
kevin langsung mengambil ponselnya dan mengetik nomor dengan cepat seakan sudah hapal diluar kepala
kamu dimana? cepat pulang ada yang aku bicarakan. kevin langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu angela yang ingin bicara
"kita sudahi rapatnya sampai disini ya, saya lagi ada urusan penting dan kita lanjutkan besok, selanjutnya akan diurus oleh seketaris papa saya" ucap kevin cepat lalu meninggalkan restoran tempat mereka makan
***************
" ven.. aku pulang duluan ya soalnya ada urusan penting" ucap angela yang langsung buru-buru bergegas meninggalkan steven.
"aku antar kamu pulang ya ?" ucap steven menarik lengan angela namun di lepaskan oleh angela dan berjalan tanpa mengucapkan sepatah katapun
angela yang berjalan keluar restoran hendak memesan taxi online langsung dikagetkan oleh suara mobil yang tidak begitu asing berhenti didepannya.
ya ampun.. kok bisa ya kevin disini? apa dia liat aku sama steven ya
angela yang menutupi ketakutannya dengan tersenyum paksa kesuaminya ketika duduk di samping kevin. kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga membuat angela takut dan memejamkan matanya juga mengunci mulutnya untuk tidak berbicara sedikitpun.
kevin menarik lengan angela lalu berlari ke kamar.
" aw... sakit sayang" ucap angela memeganh lengannya yang merah dan meninggalkan bekas jari kevin
"kamu ngapain dengan pria itu? HAH? senyum-senyum gak jelas.. aku gerah, aku cukup sabar melihat tingkahmu akhir-akhir ini. ingat kamu udah MENIKAH" teriak kevin sehingga suaranya memenuhi kamar
" dia... dia.. tem" ucap angela terbata-bata dan belum sempat angela melanjutkan penjelasannya mulutnya sudah dilahap oleh suaminya sehingga membuatnya sulit bernafas
" kamu apa-apan sih yank.. aku susah bernafas" ucap angela kesal dan memukul dada kevin
kevin yang masih diselimuti amarah dan kesal tidak menghiraukan angela dan masih melahap isterinya seakan menumpahkan kekesalannya.
"aku minta maaf sayang.." ucap angela dengan suara berat menahan air matanya hingga membuat kevin menghentikan aktivitasnya yang mencium leher angela dan meninggalkan tanda kepemilikan.
air mata yang terus mengalir karna ketakutan dan merasa kevin seperti sirasuki setan membuat kevin menghentikan aktivitasnya.
" maafkan aku sayang... aku terbawa oleh api cemburu sehingga aku tidak menyadari kalo aku udah menyakitimu" ucap kevin menatap wajah isterinya lekat lalu mengangkat tubuhnya yang sedari tadi menindih isterinya.
" sayang maafkan aku.. kamu memaafkan aku kan" ucap kevin tapi tidak dijawab oleh angela dan angela memalingkan wajahnya
__ADS_1
kevin duduk kemudian diikuti oleh angela.
kevin berdiri tapi dengan cepat angela menahan tangan suaminya lalu berdiri dan memeluknya dari belakang.
" kamu membuatku takut yank.." ucap angela
" maafkan aku sayang" kevin mengecup kening angela dan angela menganggukkan kepalanya tanda iya membalas pernyataan suaminya
kevin kembali mencium bibir isterinya lalu dibalas oleh angela sehingga membuat mereka kalut dengan perasaan masing-masing.
" mulai besok kamu harus melaporkan seluruh aktivitasmu kepadaku baik didalam rumah mau pun diluar rumah... WAJIB" ucap kevin yang membuat angela membulatkan matanya seakan gak terkejut mendengar ucapan kevin.
**************************
" cika.. maaf ganggu waktu kamu belajar, mama mau tanya kemarin kamu telpon mama pake nomor pak tampan ya?" tanya Dinda
" iya ma.. kenapa ma?" tanya cika penasaran
" kamu hapal gak no pak tampan soalnya mama mau ucapin terima kasih ke pak tampan" ucapDinda
"ponsel mama kemarin rusak jadi belum sempat mama save nomor pak tampannya, cika tau gak rumah pak tampan?" tanya dinda
" cika.." panggil aryo yang ikut masuk kekamar cika
" tau ma.. mama mau ci....." ucap cika tapi belum sempat melanjutkan penjelasannya dinda mengalihkan pembicaraan karna mendengar suara aryo
" cika.. besok mama mau kemall jadi kamu mau mama belikan mainan apa? " tanya dinda gugup ketika aryo sudah berdiri disebelahnya
" mainan cika udah banyak ma jadi cika gak mau minta apa-apa dulu" ucap cika
" cika.. besok papa yang antar kamu pergi kesekolah ya" ucap aryo
" oke pa" ucap cika senang dan antusias lalu memeluk aryo karna bagian moment seperti itu sangat berharga jika dilewatkan.
"yaudah sekarang cepat tidur biar besok bangunnya gak telat"
" oke papa...tapi malam ini papa mau temani cika disni sampe cika bobok"
__ADS_1
" oke sayang"
" sayaang papa.." ucap cika yang begitu bahagia melihat aryo yang tidak seperti biasanya lalu memeluk dan mencium seluruh wajah ayahnya.
Dinda yang melihat ayah dan anaknya yang harmonis ikut bahagia dan tersenyum namun senyumnya kembali memudar ketika dia mengingat kembali pria yang ingin dibahasnya malam ini tapi terhalang oleh kehadiran aryo.
***************
cika berlari menuruni anak tangga dengan mengenakan pakaian seragam yang lengkap dan rapi siap untuk berangkat sekolah.
"selamat pagi sayang.. sarapan dulu sebelum berangkat sekolah" ucap Dinda yang menyambut kedatangan anaknya dengan morning kiss dikening cika.
cika yang menyapu pandangannya kesekelilingnya seakan ingin menemukan seseorang.
" papa mana ma? " tanyanya lalu menarik kursi disebelah dinda dan mendudukinya.
"hari ini bibi masak nasi gorengnya enak banget sayang... cobain deh pasti enak" ucap Dinda mengalihkan pembicaraan
" maaaaa...."
"papa tadi pagi udah berangkat ke bandara mau jemput partner bisnesnya jadi dia minta maaf karna hari ini gak bisa antar kamu kesekolah" ucap dinda yang memandang cika
"kamu gak apa-apakan sayang.. sebagai gantinya mama aja deh yang antar kamu kesekolah" ucap dinda mengelus pucuk kepala cika
"tapi kan papa sendiri yang janji sama cika dan kenapa papa yang batalin mama kalo gitu kan cika gak usah berharap banyak" ucapnya dengan nada pelan lalu menundukkan kepalanya
" kamu sarapan dulu ya lalu kita sama-sama berangkat sekolah" ucap dinda
" aku sarapan disekolah aja mama.. aku belum lapar saat ini dan nasi gorengnya buat di box makanan ku aja ma" ucap cika lagi-lagi sekuat tenaga menahan air matanya dan tersenyum dengan paksa.
"ma cika tunggu diluar aja deh ma"
" kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya dinda yang khawatir dan kasihan melihat puterinya
cika mengangguk dan beranjak keluar rumah
" kamu menangis ? menangislah sayang.. jangan ditahan" ucap Dinda yang sempat menghentikan langkah kaki cika yang terus berjalan dan meneteskan air matanya tanpa suara.
__ADS_1