Suamiku idola tetanggaku

Suamiku idola tetanggaku
Episode 23


__ADS_3

episode 23


.


.


.


cika berjalan bersama bibi menuju meja makan dan terlihat kedua orang tuanya sibuk dengan ponselnya masing-masing membuat hati cika semakin kesal melihat orang tuanya.


"selamat pagi sayang" sapa dinda beranjak lalu mengecup kening cika


cika menunggu sapaan aryo yang masih sibuk mengetik diponselnya


"mas... "


" eh.. selamat pagi anak papa" aryo tersenyum sekilas lalu kembali melihat ponselnya


"papa berangkat dulu ya soalnya ada urusan penting" ucap aryo lalu bergegas


" sejak kapan urusan papa gak penting" ketus cika


aryo mendekati cika lalu mencium pucuk kepalanya.


"nanti papa akan sediakan waktu luang agar kita bisa bermain bersama ya " ucap aryo lalu pergi


"mas.." teriak dinda


"aku belum" ucap dinda menunjuk pipinya namun diabaikan oleh aryo sehingga membuatnya kembali bersedih.


"mama.. hari ini cika boleh ya berangkat sekolah sama om tampan" ucap cika


dinda yang berbicara mengenai om tampan membuatnya menghentikan aktivitasnya bermain ponsel


"om tampan?" mengulang kembali


"kemaren yang main sama cika dimall ma terus cika ketiduran dan diantar sama om"


jelas cika


" om tampan itu kevin ya?" tanya dinda


"cika gak tau namanya ma"


dinda yang mendengarkan itu langsung senyum sumringah.

__ADS_1


"yaudah sayang kamu boleh nebeng sama om tampan tapi mama juga harus ikut antarin kamu bareng om tampan tapi mama ganti baju dulu kamu panggil mama ya kalo om tampannya udah datang" ucap dinda yang senyum sumringah dan pergi kekamarnya


"bibi ingat gak sih mobil om tampan? " tanya cika


" iya non.. bibi ingat warna silver kan non?"


" bibi tungguin mobil om tampan di gerbang dan kalo mobil om itu lewat bibi hentikan aja ya" ucap cika


"iya non.."


Dinda memilih pakaian mini dress sexy dengan polesan riasan wajah natural dan parfum yang wangi sekilas dicermin wajah dinda tidak terlihat seperti ibu satu anak.


cika sudah menunggu dinda di dalam mobil kevin 10 menit lalu datanglah dinda dan duduk dibelakang penumpang.


"maafkan mama ya sayang karna nunggu mama kamu jadi terlambat" ucap dinda membuka pembicaraan tapi melirik kekevin


"gila.. makin ganteng aja sih kamu vin, beda banget waktu 10 tahun lalu kita masih pacaran" gumam dinda dalam hati


kevin terus fokus mengemudi dan suasana yang semakin canggung sehingga kevin menyalakan musik dimobilnya.


"om.. boleh gak cika main kerumah om hari minggu? cika bosan dirumah.. om gak kerja kan? " tanya cika


"yaudah boleh" ucap kevin lalu mengelus rambut cika membuat cika senyum sumringah dan merasa nyaman lalu memeluk kevin


dinda yang memperhatikan kedekatan mereka seakan menambah rasa cinta yang sudah bersemi sejak pertama ketemu kevin.


"mama gak jadi ikut cika kesekolah?" tanya cika yang heran melihat dinda tetap duduk dibelakang


"ehmm.. gak sayang.. mama baru ingat ada urusan penting jadi mau minta tolong om tampan antarin mama ketempat teman mama"ucap dinda


cika pun keluar mobil dan tak lupa memeluk kevin dan mencium tangannya juga terhadap dinda.


dinda keluar mobil lalu memilih duduk dikursi depan


"hai vin.. apa kabar? lama gak ketemu" sapa dinda senyum sumringah


"sepertinya beberapa minggu yang lalu kita udah ketemu deh." ucap kevin dingin


"ehmm...vin aku boleh minta tolong gak?"tanya dinda


"aku masih bingung nih untuk memilih berlian yang mau aku beli, kamu mau kan bantu aku milih.. kali ini aja" ucap dinda sambil mengatup kedua tangannya lalu menunjukkan gambar diponselnya


kevin melihat sekilas gambar yang ditunjukkan oleh dinda seakan menghargainya


"gambar 1" ucap kevin

__ADS_1


"aku udah punya anting ini" ucapnya


"kalo gitu gambar yang ke6 aja"ucap kevin asal tebak.


"thank you udah bantu vin"ucap dinda yang terus melirik kearah kevin yang msih fokus mengemudi


kevin yang membantu dinda seakan membuat hatinya melayang kelangit tujuh. dinda terus tersenyum seakan dia merasa kalo kevin masih punya perasaan yang sama buatnya seperti 10 tahun yang lalu.


"kamu mau aku antar kemana?"tanya kevin


"aku mau sama kamu terus boleh"ucap dinda reflek


"apa?" tanya kevin


"ehmm...mmm aku turun dimall dekat kantor kamu aja deh"ucap dinda


"kamu kerja dikantor papa kan"ucap dinda melirik kevin


kevin menatap dinda balik membuatnya gelagapan


"maksudku.. kamu .. kamu kerja di kantor papa sanjaya kan.. maaf aku udah terbiasa manggil papa kamu papa meskipun kita gak bisa sama seperti dulu"ucap dinda lalu menunduk


"gimana kalo nanti siang kita makan bareng soalnya aku mau traktir kamu karna udah antarin aku sama cika"ucap dinda


"aku sibuk ntar siang jadi gak bisa" ucap kevin


"gimana kalo lain waktu aja dimana ada waktu kosong kamu" ucap dinda lagi


"emang suamimu gak marah kalo kamu makan berdua dengan mantan pacarmu "ucap kevin dingin


"suamiku baik kok dan dia pasti bakal izinin dan dia gak posesif seperti kam.."dinda terdiam ketika kevin meliriknya kembali


"turun.. ini mallnya aku gak bisa antar sampai depan karna lawan arah.. kamu tinggal nyebrang aja"ucap kevin


dinda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan terus curi-curti pandang seakan gak rela waktu berdua dengan kevin telah usai.


"vin.. aku boleh gak minta no Wa kamu? mana tau anakku merengek pengen ketemu kamu?"


ucap dinda


"biar cika sendiri aja yang minta sama aku"ucap kevin cuek


"kamu gak turun nih?" tanya kevin kembali melihat dinda seakan malas keluar dari mobil kevin.


dinda keluar lalu mobil kevin melaju dengan kecepatan sedang, mata dinda terus melihat kearah mobil kevin yang pergi meninggalkannya

__ADS_1


"kenapa jantungku berdetak kencang saat sama kamu ya, apa aku masih punya rasa yang sama seperti dulu" ucap dinda


__ADS_2