
Episode 40
.
.
.
drrt....drrrt....drrt...
Bagas : Hallo
Aryo : Hallo om... maaf om saya berangkat duluan ya om karena mempersiapkan segala sesuatu disana.
Bagas : Oke Aryoo.. sampai ketemu disana ya ?
Aryo : siap om.. hehe
Bagas dan Raya berangkat ke bandara dengan banyak perlengkapan diantar supir lalu berjalan masuk.
" mana ya kevin dan angela? kok belum datang?" ucap Raya meyapu sekelilingnya dengan pandangannya.
"yaudah papa yang urus barang ini dan mama yang telpon mereka" ucap bagas.
tuuut...tuuuut....tuuut...tuut
" ayo angkat donk sayang... kok lama banget sih" ucap Raya khawatir
Raya berulangkali menelpon tapi tak kunjung mendapat jawaban.
"bagaimana ma? " tanya bagas
" ponsel kevin ga aktif dan angela ga jawab telpon mama pa.. perasaan mama jadi ga enak pa takutnya ada pertanda yang tidak baik pa" keluh Raya
" husss... mama ada-ada saja.. liburan kok pikirannya begitu. coba telpon lagi ma" ucap bagas.
****************************
drrrt....drrrt...drrrt..
angela yang mendengar ponselnya terjatuh dari nakas meja karena mode getar ketika panggilan masuk.
angela dengan mata tertutup dengan malam mengambil ponselnya lalu menjawab dengan suara serak khas bangun tidur.
" hallo"...
" hah? maaaf mama... angela baru bangun " angela langsung membelalakkan matanya dan reflek langsung duduk
" iya mama... kami segera kesana secepatnya.. maaf ya ma" ucap angela dengan nada lemah .
" bye ma.. sampai ketemu dibandara" ucap angela.
" aduh gimana nih... semoga kami tidak ketinggalan pesawat.. bisa-bisa mama marah besar sama kami" gumam angela dalam hati.
"sayang... banguun.. ayo cepat siap-siap. kita udah terlambat.. mama dan papa sudah menunggu dibandara" teriak angela sambil mengambil pakaiannya
__ADS_1
"hmmm... " ucap kevin yang masih memeluk bantal guling.
angela dengan cepat menyelesaikan ritual mandi paginya dan keluar kamar mandi dengan handuk melilit ditubuh dan rambutnya.
" ihh... mama dan papa sudah marah, ni anak masih ngebo aja " kesal angela
" kevin... bangun" teriak angela sambil memukul lengan kevin
kevin membuka matanya melihat pemandangan indah dihadapannya langsung tersenyum.. " pagi-pagi begini mau menggodaku ya" ucap kevin
angela langsung melempar bantal kewajah kevin. " cepat bangun mama dan papa udah marah karena kita belum sampe bandara "
" emang kita mau kemana?" ucap kevin santai sambil menguap dan kembali membaringkan tubuhnya
"iiih... susah banget sih kamu dibangunin hari ini.. cepat mandi" kesal angela dengan tatapan tajam
"iyaya" ucap kevin bangkit dari tempat tidur dan jalan dengan lunglai.
kevin dan angela siap berangkat diantar supir.
Ditengah perjalanan insiden kecelakaan membuat jalanan macet.
" aduh.. kok bisa-bisanya mau berangkat ada kecelakaan sih.. apa ga bisa ditunda dulu sampai kita lewat. mama bisa marah besar nih sama kita" ucap angela sambil mengigit kukunya
Angela berinisiatif mengirimkan pesan ke Raya.
" selamat pagi mama Raya ku yang cantik.πππΈππ
mama.. kami kejebak macet ma dijalan karena ada kecelakaan. apa kami ga usah ikut ya ma karena kami pasti ketinggalan pesawat
kevin yang yang seolah tidak mendengar terus membaca bukunya dengan santai.
" ih kamu tuh bukannya menenangkan isterinya malah sibuk dengan duniamu. serasa ngomong sama tembok" gerutu angela
ting.. ( pesan masuk)
kalian harus ikut.. kalo kalian tidak berangkat mama akan kecewa banget sama kalian. soal penerbangan papa sudah siapkan jet pribadi dari temannya papa. bersiaplah 1 jam lagi jetnya akan berangkat.~ Raya
baiklah mama.. terima kasih mamaku β€οΈ ~Angela
Raya dan Bagas yang sudah sampai dari bandara langsung dijemput oleh supir dan bodyguard yang membantu Bagas dan Raya .
sepanjang perjalanan Raya menikmati udara yang segar dan pemandangan yang masih asri. melewati hamparan kebun teh kanan dan kiri, lalu melewati padi yang hijau dan cuaca agak cerah membuat suasana hati Raya tenang dan senang setiap memandang keluar.
" pa.. lain kali kalo papa ajak mama kesini lagi mama 1000Γ ga bakal nolak soalnya mama sangat senang dengan suasananya" ucap Raya lalu menyandarkan kepalanya dibahu suaminya .
Bagas hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.
Bagas akhirnya sampai di tujuan. Raya terkagum dengan vila yang mereka tuju.
tatanan Vila yang sederhana tapi keliatan indah. Sebelum memasuki Villa mata mereka dimanjakan dengan warna-warni bunga yang bermekaran. taman buatan yang indah dengan tempat duduk dan meja yang terbuat dari kayu dilapisi cat putih, kolam ikan buatan dengan air pancur seakan pelengkap semakin indahnya taman tersebut... sebelah kiri pohon yang besar dan dibawahnya ada berbagai macam ayunan tempat bersantai .
Bagas yang sudah sampai dipintu disambut oleh Aryo begitu hangat dan langsung memeluk bagas.
" om.. selamat datang di villa ku" ucap aryo tertawa
__ADS_1
" waoo indah sekali tempat ini " ucap bagas
" om ini bisa saja " ucap aryo menunduk malu
" hai tante.. bagaimana dengan perjalanan kalian" ucap aryo menyambutnya dengan senyuman hangat
"tante sangat suka dengan liburan kali ini" ucap Raya tersenyum senang.
" mana yang lain? " tanya bagas.
" aryo memberi kode kepada bodyguardnya dan disambut dengan anggukan seakan paham maksud aryo"
" Hallo oom .. tante" sapa dinda yang hangat
"hmm.. kok hanya berdua saja ya. kevin kenapa tidak ikut? bukannya aryo mengatakan kevin ikut ya. apa aku tanyakan saja langsung ke om bagas ya? oh no.. jangan.. jangan.. Dinda.. nanti tante Raya menaruh curiga dan semakin membencimu. jangan gali kuburan mu sendiri dinda. stay cool and elegan. Tuhan kuharap kevin ikut. pertemukan kami Tuhan" batin Dinda menjaga matanya untuk tetap tenang.
sontak senyum Raya sirna dan berganti dengan wajah datar Bagas yang melihat perubahan wajah isterinya menyenggol lengan Raya menyadarkannya untuk mengubah ekspresinya.
Dinda yang tunduk mencium punggung tangan Bagas dan Raya.
" oh ya om.. ini sahabat isteri saya sita dan pacarnya steven" ucap Aryo lalu mereka juga ikut menyapa dan menyalam Bagas dan Raya.
" dan ini sepupu isteri saya lala dan lisa" ucap Aryo lalu ikut menyapa dan menyalam bagas dan Raya
"kenapa aku bisa amnesia sih kalo isteri Aryo wanita ular ini" batin Raya sambil menatap tajam dinda
"sepertinya tante raya masih membenciku.. aku harus merebut kembali hati tante raya" batin dinda yang tersenyum meskipun ditatap sinis oleh Raya.
" kenapa tidak ada perbincangan menanyakan kevin?" batin Dinda
" hai bung... " teriak Angga dari jauh.
" wah... wah.. kamu juga ikut liburan ya ?" teriak Bagas tertawa
" iya.. saya diundang.. kalian tidak akan bahagia tanpa saya " ucap Doni
" Doni menyalam dan memeluk Bagas serta Aryo"
" oh ya ini isteriku maya dan ini puteraku Angga dan ini puteriku santi" ucapnya
mereka saling menyapa satu dengan yang lain.
" mana anakmu?" tanya Doni
" mereka ketinggalan pesawat jadi menyusul sebentar lagi " ucap Bagas
" hah..... ternyata kevin menyusul.. bahagianya aku. kesempatan ini gak boleh aku sia-siakan" batin Dinda bahagia sehingga membuatnya tersenyum sendiri dan menundukkan wajahnya menyembunyikan ekspresi wajahnya.
" lo kenapa senyam-senyum sendiri? bahagia ya ?" goda sita
" apaan sih ?" ucap dinda malu
" apa? wanita ular ini tersenyum.. jangan-jangan dia tersenyum karena mengetahui kevin hadir. aku menyesal telah mengajak kevin dan angela ikut liburan. ini gak bisa dibiarkan" batin Raya terus memperhatikan gerak-gerik Dinda
" ayo kita masuk" ajak Aryo
__ADS_1
pelayan membantu mereka membawakan barangnya dan meletakkan di kamar mereka masing-masing.