
Episode 22
.
.
.
selesai mengambil video dinda , chila, sita dan dinda duduk disofa dan menikmati cemilan sambil menonton film korea.
" kapan ya ketemu pacar kayak si L** m*****?pengen pacaran deh persis kayak dia soalnya udah ganteng bucin lagi" ucap chila mulai halusinasi terbawa suasana
"kalo seandainya ada kayak dia 2 atau 3 gue mah gak akan milih steven soalnya steven gak romantis dan suka sibuk dengan dunianya sendiri" ujar sita lalu memakan kripik kentang dikemasan.
"kamu lebih beruntung din.. punya suami ganteng, kaya raya lagi jadi kamu bisa membeli apa yang kamu mau tanpa mikir panjang " sambung sita
Dinda membulatkan matanya dan tersenyum kecut mendengar sita seakan menahan kepedihan yang dialaminya saat ini.
" kebahagian gak selalu diukur dengan uang sita" ucapnya pelan lalu mengambil keripik kentang ditangan sita
drrrt...drrt..drrt
pesan masuk dari steven
angela.. lagi dimana? main game online yuk
cepat gabung ke tim ku
angela yang membaca pesannya dilema karna dia sudah mencintai keduanya game online dan drakor ditambah lagi moment nonton drakornya berbeda karena ditemani oleh teman-temannya. angela terus berpikir untuk menolak steven secara halus dan memberi alasan yang tidak membuat steven kecewa.
maaf ya steven aku gak bisa ikut main saat ini soalnya lagi ada urusan mungkin kalo selesai aku akan bergabung.
*********
__ADS_1
steven dan sita dinner direstoran tempat favorit mereka.
mereka menikmati makanan mereka dan alunan musik yang menambah suasana semakin romantis.
"sayang... mama tanyain hubungan kita? kamu udah siap nikah apa belum? kita nikah atau selamanya aja pacaran?" tanya steven sambil terus menikmati makanannya.
sita tersedak mendengar steven lalu diberi minum oleh steven.
"kamu tuh gak ada romantis-romantisnya ya yank.. aku bete tau gak sih, kamu nanyain pas lagi makan dan gak tatap mataku.. aku juga pengen dilembutin, dicurahin kasih sayang, dilamar dikapal pesiar atau dimana gitu? ngobrol ditempat yang romantis, dikasih bunga, dikasih coklat atau cincin gitu" celetuk sita yang kesal seakan gak tahan dengan sikap steven.
"aku gak romantis sita.. kamu sih kebanyakan nonton drama korea jadi kamu selalu menuntut aku untuk sesuai seperti lelaki idaman kamu itu sih mi*hok.. kenapa gak pacaran aja sama dia" steven ikut kesal
" iya.. emang aku rencana mau pacaran sama dia cuman aku gak tau gimana mau PDKT ama dia soalnya beda negara dan kami gak saling kenal" sita membuang muka
"jangan sampe halu tingkat tinggi deh sayang.. kita didunia nyata jadi ya ini aku pacar kamu apa adanya, jangan nuntun yang aneh-aneh deh" ucap steven.
"aku emang menerima kamu apadanya, steven yang sibuk dengan dunianya sendiri heboh ngame sampe lupa waktu, sibuk di butiknya, semenjak punya game jarang hubungin aku, jarang telpon, ngomong pelit. aku bete" sita langsung beranjak dan meninggalkan steven
" sayang.. sayang.. tapi kan realitanya emang begitu sih.. aku kan tanya sama kamu kenapa malah kamu bete sama aku sih, salahnya dimana?" tanya steven mengikuti sita jalan keluar
" sita... jangan cepat ngambek begitu donk! aku kan hanya tanya sama kamu" suara steven mulai pelanaa dan mengelus pucuk kepala sita. sentuhan tangan steven seakan meredakan kekesalan sita lalu sita langsung memeluk tubuh steven karna tubuh steven tempat yang nyaman baginya.
kini mereka sudah baikan lalu berjalan naik mobil dan menuju kerumah.
*******
cika menikmati makan malamnya disuapin sama bibi sambil menonton film kartun kesukaannya dengan wajah cemberut.
" kok wajahnya cemberut gitu non?" tanya bibi sambil memasukkan sesuap makanan dimulut cika
"tuh mama.. nelpon teman arisannya suaranya sampe kedengaran satu komplek.. jadi suara Tv smpe gak kedengaran karna suara mama" ujar cika.
dinda yang duduk gak jauh dari cika sibuk video call dengan teman-temannya membahas berlian yang ingin dibeli oleh mereka.
__ADS_1
"selamat malam sayang" sapa aryo yang tiba-tiba muncul lalu berjalan mencium kening cika.
"kamu masih marah ya sama papa? papa minta maaf ya.. oh ya papa bawakin kamu boneka nih" ucap aryo yang mencoba membujuk cika yang terus menonton Tv dan mengunyah makanannya.
dinda yang melihat suaminya pulang mengakhiri obrolannya bersama teman-temannya lalu mendekati suaminya.
" udah pulang mas" ucapnya lalu memeluk suaminya dari belakang.
"ayok.. mandi dulu" ajak dinda menarik lengan aryo dan berjalan kelantai atas setelah meletakkan bonekanya disofa.
cika kembali meneteskan air matanya melihat usaha papanya untuk membujuknya begitu minim dan tidak sesuai harapannya.
"bi.. cika udah siap makannya. cika mau kekamar dulu.. bibi antar susunya 1 jam lagi ya" ucap cika langsung berjalan
" tapi nasinya masih banyak belum dihabiskan loh non.. nanti nyonya marah sama bibi" ucap bibi mencoba menghadang langkah cika tapi cika terus berjalan kekamarnya dan tidak mendengarkan bibi.
" papa jahat.. hiks..hiks..hiks..hiks papa gak sayang sama cika" cika menangis segugukan dibawah bantal dikasurnya.
*******
aryo yang sudah mengenakan piyama tidurnya memangku laptop dan masih sibuk bekerja disofanya.
" mas.. menurut kamu mana lebih bagus berliannya. yang ini atau yang ini atau yang ini" ucap dinda menunjukkan gambar berlian diponselnya yang hendak ingin dibelinya.
"kamu kan udah punya banyak berlian, ngapain beli lagi sih" ucap aryo yang masih menatap laptopnya
"ayo donk sayang.. kamu pilihin buat aku donk soalnya aku bingung milihnya karna semuanya bagus" dinda yang gak mau menyerah terus menempel dilengan aryo
"kalo semuanya bagus yaudah beli aja semuanya dan kamu mau nanya yang mana lebih bagus buatmu tanya sama bibi atau teman-temanmu.. aku masih sibuk, jdi jangan ganggu aku dulu" aryo menatap tajam mata dinda membuaat dinda bergidik dan beranjak dari sofa sambil berceloteh sendiri mengungkapkan kekesalannya
"kamu ngomong apa tadi?" tanya aryo
"gak ada.. pegang aja tuh isterimu" ucap dinda lalu menarik selimutnya
__ADS_1
"siapa isteriku selain kamu?" tanya aryo
"laptopmu lah" gumam dinda dalam hati