
Episode 37
.
.
.
Hai readers.. Budidayakan tinggalkan jejak dengan like, love, commet, vote atau tip untuk membantu author tetap semngat dan saran untuk mengembangkan cerita ini dengan kemasan yang lebih menarik
.
Happy reading guys 🌻
"mama.. "teriak wanita dari jauh khawatir melihat mama nya
Kevin terhenti sejenak melihat wanita yang ingin dihindari.
" mama.. Gak apa-apakan"ucap dinda
"mama baik-baik saja kok.. Hanya luka kecil"ucap maya
Kevin hendak pergi tapi tangannya ditarik oleh maya
"singgahlah sebentar"ucap maya memohon
Kevin dengan berat hati masuk kerumah dinda yang mewah dan megah. Semua perabotan dan furniturenya dari brand terkenal dan harga yang fantastis.
Kevin yang masuk kerumah dinda terkagum akan rumahnya yang mewah.
" duduklah" ucap maya
"saya harap tante cepatlah sampaikan apa yang hendak tante sampaikan karena saya tidak punya waktu banyak. Saya harus berangkat kerja bentar lagi" ucap kevin
"saya menyesal telah memisahkan kalian.. Maafkan tante sudah mempermalukan atau mengolok-ngolok kamu nak"
"kevin sudah lama memaafkan tante"
"hanya itu saja? " ucap kevin
Maya terdiam
" tapi kalo kamu mau kembali lagi menjalin hubungan dengan dinda, saya tidak akan melarangnya " ucap maya membuat kevin dan dinda terbelalak melihat maya yang tertunduk dan menangis.
"mama.... Mama ngomong apa sih?" ucap dinda lalu memeluk maya
"mama hanya menginginkanmu bahagia nak" ucap maya
"bukankah dinda sudah mendapatkan kebahagian yang menurut tante dinda pantas untuk mendapatkannya? " ucap kevin
" tidak nak"ucap maya nangis bombay
"dinda hanya bahagia sama kamu nak"
"maaf tante.. Saya sudah menemukan kebahagiaan saya.
"saya izin pamit dulu"ucap kevin pergi yang tidak ingin melanjutkan drama maya dan dinda.
Kevin berlari meninggalkan jalan komplek tersebut dan kembali ke rumah dengan beban pikiran yang tak satu pun mengetahui apa yang dipikirkannya.
"udah selesai olah"ucap angela melihat kevin namun terhenti ketika kevin memeluknya dikamar
Pelukan yang hangat dan lama seakan menyalurkan seluruh perasaan kevin kepada angel tanpa bicara sepatah kata pun.
"kamu baik-baik ajakan sayang? " tanya angela khawatir melihat sikap suaminya
Kevin mengecup kening isterinya lalu mengambil handuk dan membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.
" kenapa sih dia? Kadang kasar kadang lembut.. Aku bingung dengan sikapnya"gumam angela sambil menggelengkan kepalanya.
*********************************
"ma.. Kenapa mama mempermalukan aku didepan kevin? " ucap dinda menangis
" mama hanya ingin kamu bahagia nak sebelum mama kembali keKuasa" ucap maya
Menangis tersedu-sedu
"bahagia... Itu kalimat yang sama mama ucapkan ketika menjodohkan aku dengan aryo"ucap dinda
"mama salah nak.. Mama pikir aryo bisa membuat kamu bahagia nak tapi mama salah.. Mama hanya ingin kamu bahagia" ucap maya
"stoooopp... Stooop ma.. Jangan ucapkan itu lagi.. Aku benci mendengarnya ma"ucap dinda berteriak dan menangis
__ADS_1
"dinda.. Mama.. Mama minta maaf"ucap Maya memeluk dinda
Tapi dinda yang masih kalut dengan emosinya menghempaskan tangan Maya.
*****
Kevin yang membaca dokumen lalu menandatanganinya. Pikirannya buyar mengingat kejadian pagi yang diharapkan takkan diingatnya kembali.
Drrt.... Drrrrt..... Drrrt... (nomor tak dikenal)
Kevin mengabaikan nomor yang tak dikenal
Berulang kali ponselnya berdering menggoyahkan niatnya untuk menggabaikannya
Kevin : hallo...
Penelpon: suara isakan tangis
Kevin :hallo.. Ini siapa?
Penelpon :huuuuu huuu huu.. Mama meninggal
Kevin :apaaaaaaaaaa?.
Kevin yang shock reflek bergegas dengan cepat meninggalkan kantor dengan pikiran yang kacau dan hati yang tak percaya.
Kevin yang baru memarkirkan mobilnya tersadar dengan keputusan yang dibuatnya.
"bodoh... Bodoh... Bodoh... Ngapain aku kesini? Haaaaah" ucap kevin berteriak sambil memukul stir mobil
Dinda yang dari kejauhan seakan tau kehadiran kevin terus memandang kemobil kevin. Kevin seakan tak bisa mengelak, terpaksa memutuskan ikut berkabung.
Kevin keluar dengan kaca mata hitam dan kemeja hitam membuat semua mata tetap tertuju kepadanya.
"jeng... Itu bukannya tetangga di gang sebelah ya" bisik tetangga
"iyaya jeng.. Ganteng amat. Pesonanya seakan gak bisa pudar ya"bisik temannya
Suasa yang tadinya penuh tangisan sejenak hening menyambut kedatangan kevin.
Aroma parfumnya dan kharismanya menampah pesona dan memikat lawan jenisnya untuk menyambut kedatangannya.
Kevin merasa kikuk dan kaku melihat semua mata tertuju kepadanya. Dinda yang melihat kevin langsung memeluknya tanpa ragu.
Kevin semakin kaku dan malu melihat semua mata semakin tertuju kepada mereka.
Kevin menundukkan kepalanya dan berusaha berbicara kepada dinda tapi hatinya tak tega melihat tangisan dinda yang keras dan tersedu-sedu.
"mama jahat vin... Mama ninggalin aku. Saat ini aku gak punya siapa-siapa vin" ucap dinda menangis semakin erat memeluk kevin hingga sulit berbicara.
Kevin yang ikut merasakan kesedihan dinda menggerakkan kedua tangannya ingin membalas pelukan dinda
"eheeem... "suara aryo dibalik badan dinda menggagalkan niat kevin
Kevin langsung mendorong tubuh dinda untuk menyadarkannya.
" siapa dia sayang? " bisik aryo
" sahabatku masa SMA mas" ucap dinda menyeka air matanya
"sorry.. Turut Berdukacita atas meninggalnya tante maya.. Yang tabah dan kuat ya"ucap kevin
" kenalkan ini suami ku mas aryo.. Mas aryo di temanku kevin"ucap dinda
"aku sudah mengenalnya.. Kamu anak bagas sanjaya kan"ucap Aryo
Kevin hanya mengangguk.
Ritual Acara dan adat dilakukan dalam prosesi penguburan Maya.
Air mata dinda terus menetes sepanjang prosesi penguburan membuat hati kevin iba dan turut merasakan kehilangan yang teramat dalam.
"aku berterima kasih kepada Kuasa yang mengizinkanku ketemu sama tante maya meskipun sebentar untuk terakhir kalinya"gumam kevin dalam hati sambil terus menatap dinda yang menangis dipelukan aryo.
Sesekali dinda melirik kearah kevin yang diam terus memandang kearahnya.
Kevin membuka kacamatanya dan tak menyangka angela dan sita turut hadir prosesi penguburan.
Dari sebrang terlihat angela dan sita memeluk dinda hangat dan ikut berkaca-kaca melihat keadaan dinda. Kevin yang melihat kehadiran angela meninggalkan tempat tersebut.
Dinda kembali melirik ketempat dimana kevin sedari tadi melirik.
"kemana dia? "ucap dinda pelan
__ADS_1
" siapa din? " tanya sita yang ikut melihat kearah pandangan dinda
" mantanku"ucap dinda pelan
"hah? Siapa? Lu kok ga pernah cerita kekita? "tanya sita penasaran
" sstttt" angela memberi kode kepada sita untuk memelankan suaranya.
********
3 hari kemudian
Dinda kembali ceria bercanda dengan sita dan angela.
"din.. Kemaren mantan lu datang ya ke pekuburan tante maya? Si aryo ga marah tuh? "tanya sita
" aryo ga tau kalo dia mantanku.. Aku bilang dia teman SMA ku"ucap dinda
"Oo.. Terus dia tau dari mana tante maya meninggal? " tanya sita
" aku menelponnya.. Sebelum mama meninggal mama ingin ketemu sama dia tapi aku melarangnya karena aku kecewa sama mama"ucap dinda
"berarti tante kenal sama mantan kamu ya? " tanya sita
" iya sit.. Bahkan mama mau aku kembali lagi sama nya tapi aku terlanjur kecewa sama mama.. Karena kenapa mama menyadari kesalahannya sebelum meninggal"ucap dinda kembali meneteskan air matanya
"apakah pria itu juga ingin kembali kepadamu? "tanya angela
" ntahlah.. Tapi dia tak menolak ku ketika aku reflek memeluknya "ucap dinda tersenyum sambil menyeka air matanya
" aroma tubuhnya membuatku candu didekatnya dan ingin memilikinya selamanya "ucap dinda
" tapi kan kamu punya suami.. Bagaimana kamu bisa memilikinya? " ucap angela
" kalo dia mau maka aku siap tinggalkan semua yang aku punya dan memulai hidup yang baru dengannya"ucap dinda serius menatap angela
"waooo.. Seperti di drakor sajah sih kamu din"ucap angela
"lu ga takut dicakar sama isteri atau pun pacarnya? "ucap sita
" aku hanya ingin bahagia saat ini sit.. Aku merasa hampa dan bagiku dia lah kebahagiaanku dan apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya" ucap dinda menatap tajam dan serius ke sita
"hahaha.. Kamu ada-ada saja deh din.. Kamu sepertinya butuh istirahat agar pikiranmu tenang"ucap angela.
Perkataan dinda membuat suasana hati angela tidak tenang dan gelisah.
"lu kenapa jadi yang gelisah? "tanya sita
" entahlah sit.. Tapi perasaanku tidak enak saja mungkin aku kurang enak badan"ucap angela.
"aku pasti akan mendapatkan mu kembali kevin.. Tunggu aku sayang" gumam dinda dalam hati.
"kenapa dengan perasaanku? Dinda yang ingin kembali dengan mantannya kenapa aku yang seakan ingin marah dan tak menyukainya? Apakah aku tidak bahagia ya kali dinda bahagia "gumam angela dalam hati.
********
Angela duduk di samping kolam renang merendamkan kakinya sambil menatap langit yang indah dipenuhi bintang bertebaran dan ditemani oleh bulan menambah keindahan dan kekaguman angela kepada pencipta.
Kevin yang baru pulang kerja langsung memasuki kamar membersihkan diri karena tubuhnya sudah lengket dan aroma keringatnya.
Kevin yang selesai mandi mencari keberadaan isterinya.
"bii..bibi"panggil kevin
"angela mana ya bi? " tanya kevin
" bukannya dikamar ya tuan? " ucap bibi
" dia tidak ada dikamar tadi saya telpon hpnya tapi ga diangkat"ucap kevin
"ADUH.. kemana ya ibu pergi? " gumam bibi pelan
" bi siapkan makan malam ya biar saya cari angela "ucap kevin
Kevin menelusuri setiap ruangan dan menemukan angela yang masih menatap ke langit
" udah puas menatap langitnya? "ucap kevin memberitahukan kehadirannya.
" sayang"ucap angela turut senang kehadiran kevin
" ayo makan malam.. Jangan kelamaan disitu nanti kamu masuk angin"ucap kevin memberikan tanganya
Angela menyambut tangan kevin lalu berdiri dan berjalan memasuki rumah sambil bergandengan tangan.
__ADS_1
Kevin dan angela menikmati makan malam dengan suasana hubungan mereka mulai membaik dengan obrolan sederhana.