Suamiku idola tetanggaku

Suamiku idola tetanggaku
Chapter 02


__ADS_3

Dua mobil beriringan berwarna Silver dan hitam masuk kekomple perumahan Elit dikota B. Dua satpam berdiri didepan gerbang siap menyapa dan mengawasi setiap mobil yang hendak masuk kedalam perumahan tersebut menunjukkan bahwa kawasan itu memiliki penjagaan yang begitu ketat dan masih beberapa meter masuk setiap yang datang sudah disambut patung Singa yang besar dan simpang empat yang setiap simpang diberi nama masing-masing. Mobil yang dikendarai keluarga sanjaya masih beriringan lurus hingga diujung komplek Block B, mobil tersebut memelankan laju kecepatannya dan mulai masuk kerumah warna putih nuansa ala eropa yang besar dan mewah.


" sayang.. ini beneran rumah papa yang udah lama kosong ya? besar banget dan sayang banget kalo dibiarin kosong. aku suka rumah ini yank" tersenyum mengadah keatas melihat rumah yang menjulang tinggi dan mewah.


" tetap aja ini rumah papa bukan rumah kita jadi kita hanya tinggal sementara disini sampai aku mampu membelikan rumah hasil kerja kerasku untuk kita tinggal" mengelus kepala angella dan membuka seatbelt angela


" makasih sayang" tersenyum dan membuka pintu mobil


" bagaimana nak? kamu suka gak" merangkul angela


" suka banget mah.. tapi besar banget Rumahnya pasti capek deh memberesin rumahnya"


" makanya mama ikut kalian dan membantu kamu beres-beres sayang. kamu tenang aja sayang nanti mama akan kirim satu pembantu dari rumah mama untuk membantu kamu selama tinggal disini"


" makasih mama" terharu dan memeluk Raya dengan erat.


kevin berjalan menuju pintu Rumah dan memutar kunci tepat dilubang kunci untuk membuka pintu yang mewah dan bergagang warna emas yang masih berkilau seperti layaknya warna emas asli. Raya dengan sukacita membantu menantunya membersihkan dan menata Rumah serta kamar kevin dan sanjaya, tak jarang mereka sesekali becanda disela-sela kesibukan mereka sedangkan Pria yang tampan ini pergi keluar menjadi tempat Gym untuk menjadi salah satu tempat yang akan sering dikunjunginya guna membugarkan tubuhnya yang kekar dan six pack.


" jeng.. siapa pria tampan yang berjalan kaki dikomplek kita ini? kayaknya anak baru deh" dua wanita yang duduk santai diteras rumahnya memperhatikan kevin berjalan santai disore hari.


" aduh ganteng banget jeng.. sepertinya masih lajang deh, gimana kalo kita jodohin sama anak ku aja" ucap salah satu wanita tersebut


" sama anak ku aja donk jeng soalnya anak ku jauh lebih cantik dari anakmu" mulai berdebat tanpa mengetahui kevin sudah hilang dari pandangan mereka


baru beberapa jam kevin tinggal dikomplek perumahan tersebut sudah menarik perhatian para wanita yang ada disekita komplek bahkan ada yang pura-pura batuk untuk menarik perhatian.


kevin duduk ditaman yang terawat dan indah dengan bunga-bunga yang menghiasi taman , air pancur dengan berbagai warna lampu yang hidup , tempat bermain buat anak-anak dan beberapa alat olahraga sehingga taman ini membuat suasana komplek rame setiap sorenya.


" huaaa.. huaa" suara anak perempuan menangis sambil memegang lututnya berdarah.

__ADS_1


" kamu kenapa dek? aduh kakinya berdarah, sini om bantu berdiri" mengangkat tubuh cika dan duduk ditempat duduknya.


" aduh non.. kok bisa berdarah begini kakinya. saya bisa kena marah nyonya besar ini" bik minah perawat yang datang sambil memegang air mineral kemasan


" huaaa... huaa.. bi cepat telpon mama" pinta cika


tuut.. tutt.. menunggu sambungan telpon berjalan menjauhi kevin dan cika


" non.. nyonya suruh kita pulang, ayuk non" ajak bik minah


" ayuk cika.. biar om gendong kamu dan antar sampe rumah" tersenyum mengelus kepala cika.


tak jauh dari taman, kevin mengantar cika dirumahnya yang besar dan mewah.


" udah sampaikan" menurunkan cika


" om pamit pulang dulu ya " kevin mengelus kepala cika dan melambaikan tangan


" makasih ya om ganteng" mencium pipi kevin dan pergi


********


Raya sibuk membungkus banyak makanan dan mengantar ketetangga sebelah sebagai awal perkenalan kepada tetangga dan disambut hangat oleh beberapa tetangga.


" baru pindah ya bu"


" iya bu.. tapi bukan saya yang tinggal disini tapi anak-anak saya yang tinggal dirumah ini" tersenyum hangat


" anak" gumam wanita cantik seumuran raya dan tersenyum

__ADS_1


" saya mau kedalam dulu ya bu" menganggukan kepala


" oh iya bu raya"


meskipun kelihatan komplek perumahannya elit dan rumahnya besar dan suasananya seperti sunyi penduduk tapi tetap saja pasti ada ibu-ibu rempong yang suka menggosip.


baru beberapa jam setelah raya membagikan makanan ketetangganya, Raya dan kevin kini menjadi sorotan dan siapa sangka pembicaraan singkat cepat melebar luas.


*********


" sini bibi obatin kakinya non" mengoles obat merah dilutut cika


"kenapa kakimu cika" tanya Dinda


" mama... tadi cika jatuh ditaman dan untung om ganteng bantuin cika" memeluk Dinda


" om ganteng!! siapa om ganteng?"


" tetangga baru dikomplek ini nyonya, rumahnya selisih 5 rumah dari rumah kita"


" oh iyaa.. nanti mama kesana berterima kasih sama om ganteng karna udah nolongin anak mama" ucap Dinda dan mencium pipi anaknya


Ceklek


" papa... pappaa... akhirnya papa pulang" melompat kegirangan meskipun kakinya sakit.


" mas, udah pulang? sini ku bantu" menawarkan diri membawa tas kantor aryo dan mengikuti aryo yang berjalan menaiki anak tangga.


"mas.. gimana dengan pekerjaanmu tadi?" memeluk aryo dengan manja untuk melepas kerinduannya setelah 3 hari ditinggal suaminya

__ADS_1


" Dinda.. aku capek banget. pliss" nada suara membentak merenggangkan tangan dinda yang erat memeluknya lalu berjalan kekamar mandi.


kenapa harus marah-marah sih, tinggal bilang aja gak mau dipeluk lagian aku pun juga gak tulus memelukmu. udah syukur mau ku peluk.


__ADS_2