu nya, nyesek banget kalau jomblo yang denger” omelan Sofia yang mendengarkan lirik musik yang di mainkan membuat kedua sahabatnya hanya bisa tertawa
“mungkinkah kitakan selalu bersama”
“walau terbentang jarak antara kita”
“biarkan kupeluk erat bayangmu”
“tuk melepaskan semua kerinduanku”
“tak kan kulepas selamanya”
“hilangkan lah keraguan mu”
“pada diriku”
“di saat”
“ku jauh darimu”
“hahh kenapa lo tiba tiba chat dan ngajar belajar bareng sih Putri, otak gw nih udah penuh” sahut Sofia yang mengeluh karena tiba tiba Putri ngajak mereka buat belajar di kafe saat hari libur
__ADS_1
“eleh, kalau gw nggak ngajak kalian, si Karina nggak akan ketemu secara tak sengaja dengan pacarnya dan lo Sofia, kalau kita nggak datang, kita nggak akan tau nih teman kita yang satu ini ternyata punya cowok” sahut Putri
“ehhh benar juga ya” ucap Sofia membenarkan
“jadi jangan banyak bacot, kita lanjutkan belajar” ucap Putri yang kembali focus ke buku pelajarannya
***
Disisi lain
“Kak emang apa salahnya aku dekat sama dia, dia itu teman satu kelas ku, cuman teman kelas” gadis itu mencoba menjelaskan kepala laki-laki yang berada di depannya menyelesaikan masalah membuat salah paham
“iya Kakak tahu, tapi kan Kakak udah bilang sama Kamu, bahwa dia itu udah buat kurang ajar sama Nini adik sepupu Kak” sahut laki-laki yang berusaha membuat memberikan penjelasan ke gadis yang ada depannya agar mengerti dengan apa yang dia katakana karena itu untuk ke baikkan gadis yang di depannya juga
“kalau kamu nggak mau dengar nggak masalah, Gw mau balik dulu” Laki-laki itu hanya diam tak bisa lagi mengeluarkan kata-kata yang bisa membuat gadis yang didepannya ini mengerti namun bagaimana caranya dia mengatakan apa yang ada dalam hatinya tak mampu membuat gadis itu mengerti dan hanya bisa diam tanpa menjawab dengan apa yang di ingin kan laki-laki itu
“baiklah Gw juga mau pulang, seterah Gw nggak mau tahu lagi” ucap gadis itu yang kemudian pergi meninggalkan laki-laki yang memegangi kepalanya
“Akkkhh bisa gila Gw” sahut laki-laki itu dengan mengacak-acak rambutnya kesel dengan masalah yang dia hadapi, sedangkan gadis itu hanya menahan air matanya yang hampir tumpah
“emang sampai seburuk apa sih dia sampai Kak Andre ngelarang Gw untuk temenan, kan dia Cuma teman kelas Gw” gadis itu hanya bisa memandangi lingkungan sekelilingnya melihat angkutan umum untuk membawanya pulang
“ehh Adella, Lo mau pulang, bareng Gw aja, Lo duluan aja Put” gadis itu memberi isyarat agar Putri pulang duluan saja dan Sofia menunggu Adella dan mengantarnya pulang, kedua gadis itu akhirnya mulai berjalan menggunakan kendaraan, ternyata yang berselisih paham tadi itu adalah Andre dan Adella dan saat Adella meninggalkan Andre dia lebih memilih untuk pulang dengan angkot dari pada di antar oleh Andre yang entah ada apa dengannya
“Hhhmm, apa nggak papa nih?” tanya Adella dengan tumpangan yang ditawarkan Sofia
“nggak pa pa kok, ayuk, gw antar lo pulang, nggak mungkin gw ninggalin lo kan apalagi kita satu anggota organisasi” ucap Sofia yang akhirnya disetujui oleh Adella dan dia pun menaiki motor Sofia lalu mulai menjalankan kendaraannya
“okay” pelan- pelan aja ya” ucap Adella yang telah naik ke motor Sofia
__ADS_1
“siap’ ucap Sofia dan mulai menjalankan motornya menuju rumah Adella yang sudah dia tau, karena satu anggota organisasi