
Episode 19
.
.
.
steven dan angela nongkrong di cafe hanya untuk nongkrong main game, kecintaan angela semakin bertambah dengan game sehingga membuat mereka semakin akrab dan kadang lupa waktu.
" angel... ntar temani aku kebutik yok! aku mau urus butik dulu lalu ntar aku traktir kamu makan di restauran fast food temanku" ucap steven disela-sela bermain game..
" oke.. " ucap angela yang masih memperhatikan layar ponselnya dan benar saja kekompakan mereka semakin bertambah semenjak bermain game bersama dan sesekali mereka berbincang-bincang dan tertawa bersama dengan lelucon yang mereka buat. ntah sejak kapan rasa nyaman itu muncul tapi yang pasti seiring berjalannya waktu tatapan steven berubah dari biasa aja menjadi something yang sulit diartikan olehnya.
steven dan angela memasuki mobil steven dan baru saja ingin menstarter mobilnya suara mesin yang menunjukkan mobil tidak bisa berjalan.
" aduh... come on baby" ucap kevin yang terus menyalakan mobilnya.
angela terus memperhatikannya menarik nafas kasar dan panjang
" jadi gimana nih? aku pulang aja deh naik taxi online " ucap angela
" jangan donk... kan kita udah janjian lagian aku akan suruh orang ku untuk mengurus ini dan kita naik taxi online aja" ucap steven
" gimana kalo kita naik bus aja soalnya aku udah lama gak naik mini bus " ajak angela
mereka pun menunggu dihalte dan tak beberapa bus pun muncul dan mereka sudah menaiki mini bus.
__ADS_1
" ini pertama kalinya aku naik mini bus , lumayan lah untuk pengalaman dan bahan untuk diceritakan ke mama ku " ucap steven tersenyum
mini bus yang mereka naiki berhenti diterminal karna pergantian supir.
" kok berhenti disni sih kita kan tujuan kita ke Mall A?" tanya steven
" oh pergantian supir mas" sahut salah satu penumpang yang mendengar pertanyaan steven
steven dan angel seperti kecanduan akan game seakan moto hidup mereka " tiada hari tanpa main game", chel yang merasa terminal tempat yang bising membuatnya bermain game sambil pake earphone.
"kamu ngapain dekat-dekat dengan wanita itu, HAH? kamu itu emang laki-laki gatel ya" ucap wanita yang menjadi salah satu penumpang baru menaiki mini bus bersama seorang pria yang merupakan pacarnya
" kami hanya teman lo sayang" ucap pria tersebut mengekor si wanita berjalan melalui steven dan duduk tepat dibelakang kursi steven dan angel.
" teman kamu bilang... masa teman duduk dekat-dekatan begitu, kamu itu udah punya pacar jadi gak usah keganjenan ya.. aku gak suka" ucap siwanita itu semakin meninggikan suaranya dan menganggu konsentrasi steven yang bermain game
" pisau...pisau... martil.. pisau..pisau" penjual pisau naik kemini bus dan menawarkan dagangannya
" gak mas" ucapnya pelan
" pisau mas.. itu berguna untuk dirumah" ucapny
" mas... gak liat kami lagi bertengkar, kalo mas menawarkan pisau yang ada nanti saya bisa potong pacar saya kalo saya sudah emosi" ucap pria tersebut seakan gerah mendengar suara tukang pisau sehingga membuat tukang pisau pergi
" tempel... mbak, mau gak mau beli penempel wajan? yok beli tempel.. tempel elastis, ember, wajan , piring yang bocor bisa ditempel.. segala bahan bisa ditempel.. sibutet pun bisa ditempel
tempel.. tempel..." tukang tempel menjajakan jualannya masuk kemini bus
__ADS_1
" sayang... jangan begitu donk"
" aku bilang jangan dekat-dekat" teriak wanita dibelakang kursi steven
" mas.. mau beli mas ? " tawar tukang tempel lalu ditolak halus oleh steven yang masih sibuk dengan ponselnya lalu di tepat tukang tempel berdiri didepannya
" sibutet ini bisa gak ditempel mas soalnya dia gak mau dekat-dekat sama saya" ucap pria yang melirik kekasihnya menciba menghibur diri
" bisa.. bisa mas.. kalo butet bisa ditempel kecuali siucok susah ditempel" ucap penjual lalu ditatap tajam oleh siwanita sehingga membuat nyali sipenjual ciut lalu memilih pergi.
mini bus yang mereka naiki oun berjalan dan selanh beberapa menit angela dan steven sampai ditempat tujuan. angela memperhatikan steven ketika dibutik dan brand bahkan pakaian yang dijualnya membuat hasrat angela mengenai fashion dan butik semakin bertambah.
" aku udah selesai nih.. yuk kita makan siang!" ajak steven
angela menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti steven. mereka pun menuju restaurant temannya dan menikmati makan siangnya disana.
" oh iya butik kamu rame banget ya " ucap angela membuka pembicaraan
" hehe .. ya begitulah, bantu doa ya soalnya rencana aku mau buka cabang baru di Mall B " ucap steven yang memasukkan satu suapan nasinya kemulutnya
" oh ya? serius? Mall itukan gak jauh dari rumahku lo?" ucap angela
" oh ya.. bisa donk sekali-sekali aku main kerumah kamu" ucap steven
angela hanya membalaas dengan senyuman
" aku juga menyukai fashion dan rencana aku mau buka bisnis butik seperti kamu.. kamu mau gak ngajarin aku atau bisa gak kita jadi partner bisnis?" ucap angela
__ADS_1
" boleh..boleh.. lagian nantikan kita jadi bisa sering-sering ada waktu untuk bertemu" ucap steven yang membuat angela merasa aneh dengan perkataan steven
sepasang mata yang tajam dan raut wajah dingin dan kesal seakan ingin merusak moment kebersamaan mereka ketika menikmati makan siangnya.