Suamiku idola tetanggaku

Suamiku idola tetanggaku
Episode 09


__ADS_3

Kevin melajukan Mobilnya meninggalkan rumah dan tak jauh dari komplek perumahan elit mobil mewahnya ditabrak mobil sport warna merah.


"Tiiiiin.... tiiin ( bunyi klakson panjang)


BRUK


Kevin langsung keluar dari tempat kemudinya ketika melihat mobil merah sudah menempel belakang bagasi mobilnya.


" astaga..... kurang ajar.. aku harus bagaimana ini kalo selesaikan masalah ini bisa terlambat kekantor tapi kalo gak keluar itu gak orang gak akan bertanggung jawab lagi" batin Kevin


kevin keluar lalu mengetuk kaca mobil disebelah kanan tempat pengemudi dengan wajah dingin dan emosi ditahan ketika melihat belakang mobilnya peyot dan hancur.


"Keluar... " ucap kevin mengetuk kaca mobil


tapi tidak direspon sipengemudi yang menundukkan kepalanya di bagian stir mobil


" aku bilang keluar.. jangan sampe aku lapor kamu kepolisi ya " ucap Kevin dengan lantang seakan ingin menghantam pengemudi dan semakin mengetuk kaca mobil dengan keras


pelan-pelan keluar wanita cantik, rambut gelombang tergerai warna abu terang melewati bahu sedikit dan mengenakan dress mini yang sexy membentuk tubuh menambah kecantikannya dan membuat siapa saja menatapnya pasti menginginkannya.


dibukakan pintu mobil dan kevin mencengkram pergelangan tangan wanita ini dan memaksanya keluar dan menutup pintu mobil dengan kuat dan kevin seakan ingin meledak-ledak melihat perbuatannya.


"sakit " ucap wanita itu menarik tangan kevin yang menggengam pergelangan tangannya dengan keras

__ADS_1


" kemana mata mu hah? bukannya minta maaf ma...." ucapan kevin terhenti ketika wanita ini menyibakkan rambutnya yang menutupi wajahnya yang sedari tunduk dan ketakutan.


"kevin" ucap wanita ini yang menghentikan kevin dan langsung memeluk dan menenggelamkan wajahnya didada kevin dengan menangis tersedu-sedu. kevin bingung harus bereaksi bagaimana dengan wanita yang memeluknya.


"Dinda.. maafkan aku yang terlalu kasar kepadamu tadi" ucap Kevin pelan dan melepaskan pelukannya karna merasakan jas dan kemejanya basah hingga kedadanya karna air mata Dinda


"maafkan aku " ucap kevin lagi dan menenangkan Dinda yang terus menangis.


kevin menuntun Dinda masuk kemobilnya dan dia duduk dikursi pengemudi lalu kevin mengambil ponselnya dan menelpon pak Budi


" Halo.. pak Budi.. bapak pagi ini gak banyak kerjaan dirumahkan? tolong datang ke jalan Angrek mengurus mobilku soalnya mobilku ditabrak pak dan jangan beritahu msalah ini ke mama dan papa ya pak" ucap Kevin


" Siap Tuan" ucap Pak Budi orang kepercayaan keluarga Sanjaya lalu kevin mengirim pesan ke atasannya bahwa dia datang terlambat atau kemungkinan tidak datang dan mengirim Foto mobilnya ditabrak lalu dia mendapat balasan dengan cepat mengizinkannya permintaannya.


" hai.. kamu apa kbar? " ucap Kevin membuka pembicaraan


" hai.. Kevin, kabarku seperti yang kau lihat" ucap Dinda yang menunduk.


" kamu menangis bukan karna aku bentak tadikan.. pasti kamu ada masalah ya" ucap kevin penasaran dan mengetahui wanita yang sempat mengisi hatinya .


dinda hanya menganggukkan kepalanya seakan menyetujui perkataan kevin.


" aku tidak akan bertanya melihat kondisimu seperti ini tapi jika kamu mau cerita ya silahkan, ku akan menjadi pendengar setia" ucap Kevin

__ADS_1


pelayan datang membawa makanan yang sudah dipezan kevin sebelum mereka naik kelantai 2. Kevin tidak menanyakan apa yang ingin dipesan oleh Dinda karna kevin sudah tau makanan favoritnya yaitu cumi-cumi goreng, tomyam, cah kangkung, gurame dan milkshake.


Dinda memakan semua makanan yang tersedia dimeja dengan lahap dan kevin seakan maklum melihat kebiasaan Dinda ketika lagi stress lalu kevin memanggil pelayan lagi dan memesan ice cream 2 rasa durian yang menu spesial, tak berapa lama pelayan datang dan membawa pesanan mereka dan dengan lahap dan cepat Dinda memakan Ice cream tanpa bicara dan sesekali tanpa malu air mata itu mengalir tanpa bisa dikontrol.


semua makanan sudah habis, Dinda memandang wajah kevin dan tersenyum tipis karna dia baru menyadari hari ini dia makan begitu banyak.


" kamu belum berubah juga ya" ucap kevin dengan wajah datar. sebenarnya sedari tadi kevin ingin meninggalkannya tapi melihat keadaanya yang hancur dan penampilan yang agak berantakan mengeluarkan naluri kemanusiaan atau rasa empati dan simpatinya.


" kamu apa kabar vin?" tanya Dinda karna suasana hatinya sudah membaik.


" seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja. kalo begitu aku tinggal ya soalnya aku harus kekantor lagi " ucap kevin yang melihat jam di jam tangannya


" maafkan aku yang pernah melukaimu dan melakukan kesalahan dan keputusan yang salah" ucap Dinda dan tertunduk menahan tangisnya


" kamu pulang dan banyak istirahat, harus rilex biar gak stress dan perbanyak ibadah biar pikiranmu tenang dan jiwamu tentram." ucap Kevin


kevin beranjak dari kursinya tanpa membalas perkataan Dinda.


" aku balik dan sampai jumpa" ucap Kevin


" aku menyesal telah menyia-nyiakan cintamu. aku menyesal memilihnya dari padamu." ucap Dinda lagi dan menangis tersedu-sedu lalu berlari memeluk tubuh kevin dari belakang


" semua udah berlalu jadi tak perlu diingat-ingat lagi dan aku sudah memaafkan mu" ucap kevin dan melepaskan pelukan Dinda dan berjalan meninggalkan Dinda yang masih berdiri menatap punggungnya kevin yang terus berjalan meninggalkannya

__ADS_1


__ADS_2